Perkuat Budaya Lokal di Tengah Banjir Globalisasi Digital

infojateng.id - 28 Agustus 2021
Perkuat Budaya Lokal di Tengah Banjir Globalisasi Digital
Foto bawaslu.kebumen.go.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

KEBUMEN – Masuknya arus globalisasi di ruang digital berkemungkinan mengikis budaya lokal Indonesia. Itu sebabnya, promosi budaya Indonesia melalui ruang digital perlu digencarkan, terlebih Indonesia merupakan negara dengan pengguna internet yang cukup tinggi. Itulah soal menarik yang dibahas dalam webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk masyarakat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (27/8/2021). Kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari gerakan nasional literasi digital yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam mendukung percepatan transformasi digital.

Diskusi virtual tersebut dipandu oleh Bella Ashari (tv presenter) dengan menghadirkan empat narasumber: Adrie Wardhana (creative head FOINIKS Digital), Fadrian Gultom (praktisi teknologi finansial), Lanjar Utami (Kepala MAN 1 Karanganyar), Suwaibatul Aslamiyah (Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kebumen). Selain itu, ada seniman tari Mila Rosinta yang hadir sebagai key opinion leader. Masing-masing narasumber menyampaikan materi diskusi dengan perspektif literasi digital yang meliputi digital culture, digital ethics, digital skills, dan dital safety.

Mengawali paparan, Adrie Wardhana menjelaskan, saat ini media digital memiliki peranan yang cukup besar dalam mendorong perubahan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah kalangan muda yang lebih mengenal budaya asing daripada budaya sendiri. Keberadaan media sosial membuat budaya lokal terancam disingkirkan.

Kekayaan budaya Indonesia sebenarnya sudah kita pahami, namun perlu ditingkatkan lagi promosinya di era digital agar tidak terkikis. Media sosial menjadi sarana paling efektif untuk mempromosikan potensi dan budaya Indonesia, karena jangkauannya global dan pengguna media sosial sangat tinggi. Di Indonesia sendiri pengguna internet 202,6 juta dari total penduduk 274,9 juta jiwa. Selain itu media sosial juga menjadi sarana mencari informasi selain melalui peramban.

“Untuk mempromosikan budaya Indonesia di media sosial, kita mengetahui karakter media sosial yang ingin digunakan agar sasaran yang dituju bisa tepat. Instagram dan TikTok misalnya, memiliki pengguna rata-rata dari usia 16 tahun hingga 24 tahun, jika menyasar anak muda ia menjadi platform paling tepat. Kemudian untuk mencapai jangkauan lebih luas bisa memanfaatkan Youtube dengan format konten video,” jelas Adrie.

Tantangan selanjutnya adalah membuat konten yang menarik. Konten budaya yang dikolaborasikan dengan teknologi menjadi pilihan tepat di kondisi pandemi. Pendekatan ini juga dapat mengubah pandangan bahwa media sosial bisa mengubah konten budaya menjadi lebih menarik. Apakah dengan menyajikan hidden games wisatanya, atau kuliner unik daerahnya.

“Saat ini konten yang banyak diminati dengan tingkat engagement tinggi adalah konten fotografi, atau konten dengan format video pendek. Penggunaan hash tag menjadi penting agar konten mudah ditemukan. Serta buatlah konten yang mengajak orang untuk berinteraksi. Misalnya dengan pertanyaan sederhana yang memicu reaksi dan interaksi timbal balik. Serta paling penting adalah selalu memantau tren di media sosial,” urai Adrie.

Sementara itu, Suwaibatul Aslamiyah menambahkan dari segi etika digital dalam mempromosikan budaya lewat media digital. Ia mengatakan, aktivitas di dunia digital harus disertai dengan kesadaran, kejujuran, tanggung jawab, dan diisi dengan kebajikan.

“Dalam bermedia sosial pun ada tata caranya atau netiket. Mengingat bahwa di ruang digital juga ada keberadaan orang lain, sehingga harus mematuhi standar online yang berlaku. Selalu berpikir sebelum bertindak atau saring sebelum sharing informasi. Selalu menggunakan bahasa yang sopan dan santun, karena ini juga termasuk budaya orang Indonesia pada umumnya. Berbagi ilmu dan keahlian ketimbang permusuhan atau ujaran kebencian. Mampu menghormati privasi orang lain dan menjadi pengguna yang membawa perdamaian,” terang Suwaibatul Aslamiyah.

Etika juga berlaku ketika beraktivitas di ruang digital, yakni dengan bersikap hati-hati dalam mengunggah konten dan berkomentar. Pastikan unggahan tidak mengandung SARA, membangun relasi dan mempromosikan budaya dengan penuh kebaikan.

“Cara melestarikan budaya di media sosial yaitu dengan mempelajari budaya lokal dan mengikuti kegiatan budaya asal. Menjadikan budaya sebagai identitas serta mengenalkan produk budaya dalam bentuk konten grafis, tulisan, maupun video sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.(*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X