Operasi Penyesuaian Kelamin Pasien Interseks Dibahas di Muktamar NU

infojateng.id - 23 Desember 2021
Operasi Penyesuaian Kelamin Pasien Interseks Dibahas di Muktamar NU
Kegiatan Muktamar ke-34 NU membahas gejala interseksual secara keagamaan dalam bahtsul masail. - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Lampung, infojateng.id – Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah Al-Waqi’iyah Muktamar ke-34 NU membahas gejala interseksual secara keagamaan. Komisi Al-Waqi’iyah Muktamar NU 2021 di Lampung ini, juga membahas operasi penyesuaian alat kelamin bagi orang dengan gejala interseksual saat dewasa.

Sekretaris Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah Al-Waqi’iyah Tahun 2021 KH Sarmidi Husna mengatakan, komisinya akan membahas perihal cara penentuan jenis kelamin seseorang yang hanya mempunyai alat kelamin laki-laki (sempurna atau tidak). Namun, memiliki rahim, mempunyai darah haid meskipun tertahan didalam tubuh atau ciri-ciri lain yang menjadi ciri lahiriyah wanita.

“Sebaliknya, kita juga akan membahas cara penentuan jenis kelamin seseorang yang hanya mempunyai alat kelamin wanita (sempurna atau tidak) namun tidak memiliki rahim, tidak mengalami menstruasi, atau ciri lain yang menjadi ciri lahiriah laki-laki,” terang Kiai Sarmidi, Rabu (22/12/2021).

Ia menambahkan, orang yang terlahir sebagai interseks, bisa tampak seperti pria atau wanita pada umumnya. Tetapi, memiliki organ reproduksi pria dan wanita.

Seorang pria yang terlahir dengan kondisi ini tidak hanya memiliki penis, tetapi juga rahim di dalam tubuhnya. Sebaliknya, seorang wanita dengan kondisi interseks memiliki rahim sekaligus testis pada tubuhnya. Kondisi ini umumnya terjadi karena perubahan genetik.

Banyak kasus interseks diketahui ketika penderita menginjak remaja atau dewasa. Biasanya, tanda-tanda jenis kelamin seseorang pada masa itu semakin jelas. Seseorang sejak bayi hingga remaja diperlakukan sebagai wanita karena penis atau testisnya tidak kelihatan. Namun ternyata sampai dewasa ia tidak mengalami menstruasi dan setelah diteliti ternyata tidak punya rahim.

“Masalah ini diangkat dalam Muktamar NU menyusul peningkatan jumlah pengidap ketidakjelasan kelamin atau interseksual dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Penelitian dosen pada Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, pakar histologi dan peneliti kerancuan kelamin, Prof Sultana MH Faradz, menyebutkan bahwa jumlah kasus yang tidak atau belum dilaporkan mungkin jauh lebih banyak karena banyak orang yang mengalami gangguan ini merasa malu. Hingga sekarang prevalensinya belum terlalu jelas.

Penelitian yang dilansir pada tahun 2013 ini menyebutkan bahwa sejak tahun 2004 Prof Sultana, sudah menangani sekitar 700 orang penderita interseksual. Sebagian besar dari mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan orang dengan gejala interseksual dari kalangan menengah ke atas memilih berobat ke luar negeri.

Adapun penanganan medis hanya dibutuhkan jika orang yang terlahir sebagai interseks memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tersebut, seperti memiliki rahim tetapi tidak ada bukaan rahim, sulit mengeluarkan urine, atau mengalami siklus menstruasi tetapi darah tidak keluar dari tubuh.

Prosedur medis seperti operasi kelamin dapat dilakukan untuk membuat alat kelamin tampak seperti kelamin laki-laki atau perempuan. Namun, hal tersebut tidak dianjurkan atau diperlukan sampai orang yang terlahir sebagai interseks cukup dewasa untuk membuat keputusan.

Seorang interseks berbeda dengan transgender. Seorang transgender terlahir hanya dengan satu jenis kelamin. Hanya saja ia merasa bahwa jenis kelamin yang dimiliki bukan jenis kelamin yang sesungguhnya.

Seorang transgender yang terlahir sebagai laki-laki akan merasa bahwa seharusnya ia memiliki jenis kelamin wanita. Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga ia mungkin akan melakukan operasi untuk mengubah jenis kelaminnya. Setelah jenis kelaminnya berubah, mereka akan disebut transeksual.

“Di forum muktamar ini kita bermaksud membahas masalah interseks dalam Islam dan tentu mencarikan jalan keluar bagi pasien interseks,” pungkasnya. (redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Ingin Apotek Anda Ramai? Ini Alasan Pentingnya Sebuah Apotek Memiliki Tenaga Ahli

Ingin Apotek Anda Ramai? Ini Alasan Pentingnya Sebuah Apotek Memiliki Tenaga Ahli

Info Jateng   Kesehatan
Bukti Tata Kelola Keuangan Baik, Cilacap Raih WTP Kedelapan Kalinya

Bukti Tata Kelola Keuangan Baik, Cilacap Raih WTP Kedelapan Kalinya

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Pemerintahan
BPS Batang Lakukan Pendataan Potensi Desa 2024

BPS Batang Lakukan Pendataan Potensi Desa 2024

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Perkuat Kamtibmas, Polres Batang Optimalkan Satkamling

Perkuat Kamtibmas, Polres Batang Optimalkan Satkamling

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Diesnatalis SMPN 2 Bandar Menjunjung Kreativitas Pelajar

Diesnatalis SMPN 2 Bandar Menjunjung Kreativitas Pelajar

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Kapolres Batang Apresiasi Capasprov Jateng

Kapolres Batang Apresiasi Capasprov Jateng

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Festival Lampion Waisak 2024 Meriah, Sekda Jateng: Tunjukkan Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

Festival Lampion Waisak 2024 Meriah, Sekda Jateng: Tunjukkan Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
WWF Bali 2024, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama dengan UNESCO-IHE Institute for Water Education

WWF Bali 2024, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama dengan UNESCO-IHE Institute for Water Education

Info Jateng   Laporan Khusus
Gerindra Coret Dua Nama Pendaftar Penjaringan Bacabup Bacawabup Jepara

Gerindra Coret Dua Nama Pendaftar Penjaringan Bacabup Bacawabup Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Ingin Apotek Anda Ramai? Ini Alasan Pentingnya Sebuah Apotek Memiliki Tenaga Ahli

Ingin Apotek Anda Ramai? Ini Alasan Pentingnya Sebuah Apotek Memiliki Tenaga Ahli

Kesehatan
Pastikan Perayaan Waisak Aman, Kapolres Cek Sejumlah Vihara di Jepara

Pastikan Perayaan Waisak Aman, Kapolres Cek Sejumlah Vihara di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Resmi Buka Pendaftaran Cabup, Mantan Sekda Sragen Ambil Formulir Cabup

Resmi Buka Pendaftaran Cabup, Mantan Sekda Sragen Ambil Formulir Cabup

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Bupati Sragen Tolak Penghapusan Study Tour, Ingatkan Jangan hanya Minta Cashback

Bupati Sragen Tolak Penghapusan Study Tour, Ingatkan Jangan hanya Minta Cashback

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Masyarakat Sragen Dukung Irjen Pol Ahmad Luthfi Maju Gubernur Jateng

Masyarakat Sragen Dukung Irjen Pol Ahmad Luthfi Maju Gubernur Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Tokoh Sragen Tolak Dinasti, Akankah Ada Sosok Calon Baru

Tokoh Sragen Tolak Dinasti, Akankah Ada Sosok Calon Baru

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Deklarasi Relawan di Pati Dukung Bambang Patjul di Pilgub Jateng 2024 

Deklarasi Relawan di Pati Dukung Bambang Patjul di Pilgub Jateng 2024 

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Peduli Lingkungan, SDIU Fadlun Nafis Tanam Mangrove di Pantai Kropak Bondo

Peduli Lingkungan, SDIU Fadlun Nafis Tanam Mangrove di Pantai Kropak Bondo

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Jepara Sosialisasikan Turunkan Stunting Hingga Nikah Dini

Pemkab Jepara Sosialisasikan Turunkan Stunting Hingga Nikah Dini

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Mengolah Sampah Menjadi Berkah

Mengolah Sampah Menjadi Berkah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Optimalkan Kualitas Data, SDI Kabupaten Cilacap Akan Merambah Kecamatan

Optimalkan Kualitas Data, SDI Kabupaten Cilacap Akan Merambah Kecamatan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Pemerintahan
Close Ads X