Seperti Tradisi Muslim di Indonesia, Komunitas Tionghoa juga Berikan Berkat

infojateng.id - 27 Januari 2020
Seperti Tradisi Muslim di Indonesia, Komunitas Tionghoa juga Berikan Berkat
Gubernur Ganjar Pranowo saat makan bersama. - ()
Penulis
|
Editor

SEMARANG – Bukan hanya dipraktekkan oleh orang Islam, kenduri dan memberi bingkisan makanan atau berkat kepada tamu juga telah jadi tradisi bagi orang Tionghoa. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, proses akulturasi dengan budaya bisa dilakukan oleh agama manapun sebagai bibit-bibit toleransi.

Pada Jumat (24/1) Ganjar Pranowo menghadiri jamuan makan siang yang digelar Perkoempoelan Sosial Rasa Dharma atau Boen Hian Tong di Jalan Gang Pinggir Pecinan Semarang. Berbagai olahan daging ayam jadi menu utama, selain tumpeng nasi kuning. Kudapan khas Tionghoa jadi hidangan pelengkap.

“Orang Tionghoa juga melakukan kenduren (kenduri). Makan bersama keluarga, tetangga atau teman,” kata Haryanto Halim, Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis).

Hidangan utama berupa olahan daging ayam tersebut bukan karena ada Ganjar. Meski sebagai kelompok sosial yang berbasis di Pecinan, ada tiga muslimah yang jadi bagian dari kepengurusan kelompok yang telah berdiri sejak 1876 itu. Jadi olahan daging babi sangat jarang ada di meja makan.

Bukan hanya di meja makan, olahan daging babi juga tidak bakal ditemukan di altar gedung yang dikelola kelompok tersebut. Hal itu lantaran sejak tahun 2013 terdapat sinchi atau papan nama leluhur, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Sajian daging babi kita ganti dengan daging kambing. Ini penghormatan kami kepada Gus Dur, satu-satunya muslim yang berada di altar ini,” katanya.

Ganjar tiba di gedung bernama Rasa Dharma itu setelah melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid An Nur Diponegoro, yang menjadi satu-satunya masjid di kawasan Pecinan. Begitu tiba, Ganjar langsung diajak Haryanto Halim untuk menengok altar, sinchi, prasasti doa untuk Gus Dur dan berbagai hidangan yang tersedia di depan altar.

Setelah keliling dan berfoto di dalam gedung Rasa Dharma tersebut, Ganjar lantas dipersilakan santap siang. Meski sempat beralasan sudah kenyang, Ganjar justru dengan lahap makan berbagai hidangan olahan daging ayam, dari sop hingga agama bakar.

Bahkan ketika hendak pamitan, beberapa ibu-ibu memanggil, menghentikan langkah gubernur berambut putih itu untuk memberi Tenong, bingkisan berisi makanan. Ibu-ibu itu menjelaskan masing-masing dari kudapan dalam Tenong itu memiliki makna.

“Di dalam ini semuanya bermakna. Jajanan manis biar hidupnya manis, kue lapis biar rizkinya berlapis, kue keranjang biar rizkinya masuk ke keranjang,” kata ibu-ibu pengurus Rasa Dharma itu.

Mendengar penjelasan itu, Ganjar pun langsung nyeletuk.

“Yang jelas ini membikin kenyang. Inilah cara yang sebenarnya bertoleransi, ternyata bukan hanya Jawa atau Islam, Tionghoa juga ada kenduri, pulang membawa berkat,” kata Ganjar.(redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Resmikan Pasar Darurat Karanggede, Ini Pesan Wabup Boyolali

Resmikan Pasar Darurat Karanggede, Ini Pesan Wabup Boyolali

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tim Dokkes Polres Batang Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Tim Dokkes Polres Batang Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Warga Klidang Mulai Terserang Penyakit Kulit Usai Banjir Surut

Warga Klidang Mulai Terserang Penyakit Kulit Usai Banjir Surut

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Porprov Jateng, KONI Batang Screening Ketat Kondisi Atlet

Jelang Porprov Jateng, KONI Batang Screening Ketat Kondisi Atlet

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Olahraga
Empat Hari Tergenang Banjir, Warga Karangasem Dapat Bantuan Logistik

Empat Hari Tergenang Banjir, Warga Karangasem Dapat Bantuan Logistik

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung

Info Jateng   Info Nasional
Serpihan Surga Wisata Alam Bone Bolango yang Harus Dijaga Bersama

Serpihan Surga Wisata Alam Bone Bolango yang Harus Dijaga Bersama

Info Jateng
Bus Pintar Keliling Diluncurkan, Dorong Peningkatan Minat Baca Masyarakat

Bus Pintar Keliling Diluncurkan, Dorong Peningkatan Minat Baca Masyarakat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Kesehatan
Pemprov Jateng Kirim Ratusan Juta Rupiah Logistik ke Empat Daerah Banjir

Pemprov Jateng Kirim Ratusan Juta Rupiah Logistik ke Empat Daerah Banjir

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kurang Dari 6 Jam, Pencuri Studio Foto Ditangkap Polisi

Kurang Dari 6 Jam, Pencuri Studio Foto Ditangkap Polisi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kombinasi Duo Matador di Lini Serang Diharap Bisa Pertahankan Persijap di Kasta Tertinggi

Kombinasi Duo Matador di Lini Serang Diharap Bisa Pertahankan Persijap di Kasta Tertinggi

Info Jateng   Olahraga
Keluarga Awak KM Rizki Mina 3 Terima Santunan dari PMI Batang

Keluarga Awak KM Rizki Mina 3 Terima Santunan dari PMI Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir, Ribuan Warga Batang Terdampak

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir, Ribuan Warga Batang Terdampak

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tebing Longsor Timpa Empat Rumah Warga

Tebing Longsor Timpa Empat Rumah Warga

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Veronica di Mapolres Batang

Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Veronica di Mapolres Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jasad Syafiq Ali Ditemukan Utuh Setelah 15 Hari, Tak Disentuh Binatang Buas

Jasad Syafiq Ali Ditemukan Utuh Setelah 15 Hari, Tak Disentuh Binatang Buas

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Tinjau Longsor di Desa Tempur, BNPB Fokus Benahi Infrastruktur dan Akses Warga

Tinjau Longsor di Desa Tempur, BNPB Fokus Benahi Infrastruktur dan Akses Warga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Festival Buah Eksotik Jepara 2026 Pamerkan Potensi Agrobisnis Lokal

Festival Buah Eksotik Jepara 2026 Pamerkan Potensi Agrobisnis Lokal

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pabrik Busa di Jepara Ludes Terbakar Diduga Tersambar Petir, Kerugian Capai Rp5 Miliar

Pabrik Busa di Jepara Ludes Terbakar Diduga Tersambar Petir, Kerugian Capai Rp5 Miliar

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Close Ads X