Unik, di Klaten Tengah Pasangan Pengantin Wajib Tebar Benih Ikan di Sungai

Unik, di Klaten Tengah Pasangan Pengantin Wajib Tebar Benih Ikan di Sungai

infojateng.id - 15 Desember 2019
Unik, di Klaten Tengah Pasangan Pengantin Wajib Tebar Benih Ikan di Sungai
Pasangan pengantin saat menebar benih ikan. (ADITYA/HUMAS JATENG) - ()
Penulis
|
Editor

KLATEN – Kebiasaan unik dilakukan warga Kampung Sidorejo, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Sebab, setiap pasangan pengantin baru wajib menebar benihbikan di Kali Lunyu kampung setempat.
Seperti yang dilakukan pengantin pasangan Wahudin,27, dan Desi Karmila Rusanti,25. Siang itu nampak terik, namun kedua mempelai tanpa ragu menaiki becak menuju bantaran Kali Lunyu. Sesampainya di lokasi, mereka yang didampingi keluarganya itu turun dari becak menuju ke jembatan kecil yang membentang tepat di atas Kali Lunyu.

Kemudian, Wahudin dan Desi tanpa ragu menuangkan sebuah boks berisi benih ikan tersebut ke dalam sungai. “Isinya ada banyak ikan mulai bawal, nila hingga lele,” kata Wahudin.

Itulah proses tebar benih ikan untuk pengantin baru yang dikeluarkan dari Kampung Sidorejo. Kendati tidak ada aturan tertulis, belum menjadi tradisi dua tahun terakhir ini, yaitu pengantin baru wajib melakukan penebaran benih ikan di Kali Lunyu. Apalagi yang menyanyikan lagu perempuan dari kampung lokal dan yang merupakan pegiat Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu.

“Jujur saja, tadi saya agak gugup saat menyebar ikan. Tapi saya bangga bisa ikut melestarikan ekosistem yang ada di Kali Lunyu. Apalagi ini adalah tradisi di Kampung Sidorejo, domisili istri saya. Harapannya, tradisi penyebaran benih ikan ini bisa dicari calon pengantin- pengantin baru berikutn koya agar kebersihan dan ekosistem sungai semakin nyaman, “ucap Wahudin, warga Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh mempelai perempuan, Desi. Meskipun beberapa waktu pernah menyaksikan tradisi tersebut, perempuan yang berpacaran saat ini menyatakan hubungan jarak jauh (LDR) lantaran Wahudin bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia ini tetap mempertahankan berdebar-debar saat menebar benih ikan ke Kali Lunyu.

“Kami menebar satu kuintal ikan jenis air tawar. Aku harap tradisi seperti ini akan tetap dilestarikan sehingga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sungai kita,” katanya seraya memamerkan sertifikat dari Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu sebagai simbol yang telah melakukan aksi penebaran ikan.

Ketua RW 011 Kampung Sidorejo, Siswanto menceritakan, ikhwal pasangan pengantin baru menyebarkan benih ikan bermula dari terbentuknya Sekolah Sungai Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu pada November 2016 dimulai. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan gotong-royong dan mempercantik sungai setiap hari Minggu. Banyak ikan yang ditebar, membuat Kali Lunyu menjadi salah satu lokasi favorit ikan untuk warga.

“Wahudin dan Desi ini pasangan pengantin yang ketujuh memulai tradisi sebar ikan di Kali Lunyu. Jadi, tidak ada perjanjian tertulis yang akan diterima harus menebar ikan, tetapi sukarela dari warga. Memerlukan benih ikan yang disebar. Karena dengan menebar benih ikan di Kali Lunyu akan mengembalikan ekosistem sungai agar kembali bersih. Sebab, dulu-dulunya setiap banjir pasti ada kiriman sampah,” katanya.(redaksi)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X