Mengikuti Tren Gaya Hidup Digital Tanpa Menghilangkan Karakter Bangsa

infojateng.id - 28 Agustus 2021
Mengikuti Tren Gaya Hidup Digital Tanpa Menghilangkan Karakter Bangsa
Siswa menggunakan gawai, foto jawapos - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

KENDAL – Pada era digital ini, pemanfaatan teknologi secara bijaksana menjadi kunci utama dalam membentuk karakter peserta didik. Menurut Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNS Monika Sri Yuliarti, pendidikan karakter di era digital itu penting sebagai proses penerapan nilai-nilai moral, juga agama, melalui ilmu-ilmu pengetahuan. Caranya bisa melalui diri sendiri, keluarga, sesama teman, terhadap pendidik dan lingkungan sekitar.

“Bentuk aplikasi budaya digital dalam pendidikan karakter bisa dilakukan melalui pemahaman nilai Pancasila,” kata Monika saat menjadi pembicara dalam webinar literasi digital bertema “Tantangan Pembentukan Pendidikan Karakter di Era Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (27/8/2021).

Dalam webinar yang diikuti ratusan peserta itu, Monika mengungkapkan, pemahaman nilai Pancasila contohnya, mampu menyeleksi informasi-informasi tentang agama dan kepercayaan dari sumber yang kredibel seperti tertuang dalam Sila 1.

“Bisa juga diwujudkan dengan bertoleransi dengan sesama siswa dalam pembelajaran online, walaupun terdapat perbedaan pilihan dalam gaya hidup, seperti tertuang dalam Sila 2,” ujarnya.

Monika mengungkapkan, aplikasi budaya digital dalam pendidikan karakter juga bisa ditanamkan lewat kegiatan digitalisasi kebudayaan melalui teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Contohnya, mengunggah video upacara adat di media sosial atau menggunakan bahasa Indonesia baku saat mengerjakan tugas dalam proses pembelajaran.

”Mencintai produk dalam negeri juga menjadi bagian pendidikan karakter,” tandas Monika. Hal ini bisa dilakukan dengan gaya kekinian. Misalnya mengunggah foto diri di media sosial memakai produk UMKM lokal atau menggunakan platform media pembelajaran online karya anak negeri.

“Memahami digital rights, termasuk upaya pendidikan karakter yang perlu di dunia digital. Ini bisa dilakukan dengan cara menghargai data pribadi orang lain dan tidak menyebarkannya tanpa seizin pemilik. Atau, bahkan mungkin dengan tidak menghalangi orang lain jika ingin mengungkapkan pendapatnya,” kata Monika.

Pendidikan karakter di era digital dinilai penting, karena anak pada generasi ini telah mengenal gaya hidup digital, baik itu dari rumah, teman-teman, sekolah maupun lingkungan sekitar. “Era digital tidak hanya punya akibat positif tapi juga negatif, sehingga peran pendidik, orangtua, dan masyarakat dewasa sangat penting dalam membimbing dan mengawasi anak untuk menjalani eranya secara bermanfaat positif,” tambahnya.

Pendidikan karakter berguna, agar peserta didik sebagai penerus bangsa tak terjebak dengan godaan negatif dunia digital, melainkan mau menjaga akhlak dan moral untuk menciptakan tata kehidupan yang baik. Sebab, ketika pendidikan karakter dalam dunia digital ini lenyap, akan memunculkan banyak persoalan dalam konteks kebangsaan, mulai dari sentimen etnis, perselisihan antarsuku, kasus-kasus narkoba, pornografi, tawuran pelajar, kekerasan anak, hingga bullying.

“Pembentukan karakter sedari dini akan menumbuhkan budaya karakter bangsa yang baik serta mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat,” tegas Monika.

Sementara itu, narasumber lain dalam webinar, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabinus Bora Hangawuwali mengatakan, pendidikan karakter di era digital memang penting, karena itulah benteng bagi peserta didik dalam memilah, mengolah, merespon, juga memilih informasi digital yang terus membanjiri ruang digital.

“Pendidikan karakter secara tak langsung akan mengurangi overdosis informasi digital, sekaligus meningkatkan jiwa nasionalis dan mengetahui sikap yang ditunjukkan serta bijak dalam bertindak,” ujar Bora.

Dimoderatori Nindy Gita, webinar ini juga menghadirkan narasumber lain yakni Dosen Unnes Semarang Arif Hidayat, Guru MA Nur Iman Wahyuni Herawati serta seniman Ones selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Tiang Penahan Sempat Ambrol, Damkar Berhasil Evakuasi Kambing Jatuh ke Sumur

Tiang Penahan Sempat Ambrol, Damkar Berhasil Evakuasi Kambing Jatuh ke Sumur

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Desa Buniwah Resmi Dimulai

TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Desa Buniwah Resmi Dimulai

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Stunting Tak Bisa Diselesaikan Hanya dengan PMT

Stunting Tak Bisa Diselesaikan Hanya dengan PMT

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng   Kesehatan
Peringatan Isra Mi’raj Jadi Sarana Peningkatan Iman dan Ketaqwaan

Peringatan Isra Mi’raj Jadi Sarana Peningkatan Iman dan Ketaqwaan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pemilu 2024, Partisipasi Pemilih di Jepara Capai 85,4 Persen

Pemilu 2024, Partisipasi Pemilih di Jepara Capai 85,4 Persen

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan   Pemilu
Harga Mahal, Ratusan Warga Bulakamba Berebut Beras Murah Bulog

Harga Mahal, Ratusan Warga Bulakamba Berebut Beras Murah Bulog

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Puskesmas Pancur Rembang Raih Penghargaan Ganda dari BPJS Kesehatan

Puskesmas Pancur Rembang Raih Penghargaan Ganda dari BPJS Kesehatan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Pemkab Blora Komitmen Libatkan Kelompok Rentan Dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Blora Komitmen Libatkan Kelompok Rentan Dalam Pembangunan Daerah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Bawaslu Ungkap Laporan Temuan Proses Pemungutan Suara di Batang

Bawaslu Ungkap Laporan Temuan Proses Pemungutan Suara di Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemilu
Wabup Rembang: Masyarakat Berhak Dapatkan Yankes Terbaik

Wabup Rembang: Masyarakat Berhak Dapatkan Yankes Terbaik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Peningkatan Literasi dan Numerasi, SMPN 2 Bandar Kolaborasi dengan Mahasiswa Mengajar

Peningkatan Literasi dan Numerasi, SMPN 2 Bandar Kolaborasi dengan Mahasiswa Mengajar

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Aplikasi Sirekap Kembali Aktif, PPK Optimalkan Lima Panel

Aplikasi Sirekap Kembali Aktif, PPK Optimalkan Lima Panel

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemilu
Mengenal Suku Samin, Masyarakat Adat dari Pedalaman Blora

Mengenal Suku Samin, Masyarakat Adat dari Pedalaman Blora

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Seni & Budaya
Bupati Blora Minta Samin Trans Tingkatkan Pelayanan

Bupati Blora Minta Samin Trans Tingkatkan Pelayanan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Sidang Pembacaan Eksepsi Terdakwa Aktivis Lingkungan Karimunjawa Diwarnai Unjuk Rasa

Sidang Pembacaan Eksepsi Terdakwa Aktivis Lingkungan Karimunjawa Diwarnai Unjuk Rasa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dirayakan Sederhana, Begini Tradisi Ulang Tahun Anggota Polres Jepara

Dirayakan Sederhana, Begini Tradisi Ulang Tahun Anggota Polres Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemilu
TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X