Gus Yasin: Jangan Katakan Murid itu Bodoh

infojateng.id - 23 Februari 2020
Gus Yasin: Jangan Katakan Murid itu Bodoh
Gus Yasin - ()
Penulis
|
Editor

SEMARANG – Tulisan beragam pengalaman seorang guru perempuan yang tersaji dalam sebuah buku “Memoar Alit Perempuan Guru” karya Sri Purnama Dewi, menurut Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, menjadi motivator yang mengajak masyarakat menjadi guru-guru yang benar-benar bisa menjadi contoh atau teladan bagi semua.

Menurutnya, apapun kondisi NKRI,  Indonesia selalu butuh guru, dan guru adalah pendorong manusia menuju sukses.

Ia menyebutkan, tidak sedikit terjadi kasus pertikaian antara guru dengan murid maupun murid dengan sesama murid. Dari berbagai kasus kekerasan yang dilakukan pendidik terhadap murid ataupun peristiwa kurang terpuji lainnya, memberikan pelajaran kepada semua bahwa jika memiliki murid yang bandel atau murid yang kemampuan akademiknya kurang, tidak boleh mengatakan murid itu bodoh atau kurang ajar.

Diingatkan pula, para siswa jangan pernah saling bertikai, melakukan perundungan, serta kejadian- kejadian negatif lainnya di dunia pendidikan. Bagi para guru dan semua orang tua, karena bagaimana seseorang menjadi guru itu butuh keikhlasan. Selain itu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah akan membentuk pribadi yang mandiri di berbagai bidang.

“Saya berharap sekolah-sekolah SMA sederajat turut serta mengampanyekan integritas. Jika tidak berintegritas ini menjadi PR meskipun PR kita di bidang pendidikan masih banyak. Ada banyak hal yang harus diselesaikan dengan pendidikan, salah satunya memperbaiki sistem yang ada di sekolah tingkat awal hingga menengah,” kata Taj Yasin saat bedah buku Memoar Alit Perempuan Guru di Hotel Grasia Semarang belum lama ini.

Sementara itu, di beberapa bagian dari buku setebal 240 halaman itu, ibu tiga anak yang sehari-hari mengajar di SMAN 1 Semarang tersebut menuliskan kisah hidupnya dengan aneka rona yang mewarnai perjalanan yang memperkaya pengalamannya. Terkadang manis bagai kembang gula, namun tak jarang justru seperti butiran-butiran pil kina.

“Buku ini terwujud karena meluapnya dorongan untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang inovatif dan kreatif bagi dunia pendidikan  di Indonesia,” kata Sri Purnama Dewi.

Menurutnya, semua guru pasti punya kenangan dan kisah hidup yang inspiratif, karena itu agar tidak ragu untuk menuliskan kenangan-kenangan dan hikmahnya sehingga bisa dinikmati oleh orang banyak. Dia juga berharap guru hendaknya semakin berani menyuarakan gagasannya.

Ia berharap, pengalaman-pengalaman pribadi dalam bentuk tulisan ini, dapat menginspirasi jiwa-jiwa yang memiliki passion tinggi di dunia pendidikan. Sehingga gelombang untuk berkarya, berinovasi, dan berkreasi secara total menyiapkan generasi menjadi calon-calon pemimpin bangsa.(redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Tiga Fasilitas untuk Rumah Pelayanan Sosial Pemprov Jateng di Cilacap Diresmikan

Tiga Fasilitas untuk Rumah Pelayanan Sosial Pemprov Jateng di Cilacap Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Pelatihan Public Speaking Wartawan dan Pegiat Medsos Jepara

Pelatihan Public Speaking Wartawan dan Pegiat Medsos Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
PMI Batang Pastikan Ribuan Warga Terdampak Banjir Tak Kelaparan

PMI Batang Pastikan Ribuan Warga Terdampak Banjir Tak Kelaparan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Posyandu Jepara Kini Layani 6 SPM Sekaligus, Ini Rinciannya

Posyandu Jepara Kini Layani 6 SPM Sekaligus, Ini Rinciannya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pembukaan Rute Internasional Ahmad Luthfi Dongkrak Investasi Jawa Tengah

Pembukaan Rute Internasional Ahmad Luthfi Dongkrak Investasi Jawa Tengah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Disperindag Batang Siapkan Siswa SMA Masuki Dunia Kerja

Disperindag Batang Siapkan Siswa SMA Masuki Dunia Kerja

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Kendal Luncurkan SPPT PBB-P2 2026

Pemkab Kendal Luncurkan SPPT PBB-P2 2026

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
TP PKK Batang Salurkan Bansos bagi Warga Terdampak Banjir

TP PKK Batang Salurkan Bansos bagi Warga Terdampak Banjir

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Kisah Guru Muchtar Jadi Inspirasi Sumarno Susuri Jejak Menuju Sekolah Terluar di Clacap

Kisah Guru Muchtar Jadi Inspirasi Sumarno Susuri Jejak Menuju Sekolah Terluar di Clacap

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Pendidikan
Pencarian Korban Laka di Sungai Sambong Batang Diperluas

Pencarian Korban Laka di Sungai Sambong Batang Diperluas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Sambut Ramadan, Dekranasda Jateng Siapkan Event Spesial

Sambut Ramadan, Dekranasda Jateng Siapkan Event Spesial

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Wagub Taj Yasin Mulai Hitung Dampak Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir di Jateng

Wagub Taj Yasin Mulai Hitung Dampak Kerusakan Infrastruktur Pascabanjir di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Wabup Batang Tinjau Pencarian Korban Laka Laut

Wabup Batang Tinjau Pencarian Korban Laka Laut

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
DPRD Batang Salurkan Bantuan Logistik untuk Ribuan Porsi Makanan

DPRD Batang Salurkan Bantuan Logistik untuk Ribuan Porsi Makanan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Kinerja Penanaman Modal Jateng Tercatat Impresif

Kinerja Penanaman Modal Jateng Tercatat Impresif

Ekonomi   Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Investasi
Gerak Cepat Pemprov Jateng Tangani Bencana Diapresiasi DPR

Gerak Cepat Pemprov Jateng Tangani Bencana Diapresiasi DPR

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Libatkan Ratusan Personel hingga Unit K9

Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, Libatkan Ratusan Personel hingga Unit K9

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tinjau Gedung SLB Roboh, Wakil Bupati Batang Minta Telusuri Kepemilikan Tanah

Tinjau Gedung SLB Roboh, Wakil Bupati Batang Minta Telusuri Kepemilikan Tanah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Sukseskan Program MBG, Pemkab Sragen dan Muhammadiyah Bersinergi

Sukseskan Program MBG, Pemkab Sragen dan Muhammadiyah Bersinergi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Banjir Pati Surut, 12 Kecamatan Terdampak Kini Tinggal Enam

Banjir Pati Surut, 12 Kecamatan Terdampak Kini Tinggal Enam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X