Pengguna Internet Punyak Hak Sama, Pentingnya Membangun Inklusi Digital

infojateng.id - 24 Agustus 2021
Pengguna Internet Punyak Hak Sama, Pentingnya Membangun Inklusi Digital
Foto beritasatu - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANYUMAS – Kepala Kantor Kemenag Banyumas Akhsin Aedi menuturkan, semangat inklusivitas menjadi hal tak terelakkan dalam ciri masyarakat Indonesia yang memiliki ragam perbedaan. Inklusivitas atau semangat keterbukaan satu dan lainnya itu, kata Akhsin, akan menjadi modal memupuk kerukunan di tengah kemajemukan etnik, agama dan kepercayaan. Juga warna kulit, postur tubuh, status sosial-ekonomi, latar belakang pendidikan, profesi dan jabatan, budaya seperti bahasa, tradisi, adat istiadat, karakteristik bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

“Perlu dipahami, di tengah kemajuan digital saat ini, kita butuh mewujudkan tatanan masyarakat inklusi yang punya pandangan terbuka, universal, ramah dan setiap anggotanya dapat mengakui, menghargai segala perbedaan,” kata Akhsin saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema ”Masyarakat Inklusi dan Perundungan Anak” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/8/2021)

Akhsin Aedi menuturkan, dalam ruang digital interaksi sosial antar pribadi- individu pengguna digital tak dilakukan secara langsung, sehingga kadangkala ada ekspresi dan emosional yang tak tampak. Oleh sebab itu, dengan berbekal semangat inklusi saat berinteraksi di ruang digital, jangan sampai terjadi gesekan-gesekan yang menjurus SARA, yang menyinggung satu sama lain berdasar identitas primordial atau yang melekatinya.

”Cara mewujudkan masyarakat inklusi di dunia digital ini dengan menyadari bersama bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,” kata Akhsin. Selain itu, lanjutnya, mengutamakan sikap toleransi menjadi hal utama untuk membentuk inklusivitas satu dengan lainnya tanpa mempersoalkan perbedaan masing-masing sebagai kekurangan.

“Jangan pernah menyombongkan diri atas latar belakang kita. Di ruang digital atau dunia nyata, kedudukan kita sama sebagai warga negara dan memiliki hak masing-masing yang harus dihormati,” tegas Akhsin dalam webinar dengan 204 peserta itu.

Selain itu, Akhsin menyebut ihwal perlunya mengembangkan komunikasi yang berimbang dengan berbagai pihak tanpa kecuali dan tidak memandang latar belakang, suku, agama, budaya, etnis ataupun ras dan golongannya. “Jadi, inklusi ini terwujud manakala lingkungan sosial dan ruang digital itu berhasil meniadakan hambatan, karena setiap orang bisa merangkul setiap perbedaan,” tegas Akhsin.

Ketika ruang dunia nyata dan digital berhasil mewujudkan semangat inklusi inilah, masih menurut Akhsin, anak-anak mendapatkan ruang yang aman dari kejahatan, khususnya perundungan.

Menurut Akhsin, perundungan dunia maya atau dalam bahasa lain disebut cyberbullying menjadi perilaku tak menyenangkan, baik secara verbal, fisik maupun sosial, yang bisa membuat seorang anak merasa malu, tertekan, sakit hati, dan depresi.

“Melalui pemahaman inklusi perbedaan di masyarakat tidak akan menjadi halangan untuk anak belajar, bermain bersama, bahkan dapat menjadi sumber kekayaan untuk membangun pengetahuan dan pemahaman baru,” jelas Akhsin.

Sementara itu, narasumber lain dalam webinar, pengamat sejarah dan budaya Yunadi Ramlan mengatakan, dengan kemajuan teknologi saat ini anak perlu mendapat perhatian dalam interaksinya di ruang digital. Namun, ujar Yunadi, di sisi lain perlu dukungan lebih bagi perkembangan anak, khususnya dalam pengembangan minat dan bakatnya, sehingga menjauhi hal-hal negatif seperti cyberbullying.

“Melihat kemajuan teknologi digital saat ini, ke depan kita mungkin perlu sebuah aplikasi pemantauan performa non-akademik sebagai alat bantu pengembangan minat dan bakat siswa dalam prestasi sekolah,” tutur Yunadi.

Ia mencontohkan aplikasi Opta dan Wyscout, yang notabene awalnya aplikasi pemantau kinerja olahragawan, kini kian berkembang fungsinya sebagai bagian dari pengembangan bisnis olahraga.

Menurut Yunadi, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak untuk perkembangan anak. Perubahan model belajar yang lebih banyak menggunakan gadget telah membuat anak-anak rentan terhadap perundungan di dunia maya.

Webinar yang dimoderatori Rara Tanjung ini juga menghadirkan dua narasumber lain, yakni: pakar IT Eka Y. Saputra dan pengawas Madrasah Kemenag Kota Semarang Amhal Kaefahmi, serta Adit Suryo selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemilu
TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
TMMD Reguler 119 Sragen Bukti Kolaborasi Kuat Pemerintah, TNI dan Masyarakat

TMMD Reguler 119 Sragen Bukti Kolaborasi Kuat Pemerintah, TNI dan Masyarakat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
TMMD di Bakalan Bangun Jalan Beton 550 Meter

TMMD di Bakalan Bangun Jalan Beton 550 Meter

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Tetap Independen dan Profesional

Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Tetap Independen dan Profesional

Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus
Pemkab Gelar MTQ 2024, Ajang Cari Bibit Qori dan Qoriah Terbaik

Pemkab Gelar MTQ 2024, Ajang Cari Bibit Qori dan Qoriah Terbaik

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Harga Beras Melonjak, Pedagang di Pasar Batang Ngeluh Untungnya Tipis

Harga Beras Melonjak, Pedagang di Pasar Batang Ngeluh Untungnya Tipis

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Sub-PIN Polio Putaran Kedua, Perkuat Imunitas Anak

Sub-PIN Polio Putaran Kedua, Perkuat Imunitas Anak

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Bakesbangpol Batang Gelar Seleksi Paskibraka, 401 Peserta Melangkah Tahap Tes Kesehatan

Bakesbangpol Batang Gelar Seleksi Paskibraka, 401 Peserta Melangkah Tahap Tes Kesehatan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Revisi RTRW, Upaya Menyelaraskan Dinamika Pembangunan

Revisi RTRW, Upaya Menyelaraskan Dinamika Pembangunan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
TMMD Sejahterakan Masyarakat, Pj. Bupati: Mari Terus Kita Laksanakan

TMMD Sejahterakan Masyarakat, Pj. Bupati: Mari Terus Kita Laksanakan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Berlaku di Semua Unit Kerja, Surat Tanpa Kertas Harus Hemat Anggaran ATK

Berlaku di Semua Unit Kerja, Surat Tanpa Kertas Harus Hemat Anggaran ATK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Tingkatkan Ekspor, Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Pelabuhan Kendal

Tingkatkan Ekspor, Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Pelabuhan Kendal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
TMMD Sengkuyung Resmi Dibuka, Pj. Bupati dan Forkopimda Bagikan Cokelat

TMMD Sengkuyung Resmi Dibuka, Pj. Bupati dan Forkopimda Bagikan Cokelat

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Harga Beras Naik, Bulog Salurkan 200 hingga 500 Ton Beras per Hari

Harga Beras Naik, Bulog Salurkan 200 hingga 500 Ton Beras per Hari

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus   Pemerintahan
Haji Suwarto Digadang-gadang Maju Pilkada Pati

Haji Suwarto Digadang-gadang Maju Pilkada Pati

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus   Politik
Buka POPDA Kendal 2024, Bupati Dico Minta Junjung Sportivitas

Buka POPDA Kendal 2024, Bupati Dico Minta Junjung Sportivitas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Olahraga
Ubah Strategi, Jateng Percepat Tanggulangi Stunting

Ubah Strategi, Jateng Percepat Tanggulangi Stunting

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X