Kenali Cirinya dan Lawan Ujaran Kebencian

infojateng.id - 11 Oktober 2021
Kenali Cirinya dan Lawan Ujaran Kebencian
Ilustrasi ujaran kebencian di medsos, Sumber foto: outsidethebeltway.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

KEBUMEN – Maraknya ujaran kebencian di media digital perlu terus dilawan dengan berbagai cara agar ruang digital dapat berkembang secara sehat dan bermanfaat.

Intensnya kemunculan ujaran kebencian di media sosial acapkali dipicu karena media sosial cenderung memungkinkan orang untuk mengutarakan ekspresinya secara bebas.

Juga tentang sifat media sosial yang mudah menciptakan ruang gema dimana ujaran kebencian sudah terlanjur dianggap hal yang biasa dilakukan.

“Kita perlu lawan ujaran kebencian ini dengan salah satunya mengenali unsur-unsurnya, sehingga bisa langsung kita tangkal ketika menemuinya di ruang digital,” kata Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kebumen Suwaibatul Aslamiyah saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema ”Melawan Ujaran Kebencian Di Dunia Maya” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat (6/8/2021).

Suwaibatul mengatakan hal paling sederhana mengenali unsur ujaran kebencian melihat dari apa isi ujarannya dan ditujukan kepada kelompok individu yang mana. Ia memberi contoh dua kalimat.

Pertama, “Di dunia ini banyak orang goblok salah satunya Lo”.
Sedangkan contoh kalimat kedua, “Dasar orang “Suku X” pantes saja suka marah marah nggak jelas”

Suwaibatul mengatakan kedua ucapan itu sama-sama mengekspresikan kebencian. Bedanya, ucapan pertama tidak didasarkan pada identitas tertentu tetapi lebih pada sifat seseorang yang dalam contoh ini adalah bodoh. Maka, contoh ucapan pertama ini tidak dikategorikan ujaran kebencian.

Adapun di contoh ucapan kedua, ekspresi kebencian didasarkan pada identitas tertentu dan intoleransi terhadap suku tertentu. Sehingga di ucapan kedua ini termasuk dalam kategori ujaran kebencian.

Ujaran kebencian disebut kerap muncul juga karena faktor ketidaksengajaan. Suwaibatul melanjutkan pengguna sering kali secara tidak sadar mengungkapkan ketidaksukaannya secara eksplisit atau terus terang, dan melupakan bahwa menggunakan media digital ada etikanya.

Padahal, hasutan kebencian dalam bentuknya yang paling berbahaya dapat memicu kekerasan fisik dan psikologis.

Dalam beberapa kasus, hasutan kebencian menjadi alat politik untuk menghimpun dukungan mengerahkan massa. Kemarahan massa itu bisa dipicu ujaran provokatif satu arah untuk menyasar pihak lain, tapi bisa juga dipicu pelintiran terhadap ujaran pihak lain yang dianggap provokatif.

“Kita pengguna ruang digital punya tanggung jawab bersama menjaga ruang digital agar bebas dari ujaran kebencian. Bahwa forum digital harus mempunyai aturan dan tata tertib tertentu, aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet,” tegas Suwaibatul.

Suwaibatul lantas menjelaskan di dunia digital dikenal adanya etiket
berinternet atau yang lebih dikenal dengan Netiket kepanjangan Network Etiquette.

“Apa itu Netiket? Netiket ini semacam tata krama bagi semua pengguna saat menggunakan Internet. Hal paling mendasar dari netiket adalah kita harus selalu menyadari bahwa kita berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekedar dengan deretan karakter huruf di layar monitor,” ujar Suwaibatul.

Narasumber lain webinar itu, Muawwin, Co Founder Akademi Virtual Media, mengatakan dampak media sosial kepada kehidupan masyarakat sangat beragam, baik maupun buruk.

“Media sosial berperan mempengaruhi persepsi dan juga perilaku publik. Media sosial bisa mempengaruhi pengambilan keputusan dari institusi juga kelompok masyarakat,” kata Muawwin.

Muawwin menambahkan, media sosial juga seringkali bisa membentuk opini publik dalam merespons informasi. Hanya saja dari media sosial, yang perlu diwaspadai ketika fakta sudah bercampur dengan kebohongan atau hoaks.

Webinar itu turut menghadirkan narasumber dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Waryani Fajar Riyanto, dosen Sosiologi Fisip UNS Akhmad Ramdhon, serta dimoderatori Bella Ashari dan Nanda Candra sebagai key oponion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Jelang Proliga 2024, Gresik Petrokimia Mengandalkan Pedro Lilipaly Sebagai Juru Taktik

Jelang Proliga 2024, Gresik Petrokimia Mengandalkan Pedro Lilipaly Sebagai Juru Taktik

Info Jateng   Olahraga
Halalbihalal, Bupati Apresiasi Polres Blora dalam Pengamanan Idulftri 1445 dan Arus Mudik

Halalbihalal, Bupati Apresiasi Polres Blora dalam Pengamanan Idulftri 1445 dan Arus Mudik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Nelayan Batang Gelar Lomba Dayung, Ajang Bangun Kebersamaan dan Perkuat Rasa Persaudaraan

Nelayan Batang Gelar Lomba Dayung, Ajang Bangun Kebersamaan dan Perkuat Rasa Persaudaraan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
IGD RSUD Batang Siagakan Petugas Medis 24 Jam Selama Lebaran

IGD RSUD Batang Siagakan Petugas Medis 24 Jam Selama Lebaran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Gencarkan Patroli ke Objek Wisata, Polres Jepara Gelar Pengamanan Libur Lebaran 2024

Gencarkan Patroli ke Objek Wisata, Polres Jepara Gelar Pengamanan Libur Lebaran 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Nana Sudjana Gelar “Open House” Idulfitri, Romo Robertus : Ini Kesempatan Istimewa

Nana Sudjana Gelar “Open House” Idulfitri, Romo Robertus : Ini Kesempatan Istimewa

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Mudahkan Silaturahmi, Sekda Jateng Gelar Open House

Mudahkan Silaturahmi, Sekda Jateng Gelar Open House

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Buntut Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, PO. Rosalia Indah Berpeluang Kena Sanksi

Buntut Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, PO. Rosalia Indah Berpeluang Kena Sanksi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Indonesia Berhasil Antar 4 Wakil di Perempatfinal Badminton Asia Championships 2024

Indonesia Berhasil Antar 4 Wakil di Perempatfinal Badminton Asia Championships 2024

Info Nasional   Olahraga
Kualitas Alat Belum Maksimal, Hilal di Batang Sulit Terpantau

Kualitas Alat Belum Maksimal, Hilal di Batang Sulit Terpantau

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Waspada Gangguan Keamanan, Patroli dan Penjagaan di Stasiun KA Cepu Diintensifkan

Waspada Gangguan Keamanan, Patroli dan Penjagaan di Stasiun KA Cepu Diintensifkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Apresiasi Petugas Kebersihan, Bupati Berikan Bingkisan Hingga Perjuangkan Jadi PPPK

Apresiasi Petugas Kebersihan, Bupati Berikan Bingkisan Hingga Perjuangkan Jadi PPPK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Polisi Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Ditinggal Mudik Pemiliknya

Polisi Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Ditinggal Mudik Pemiliknya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Cerianya Anak Yatim Piatu saat Diajak Polisi Jepara Belanja Baju Lebaran

Cerianya Anak Yatim Piatu saat Diajak Polisi Jepara Belanja Baju Lebaran

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
RSUD Batang Tetap Layani Pasien Selama Libur Lebaran

RSUD Batang Tetap Layani Pasien Selama Libur Lebaran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Polres Batang Imbau Warga Tak Main Petasan saat Malam Takbiran

Polres Batang Imbau Warga Tak Main Petasan saat Malam Takbiran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Dukung Kelancaran Pemudik, Kwarcab Batang Siagakan Personel

Dukung Kelancaran Pemudik, Kwarcab Batang Siagakan Personel

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Resmi! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

Resmi! Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1445 H Jatuh pada Rabu 10 April 2024

Info Jateng   Info Nasional
Hilal Tidak Terlihat di Pantai Kartini, Cuaca dan Alat Jadi Kendala

Hilal Tidak Terlihat di Pantai Kartini, Cuaca dan Alat Jadi Kendala

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Mudik Lebaran 2024, Polres Jepara Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Terminal

Mudik Lebaran 2024, Polres Jepara Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Terminal

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X