Tren Digitalisasi, Solusi Efisiensi Perusahaan Jangka Panjang

infojateng.id - 8 September 2021
Tren Digitalisasi, Solusi Efisiensi Perusahaan Jangka Panjang
Foto ilustrasi digitalisasi perusahaan, foto amt.it.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANTUL – Meski di banyak kota dilaporkan mulai meredup serangannya, tapi badai Covid-19 telanjur berdampak parah. Kondisi perekonomian remuk dan meninggalkan problem pengangguran yang serius. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Juli s.d. September 2020, seperti dipaparkan dosen D3 Manajemen UII Yoyakarta Maisaroh, menyebutkan pertambahan angka pengangguran sudah tembus 2,6 juta orang

”Selain itu, jumlah perusahaan yang terdaftar di BPS, yang terpaksa mem-PHK karyawan sudah mencapai 11,8 persen dari seluruh perusahaan,” ungkap Maisaroh, saat tampil dalam webinar literasi digital mengusung tema ”Trend Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk masyarakat Kabupaten Bantul, 30 Juni lalu.

Masih mengutip data BPS periode sama Juli-September 2020, angka lowongan kerja yang diiklankan di beragam media juga mengalami penurunan drastis. ”Dari semula 34,46 ribu iklan lowongan kerja se-Indonesia, turun menjadi hanya 11,42 ribu iklan lowongan. Artinya terjadi penurunan parah lowongan kerja di berbagai perusahaan,” papar Maisaroh.

Meski demikian, dalam riset World Economic Forum (WEF) pada periode 2020, PHK sejatinya merupakan pilihan terakhir yang diambil banyak perusahaan di Indonesia untuk bertahan dari pandemi. Ada beberapa pilihan solusi bertahan yang diambil banyak perusahaan untuk survive dari pandemi yang dicatat dalam riset WEF.

”Di antaranya adalah skenario work from home (WFH) 91%, digitalisasi 75%, kurangi karyawan 41,7%, pelatihan upskilling dan reskilling 41%. Tapi memang, digitalisasi merupakan arah efisiensi jangka panjang untuk survival banyak perusahaan,” cerita rinci Maisaroh dalam webinar yang diikuti ratusan peserta lintas generasi dan profesi dari berbagai penjuru Kabupaten Bantul dengan penuh antusias.

Dipandu oleh moderator Ayu Perwari, Maisaroh hari itu tampil bersama tiga pembicara lain: Khelmy Pribadi (Project Koordinator Knowledge Hub (K-HUB), Oka Aditya (research analist), dan Sumadji Zamroni dari Literasi Indonesia yang juga Dewan Nasional Fitra. Hadir pula Niya Kurniawan, blogger dan founder @nityfluencer, yang tampil sebagai key opinion leader.

Mengutip catatan Khelmy Pribadi, meski dunia usaha konvensional kondisinya remuk redam, namun bisnis digital mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Kecuali dunia e-commerce yang memerlukan mobil fisik, khususnya traveler dalam beragam pilihan yang meredup pemasukannya selama PPKM, di bidang bisnis digital yang dilakukan secara online di banyak e-commerce justru tumbuh berkembang.

”Begitu juga, banyak start up baru di bidang food and beverages, fesyen dan beragam kerajinan yang dikonsumsi kaum muda seperti sepatu, tas dan ragam industri yang menjual hobi anak muda, terus tumbuh dan tetap menjanjikan di masa pandemi,” cerita Khelmy.

Narasumber lain, Sumadji, juga mewartakan banyaknya ragam produk berbasis tanaman endemik Indonesia yang secara online kini diburu banyak pengusaha minyak herbal yang lagi viral di Timur Tengah dan Eropa. Kata Sumadji, bahan baku minyak herbal yang dicari adalah tanaman nyamplung, yang mestinya banyak terdapat di Bantul, meski belum tampak ada yang serius menanam dan menjadikannya kebun.

”Nah, lewat pasar digital, tanaman ini dipasarkan secara eksklusif karena pasokannya langka dan banyak dicari. Kalau banyak orang Bantul mau menanam dan mengebunkan nyamplung secara serius, ini akan menjadi tanaman yang dicari pasar dunia. Kecakapan digital harus dikuasai untuk memasarkan tanaman ini, agar bisa mendapat harga dan order terbaik dan kesinambungan,” ujar Sumadji serius dan berharap pada para peserta.

Tak hanya itu. Sumadji juga beroleh info, belakangan banyak perusahaan Amerika dan Eropa yang mau membangun branding baru untuk pasar Indonesia dari produk-produk mereka. Mereka serius sedang mencari kreator-kreator konten yang bisa membuatkan konten promosi produk mereka dalam bahasa Indonesia dengan narasi dan video menarik.

”Mereka tidak ingin meng-hire biro iklan, karena mahal. Mereka senang bekerja kolaboratif dengan kreator konten muda yang relatif lebih hemat dan bisa diajak berdiskusi dan terlibat lebih jauh. Monggo, ditangkap saja peluang ini, tentu dengan mengontak mereka di dunia maya,” pesan Sumadji.

Kalau bahasa masih jadi kendala, Maisaroh menimpali, harus segera dipelajari cepat. Ia lalu membocorkan peluang digital lain. Kata Maisaroh, banyak mahasiswanya yang kewalahan menerima order menjadi web developer bagi beberapa UMKM lokal yang mau ’go digital’, bisa dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing: Inggris dan Mandarin, dua pasar yang ramai, sebulan bisa sepuluh order.

”Mereka mulai kewalahan dan banyak merekrut kawan. Ini pertanda bisnis tersebut juga berkembang dan mestinya tak bisa jadi sambilan. Memang, digitalisasi pasar beragam usaha bagi yang pandai dan lincah menangkap peluang sedang berkembang dan menantang. Monggo rame-rame ditangkap peluangnya,” pesan Maisaroh, sumringah. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X