Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Uang Yayasan UMK Dituntut 3,5 Tahun

infojateng.id - 23 Oktober 2019
Terdakwa Kasus Dugaan Penggelapan Uang Yayasan UMK Dituntut 3,5 Tahun
Sidang kasus dugaan penggelapan keuangan Yayasan Pembina Universitas Muria Kudus dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22-10-2019). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif - ()
Penulis
|
Editor

KUDUS – Dua terdakwa kasus dugaan penggelapan keuangan Yayasan Pembina Universitas Muria Kudus dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Kudus, Jawa Tengah, dituntut hukuman penjara 3,5 tahun, Selasa.

Sidang lanjutan di PN Kudus dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kurnia Dewi Makatitta dipimpin oleh Singgih Wahono dan hakim anggota Edwin Pudyono Marwiyanto dan Dedi Ady Saputra.

Dalam tuntutannya, JPU menganggap terdakwa I Lilik Riyanto yang merupakan mantan Bendahara Umum Yayasan Pembina UMK dan terdakwa II Zamhrui mantan Staf Yayasan Pembina UMK melanggar Pasal 378 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

JPU meminta majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan.

Sementara itu, ketua majelis hakim Singgih Wahono mempersilakan para terdakwa untuk melakukan pembelaan.

Kedua terdakwa sendiri akan menyampaikan pembelaan pada sidang lanjutan yang diagendakan pada hari Kamis (24/10).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa terdakwa I dan II melakukan pembelian dan pembayaran sembilan bidang tanah di Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, tanpa melalui rapat pengurus dan tidak meminta persetujuan Yayasan Pembina UMK sehingga melanggar ketentuan dalam anggaran rumah tangga Yayasan Pembina UMK.

Dalam transaksi pembelian tanah senilai Rp13,05 miliar, akhirnya baru terbayar Rp10,2 miliar dan masih kurang Rp2,5 miliar.

Pemilik tanah akhirnya membatalkan transaksi tersebut karena belum ada pelunasan, kemudian yang dibayarkan sebelumnya dikembalikan ke rekening milik Yayasan Pembina UMK.

Akibat perbuatan para terdakwa, Yayasan Pembina UMK diduga mengalami kerugian sebesar Rp2,847 miliar atau setidak-tidaknya sejumlah itu.

Atas perbuatannya itu, mereka diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kedua terdakwa juga sudah ditahan oleh JPU sejak 5 Agustus 2019. Penahanan tersebut diperpanjang saat persidangan berjalan.

Pada agenda persidangan sebelumnya, sejumlah saksi juga dihadirkan untuk dimintai keterangan oleh majelis hakim.
Sebagian saksi berasal dari pengurus Yasan Pembina UMK, seperti Ketua Yayasan Djufan Ahmad serta staf-staf yayasan lainnya, pihak penjual tanah Muhammad Ali, hingga notaris yang membuatkan akad jual beli tanah. (*)

Sumber : antarajateng.com




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Kuota Haji 2024 Jateng Bertambah, Pj Gubernur Dorong Pembangunan Embarkasi Baru

Kuota Haji 2024 Jateng Bertambah, Pj Gubernur Dorong Pembangunan Embarkasi Baru

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
RS Bhayangkara Blora Ditarget Operasional Februari 2024

RS Bhayangkara Blora Ditarget Operasional Februari 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Anak Disabilitas Sragen Hasilkan Batik Kontemporer dan Sibori

Anak Disabilitas Sragen Hasilkan Batik Kontemporer dan Sibori

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Peringatan Hakordia Tingkat Provinsi Jateng, 29 Desa Antikorupsi Raih Penghargaan

Peringatan Hakordia Tingkat Provinsi Jateng, 29 Desa Antikorupsi Raih Penghargaan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
PPID Cilacap Paparkan Kinerja Keterbukaan Informasi dalam Uji Publik Komisi Informasi Jateng

PPID Cilacap Paparkan Kinerja Keterbukaan Informasi dalam Uji Publik Komisi Informasi Jateng

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Antusias Perempuan Ikuti Serat Kartini yang Digelar Pemprov Jateng

Antusias Perempuan Ikuti Serat Kartini yang Digelar Pemprov Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Desa Kemiri Barat Raih Predikat Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi

Desa Kemiri Barat Raih Predikat Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Gelar Konsolidasi, Relawan AMIN Jepara Optimis Raup 40 Persen Suara

Gelar Konsolidasi, Relawan AMIN Jepara Optimis Raup 40 Persen Suara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Desa Brokoh Raih Penghargaan Desa Cantik se-Provinsi Jateng

Desa Brokoh Raih Penghargaan Desa Cantik se-Provinsi Jateng

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Potensi Desa
Peringati Hari Bakti Ke-78, DPUPR Blora Giat Bersih Sungai dan Penanaman Pohon

Peringati Hari Bakti Ke-78, DPUPR Blora Giat Bersih Sungai dan Penanaman Pohon

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
KONI Jepara Gelar Rakerkab, Pj. Bupati Beri Bonus Atlet Berprestasi

KONI Jepara Gelar Rakerkab, Pj. Bupati Beri Bonus Atlet Berprestasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pj Bupati Batang Dianugerahi PGRI Award

Pj Bupati Batang Dianugerahi PGRI Award

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Kendal Sabet 2 Penghargaan Top Digital Award 2023

Pemkab Kendal Sabet 2 Penghargaan Top Digital Award 2023

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kasus DBD di Jateng Menurun, Dinkes Jateng Minta Warga Waspada saat Pancaroba

Kasus DBD di Jateng Menurun, Dinkes Jateng Minta Warga Waspada saat Pancaroba

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Kesehatan
Kampung KB di Rembang Jadi Amunisi Tambahan Tekan Kasus Stunting

Kampung KB di Rembang Jadi Amunisi Tambahan Tekan Kasus Stunting

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pj Ketua TP PKK Kukuhkan Pembina Posyandu se-Jateng

Pj Ketua TP PKK Kukuhkan Pembina Posyandu se-Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Sosialisasi dan Launching Smart Service Kepegawaian

Sosialisasi dan Launching Smart Service Kepegawaian

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Pemkab Jepara Optimis Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024 Meningkat

Pemkab Jepara Optimis Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024 Meningkat

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemilu
Perkuat Inovasi, Sekda Jateng Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan

Perkuat Inovasi, Sekda Jateng Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Pj Bupati Cilacap Kukuhkan FKUB Periode 2023 – 2028

Pj Bupati Cilacap Kukuhkan FKUB Periode 2023 – 2028

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Close Ads X