Transaksi Melalui Dompet Digital Alami Peningkatan

Transaksi Melalui Dompet Digital Alami Peningkatan

infojateng.id - 23 Oktober 2021
Transaksi Melalui Dompet Digital Alami Peningkatan
Foto lifepal.co.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

PATI – Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi pembayaran digital atau uang elektronik mencapai Rp 47,19 triliun sepanjang 2018. Angka itu meningkat empat kali lipat dibandingkan nilai transaksi tahun sebelumnya Rp 12,37 triliun.

“Generasi X, Generasi Milenial, dan Generasi Z yang mendominasi penggunaan uang elektronik saat ini,” kata pegiat literasi komunitas Al Farid saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema “Transformasi Digital UMKM di Masa Pandemi COVID-19” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (21/10/2021).

Dalam webinar yang diikuti 200-an peserta itu, Farid menjelaskan yang dimaksud generasi X adalah mereka yang terlahir kurun waktu 1965-1980 yang populasinya di Indonesia berdasar data BPS tahun 2020 sebanyak 21,88 persen. Sedangkan generasi millenial mereka yang terlahir kurun waktu 1981-1996 dengan populasi 25,87 persen dan generasi Z kelahiran 1997-2012 yang populasinya sebesar 27,94 persen.

Farid pun merujuk laporan katadata di mana dari hasil survei terhadap 1.582 responden, 20 persen di antaranya memilih menggunakan layanan pembayaran digital dari perusahaan fintech dibanding milik bank, perusahaan telekomunikasi, atau e-commerce.

Dari hasil survei tersebut, 90 persen responden mengaku sebagai pengguna dompet digital milik perusahaan fintech. Pengguna dompet digital milik bank (65 persen), provider telekomunikasi (39 persen), dan layanan digital milik e-commerce (35 persen).

“Jadi kita bisa melihat jelas telah terjadinya pergeseran model transaksi kita saat ini,” kata dia. Yang dulunya model barter saat masa prasejarah, lalu memasuki abad 10 dengan model konvensional alias mata uang, dan abad ke 20 dengan transaksi digital.

Farid mengatakan media yang digunakan untuk melakukan berbagai macam transaksi itu pun juga ikut berubah. Mulai dari tunai menjadi non tunai dari paper based menjadi elektronic based.

Jika sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal baik uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran. Sedangkan sistem pembayaran non tunai instrumen yang digunakan berupa alat pembayaran menggunakan kartu, cek, bilyet, giro, nota, debit maupun uang elektronik.

Narasumber lain webinar itu trainer capacity building Syukron Abi mengatakan UMKM tangkas terbukti bisa bertahan tumbuh dan maju dalam era pandemi.

“Yang perlu dipikirkan, bagaimana caranya agar dapat bertahan, dapat berkembang dan melakukan pencegahan dari keterpurukan serta adaptasi,” katanya.

Dengan cara melakukan analisa SWOT (strength, weakness, opportunity, treat), terus berinovasi, memastikan efektivitas anggaran, ikut komunitas dan kolaborasi, dan go-ing digital.

Webinar itu juga menghadirkan narasumber pegiat UMKM Yulius Wibowo, bussiness coach UMKM Rizki Ayu Febriana, serta dimoderatori Fikri Hadil serta Safira Hasna selaku key opinion leader. (*)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X