Memahami Hak Cipta dan HAKI sebagai Bagian dari Etika di Ruang Digital

infojateng.id - 7 September 2021
Memahami Hak Cipta dan HAKI sebagai Bagian dari Etika di Ruang Digital
patented patent document with badge and stamp vector graphic illustration - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

TEGAL – Pengampu Social Media Communication PT Cipta Manusia Indonesia Annisa Choiriya Muftada menuturkan, Indonesia telah memiliki sistem perlindungan hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) demi menjamin perlindungan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Namun, diakui Annisa, belum banyak lapisan masyarakat – khususnya pengguna ruang digital – memahami benar apa yang disebut dan masuk dalam HAKI ini. Sehingga, berbagai pelanggaran dan aduan terus terjadi baik disengaja maupun tak disengaja.

“Hak atas kekayaan intelektual merupakan hak eksklusif yang timbul sebagai hasil olah pikir serta kreativitas yang membuahkan produk atau proses yang berguna bagi manusia. Yang dimaksud eksklusif di sini adalah hak untuk memperoleh keuntungan ekonomi dari produk yang dilindungi oleh kekayaan intelektual tersebut,” kata Annisa saat menjadi pembicara dalam webinar literasi digital bertema “Posting Konten? Hargai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (6/9/2021).

Dalam webinar yang diikuti ratusan peserta itu, Annisa menguraikan jenis-jenis perlindungan kekayaan intelektual itu ada banyak ragamnya. Mulai dari hak cipta yang meliputi ilmu pengetahuan, seni, juga sastra. Ada pula hak paten yang meliputi temuan teknologi, produk, dan proses kerja yang memiliki fungsi teknis.

“Termasuk dalam HAKI adalah merek atau tanda atau nama dagang barang atau jasa,” jelas Annisa. Yang mungkin masih jarang terdengar adalah soal indikasi geografis, juga bisa masuk HAKI sebagai tanda yang menunjukkan daerah asal barang atau produk dibuat. Begitu pula HAKI soal rahasia dagang di mana informasi bidang teknologi yang dijaga kerahasiaannya.

“Bisa juga meliputi varietas hasil kegiatan pemuliaan suatu jenis tanaman, atau kreasi rancangan elemen elektronika atau juga bisa menyangkut produk yang mempunyai nilai estetis dua atau tiga dimensi,” ujar Annisa.

Annisa mengatakan, kita bisa menjaga bersama agar hak atas kekayaan intelektual ini tidak dilanggar. Salah satunya dengan memiliki digital skills, yakni sebuah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak teknologi informasi dan komunikasi serta sistem operasi digital mulai dari website hingga beragam aplikasi di smartphone.

Annisa mengatakan, pada umumnya pelanggaran atas hak cipta meliputi tindakan memperbanyak maupun menyebarkan karya ciptaan tanpa seizin dari pencipta atau pemilik hak cipta tersebut.

Bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta bisa berupa pelanggaran dari pihak lain bukan pemilik hak yang memberi wewenang berupa persetujuan atau dukungan kepada pihak lain untuk kepentingan dagang atau komersial. Misalnya, memecah produk untuk dijual eceran dan didistribusikan tanpa seizin pemilik hak cipta, sampai memperbolehkan serta menyediakan tempat pembelian umum untuk digunakan sebagai tempat transaksi ilegal.

“Bisa dilihat dari pemantauan atau penayangan karya yang melanggar hak cipta ini. Bahkan yang populer, menyanyikan lagu karya orang lain pun harus tetap minta izin. Ini bagian melindungi karya dari pencurian di era digital,” kata Annisa.

Untuk mencegah pencurian hak cipta ini, pemilik bisa menambahkan watermark, atau memakai barcode khusus. Disarankan Annisa, agar jangan pernah membagikan foto atau video dengan resolusi tinggi ke internet.

“Ingat, selalu tambahkan hak cipta pada file metadata. Baca ketentuan situs web sebelum Anda membagikan foto dan jika produk itu untuk kepentingan banyak orang bisa didaftarkan lebih dulu ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Annisa.

Annisa lalu mengajak para pengguna digital untuk bisa menghargai karya orang lain dengan menerapkan beberapa langkah praktis. “Jangan asal ambil hasil karya orang lain di internet. Jangan berusaha mengubah atau menghilangkan watermark di hasil karya orang lain, apalagi mengaku sebagai pemilik karya. Jangan menyalahgunakan hasil karya orang lain dan budayakan mencantumkan sumber asli,” tegas dia.

Narasumber lain webinar itu, pengajar Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap M. Fatikhun mengatakan, etika digital menjadi bagian penting menghormati dan menghargai HAKI di ruang digital. “Dengan etika digital ini pengguna diingatkan untuk menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri merasionalkan mempertimbangkan bahwa menggunakan media digital semestinya diarahkan pada suatu niat sikap dan perilaku yang etis demi kebaikan bersama,” kata Fatikhun.

Fathikun menuturkan, ruang lingkup etika yang terpenting salah satunya soal kesadaran. Yakni, kesadaran dalam melakukan sesuatu dengan sadar atau memiliki tujuan. Karena media digital yang cenderung instan seringkali membuat penggunanya melakukan sesuatu dengannya tanpa sadar sepenuhnya dan tindakan itu terasa seperti otomatis begitu memegang gawai.

Etika digital juga terkait tanggung jawab yakni dengan dampak atau akibat yang ditimbulkan dari suatu tindakan maka bertanggung jawab adalah hal terbaik. Etika digital juga soal menjaga integritas yang dalam hal ini soal kejujuran karena media digital adalah dunia yang sangat berpotensi manipulatif, mudah dan menyediakan konten yang sangat besar hingga menggoda penggunanya bertindak tidak jujur dalam bentuk pelanggaran hak cipta. Misalnya plagiasi, manipulasi dan sebagainya.

“Etika digital juga soal integritas menjaga kebajikan menyangkut hal-hal yang bernilai kemanfaatan kemanusiaan dan kebaikan,” kata Fathikun.

Webinar yang dimoderatori Malfin Rizqi ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni Founder Jogjania.com Jota Eko Hapsoro, Pemimpin Umum Harian Radar Tegal M. Sekhun Ichrom, serta Victor Anindia selaku key opinion leader.




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X