Mengembalikan Kembali Unggah-ungguh Etika Jawa di Ruang Digital

infojateng.id - 22 September 2021
Mengembalikan Kembali Unggah-ungguh Etika Jawa di Ruang Digital
Foto venuemagz.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANYUMAS – Maraknya kemajuan dunia media sosial satu dekade ini, disadari atau tidak, membuat wong Jowo kehilangan tradisi budaya Jawanya. Bagaimana tidak. Dengan populasi warganet sebanyak 63 persen dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 274 juta jiwa, selain berisi kaum milenial, sebagian dari mereka tentu berdarah suku Jawa. Padahal, di dunia nyata, orang Jawa dikenal ramah, semanak, sopan dan mudah bergaul.

Ibarat kenal orang lewat depan rumah, yang numpang tanya alamat ternyata saudara jauh, diampirkan dulu ke rumah, lalu dikasih minum. Dan ketika bercakap dengan lawan bicara, kenal tata krama, ewuh pakewuh, jaga perasaan, dan toleransi. Itu image wong Jowo di dunia nyata,” ujar Anggityas, dosen IAIN Purwokerto, saat berbicara dalam webinar literasi digital bertajuk ”Komunikasi Publik yang Sehat di Era Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk warga Kabupaten Banyumas, 2 Juli 2021.

Tapi, bagaimana ulah sebagian wong Jowo saat berada di dunia maya? Nah, ini yang mengejutkan dan bikin gelo, kecewa. ”Lha kok, tiba tiba disurvei Microsoft 2020, warganet yang banyak orang Jawanya itu dicap rangking 29 dari 32 negara paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Sebagai wong Jogja yang jadi dosen di Purwokerto, hasil survei ini mengejutkan dan memalukan saya. Kok bisa?” ungkap Anggityas, gemas.

Lebih-lebih, dalam data yang disurvei Microsoft, ada tiga poin penyebab warganet Indonesia menjadi kelompok yang tidak sopan di dunia maya. Penyebab pertama tentulah media sosial yang telah menjadi rumah tanpa batas, bebas yang menghilangkan budaya timurnya. Karena ada aplikasi yang bisa memposting dengan akun anonim, ini yang bikin warganet jadi hilang rasa ramahnya di dunia nyata. Menjadi tidak sopan.

”Bahkan, usai launching penilaian itu, akun Instagram Microsoft sampai dinonaktifkan karena kolom chat komennya diserbu warganet Indonesia yang malah marah dan komentar yang kelewat batas di akun itu,” cerita Anggityas.

Survei Microsoft itu sendiri dilakukan terukur. Ukuran Microsoft menilai kesopanan itu berdasar tiga poin penilaian, yakni: aspek hoaks dan penipuan yang diposting oleh warganetnya 47%, ujaran kebencian yang diposting 27%, dan diskriminasi sosial 13%. Dengan tiga tolok ukur itu, jujur, hal itu membuktikan warganet Indonesia yang mestinya punya tatakrama, ramah dan bisa jaga ewuh pakewuh saat bicara meski di dunia maya, telah kelepasan dan kehilangan jati diri. Itu kondisi yang memprihatinkan.

”Mari kembali ke etika Jawa dan Indonesia yang sopan dan ramah . Jaga norma tradisi budaya ewuh pekewuh, tenggang rasa saat memposting di medsos, agar citra kesopanan bisa dipulihkan,” papar Anggityas lebih rinci.

Sementara itu, Ahmad Firmanamal menuturkan, dalam beragam website di berbagai lembaga, pemerintah sebenarnya telah hadir di media sosial dengan beragam tujuan yang memang semestinya dijalankan. Pertama, dalam partisipasi demokrasi, untuk mengumpulkan ide dan solusi lewat diskusi partisipasi publik dalam memperkaya ide program pembangunan nasional.

Kedua, medsos pemerintah ditujukan untuk mengumpulkan solusi dan inovasi pembangunan yang bisa dikolaborasi secara nasional. Dan ketiga, medsos pemerintah ditujukan untuk transparansi dan keterbukaan atas pelaksanaan program pembangunan nasional oleh pemerintah untuk diawasi masyarakat agar lebih akuntabel.

”Jadi, pemerintah juga hadir dalam media sosial lewat beragam websitenya agar mengundang partisipasi masyarakat warganet Indonesia,” ujar Ahmad Firmanamal, Deputi Humas dan Kelembagaan Kemensesneg yang juga tampil membahas tema tersebut.

Anggityas dan Firmanamal tampil seru dalam webinar yang dipandu moderator Danny Septiana, ditemani dua pembicara lain: Tony Desryanto (praktisi teknologi informasi) dan Yoshe Anggela dari Kaizen Room, serta Riny Wulandari, juara Indonesian Idol 2007 selaku key opinion leader.

Words Have Power, kata-kata itu punya kekuatan. Terkait itu, Tony Desryanto mengajak warganet Indonesia untuk menyadari betul bahwa kata-kata yang ditulis dan diposting dalam beragam medsos, baik sebagai komentar pribadi maupun bagian dari konten digital yang diposting, mesti direnung dan dicamkan betul sebelum diposting. Sebab, hal itu akan menjadi jejak digital sepanjang hayat.

”Jejak digital itu punya kekuatan mengangkat atau menjatuhkan masa depan Anda. Hati-hati betul saat men-share informasi, saring dan cheking. Jadikan itu budaya baru warganet Indonesia. Kalau dulu mulutmu harimaumu, kini pahami kalau jarimu serius bisa menentukan masa depanmu,” pesan Tony, mewanti-wanti peserta. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Menuju Jateng Bersinar, Pemkab Cilacap Tingkatkan Upaya P4GN

Menuju Jateng Bersinar, Pemkab Cilacap Tingkatkan Upaya P4GN

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
1320 Calon Jemaah Haji Cilacap Ikuti Bimbingan Manasik

1320 Calon Jemaah Haji Cilacap Ikuti Bimbingan Manasik

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Rakor POK Triwulan I, Progres Pelaksanaan Kegiatan Hampir Capai Target

Rakor POK Triwulan I, Progres Pelaksanaan Kegiatan Hampir Capai Target

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Pemerintahan
PPIH Embarkasi Solo Dilantik, Sekda Jateng Tekankan Keikhlasan Layani Jemaah Haji

PPIH Embarkasi Solo Dilantik, Sekda Jateng Tekankan Keikhlasan Layani Jemaah Haji

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Rembang Upayakan Penambahan Kuota LPG 3 Kg

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Rembang Upayakan Penambahan Kuota LPG 3 Kg

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
PPID Jepara Gelar Uji Konsekuensi Informasi Publik Dikecualikan

PPID Jepara Gelar Uji Konsekuensi Informasi Publik Dikecualikan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Guru Penggerak Diharapkan Cetak Murid Berkompetensi Global dan Berkarakter Pancasila

Guru Penggerak Diharapkan Cetak Murid Berkompetensi Global dan Berkarakter Pancasila

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
BNNK Dorong Peran Orang Tua dan Guru BK untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

BNNK Dorong Peran Orang Tua dan Guru BK untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Halalbihalal Persada, Pj. Bupati: Petinggi dan Carik Harus Harmonis Mengemban Tugas di Desa

Halalbihalal Persada, Pj. Bupati: Petinggi dan Carik Harus Harmonis Mengemban Tugas di Desa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
KPU Temanggung Buka Pendaftaran PPK Pilkada 2024, Catat Tanggalnya

KPU Temanggung Buka Pendaftaran PPK Pilkada 2024, Catat Tanggalnya

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Bahagianya Saat Polisi RW di Jepara Dapat Hadiah Sepeda Motor dari Kapolres

Bahagianya Saat Polisi RW di Jepara Dapat Hadiah Sepeda Motor dari Kapolres

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Anti Ribet, RS Graha Husada Jepara Luncurkan Aplikasi Terintegrasi

Anti Ribet, RS Graha Husada Jepara Luncurkan Aplikasi Terintegrasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Pemkab Serahkan Uang Jasa untuk Ribuan Tenaga Pendidik Keagamaan Nonformal

Pemkab Serahkan Uang Jasa untuk Ribuan Tenaga Pendidik Keagamaan Nonformal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Rembang Minta Penerima Bantuan Hibah Tak Langgar Aturan

Bupati Rembang Minta Penerima Bantuan Hibah Tak Langgar Aturan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Atlet Batang Masih Kuasai Perolehan Medali dalam Ajang Popda 2024

Atlet Batang Masih Kuasai Perolehan Medali dalam Ajang Popda 2024

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Olahraga
Sambut Waisak, Bhikkhu Thudong Bakal Jalan Kaki dari India ke Borobudur

Sambut Waisak, Bhikkhu Thudong Bakal Jalan Kaki dari India ke Borobudur

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Selama Even Popda, Jumlah Hunian Kamar Hotel di Batang Meningkat

Selama Even Popda, Jumlah Hunian Kamar Hotel di Batang Meningkat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Target Penduduk Jepara Terlindungi Program JKN Sisa 11,19 Persen

Target Penduduk Jepara Terlindungi Program JKN Sisa 11,19 Persen

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan   Pemerintahan
Peringati Hari Jadi Ke-58, Kabupaten Batang Gelar Kirab Budaya Spektakuler

Peringati Hari Jadi Ke-58, Kabupaten Batang Gelar Kirab Budaya Spektakuler

Eks Karesidenan Pekalongan   Hiburan   Info Jateng
Sertijab Direktur RSI Sultan Hadlirin, Edy Supriyanta: Selalu Komitmen Layani Masyarakat

Sertijab Direktur RSI Sultan Hadlirin, Edy Supriyanta: Selalu Komitmen Layani Masyarakat

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X