PATI, infojateng.id – Prestasi membanggakan ditorehkan Muhammad Syahril Imron, anak seorang petani di Dusun Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati Jawa Tengah.
Syahril lolos seleksi beasiswa santri untuk kuliah di University & Research Wageningen University Belanda. Beasiswa tersebut merupakan kerja sama Kementerian Agama, Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), Masjid Istiqal, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) tahun 2021
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa lolos kuliah di luar negeri dengan full biaya oleh pemerintah,” ungkap Syahril dikutip NU Online Jatim.
Syahril mengaku, berusaha lahir dan batin untuk lolos beasiswa LPDP. “Untuk ikhtiar sendiri saya terus belajar dengan giat dan sungguh-sungguh. Biasanya saya buat timeline target setiap harinya, dan saya terbiasa menulis target saya dalam kertas atau note kecil. Sehingga itu menjadi acuan saya dalam belajar dan sebagai pengingat bahwa saya punya tanggung jawab yang harus diselesaikan,” ungkapnya.
Pesan ibunda menjadi pengingat utama bagi Syahril untuk tidak melupakan ibadah. “Satu pesan dari ibu saya, ‘ojo lali shalat limang wektu lan posone nak, nggolek ilmu kui kudu tirakat’ (jangan lupa shalat lima waktu, mencari ilmu itu harus tirakat). Itu yang saya tanamkan pada diri saya sendiri untuk senantiasa berbuat baik dan bermanfaat,” jelasnya.
Syahril mengaku, kedua orang tuanya memiliki pendidikan rendah. Sang ayah, hanya lulusan SMP, sedangkan ibunya lulusa SMA. Hal tersebut yang membuatnya termotivasi untuk bisa kuliah di luar negeri.
“Saya ingin membuktikan, bahwa untuk kuliah, bahkan ke luar negeri tidak hanya bagi orang-orang dari keluarga mampu. Dari keluarga kecil di desa juga mampu untuk meraihnya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga ingin berkontribusi nyata untuk Indonesia melalui pengetahuan dari kuliahnya di Belanda.
“Jurusan saya di sana mengenai food technology, karena saya melihat di Indonesia memiliki potensi pangan lokal yang sangat melimpah dan perlu di-manfaatkan dengan baik. Sehingga Indonesia bisa menjadi salah satu negara adidaya di bidang pangan di masa yang akan datang bersama para santri,” ungkap kader PMII Jember tersebut.
Selain itu, ia juga ingin memotivasi seluruh santri bahwasannya pelajar di pesantren juga bisa menempuh jenjang pendidikan hingga ke luar negeri. Tidak hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi juga bisa menjadi seorang intelektual.
“Insyaallah diaspora santri sekarang sudah mendunia, dan santri milennial harus muncul untuk berkontribusi kepada agama, nusa dan bangsa,” jelasnya.
Ia berharap, santri dan para pemuda lainnya untuk saling gotong royong membangun dan memajukan negeri sesuai dengan bidangnya masing-masing. “Mari pemuda dan santri untuk saling gotong royong dan bersinergi memajukan negeri menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Pemuda kelahiran 19 Mei 1999 tersebut tercatat pernah mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtida’iyah (MI) Naba’ul Ulum Tlogowungu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen, Madrasah Aliah (MA) Raudlatul Ulum Guyangan dan melanjutkan jenjang pendidikan Strata satu (S-1) di Universitas Jember (Unej) program studi teknologi hasil pertanian.
Syahril juga pernah menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Tarbiyatul Anam Kajen selama tiga tahun. Kemudian di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan tiga tahun serta pernah tabarukan di Pondok Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimoen Zubair Rembang, Jawa Tengah.
Saat ini, ia sedang nyantri dan mengabdi di Pondok Pesantren Raden Rahmad Sunan Ampel, Antirogo, Sumbersari, Kabupaten Jember asuhan Kiai Ahmad Nafi’. Di sini, Syahril melanjutkan proses belajar ilmu agama sembari kuliah di Unej. “Di Pondok Raden Rahmad saya belajar banyak hal tentang ilmu agama terutama tariqoh yang Kiai Nafi’ ajarkan,” jelas Syahril.
Di organisasi, ia pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Unej tahun 2018, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) tahun 2020, Wakil Ketua 1 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon FTP Unej, Pengurus Cabang (PC) PMII Jember dan CO-Founder komunitas sosial “Menatap Indonesia”.
Sederet prestasi pernah diraihnya. Antara lain menjadi finalis lomba karya tulis ilmiah nasional (LKTIN) Pekan Ilmiah dan Kreativitas Remaja (PIKIR) 2020, Best Poster LKTIN PIKIR 2020, Best Video LKTIN PIKIR 2020 di Universitas Muhammadiyah Makasar, juara 3 lomba essay Pemuda Mendunia 2020 dan Top 3 Ideanation 2020 National Essay Competition IPB University.(redaksi)