Tradisi Pernikahan Adat Solo dan Busana yang Dikenakan

infojateng.id - 28 September 2022
Tradisi Pernikahan Adat Solo dan Busana yang Dikenakan
Ilustrasi Pernikahan Adat Jawa. (Foto: Pixabay) - (infojateng.id)
|
Editor

Surakarta, infojateng.id – Pernikahan merupakan hal yang sakral untuk dilakukan. Oleh karenanya, diperlukan persiapan yang matang untuk dapat menyajikan suatu upacara pernikahan, agar sesuai dengan adat dan budaya yang berkembang di masyarakat. Salah satunya yakni busana pernikahan.

Kota Solo memiliki ciri khas tersendiri terkait pakaian yang dikenakan saat upacara pernikahan. Busana pengantin Gaya Surakarta, terbagi dalam dua jenis, yaitu busana adat gaya Solo Putri dan gaya Solo Basahan.

Dalam busana pengantin Gaya Solo Putri, mempunyai ragam kebaya kutu baru dan kin. Sementara, untuk pengantin pria, mengenakan jas sikepan dan kain. Kemudian, dalam busana pengantin Gaya Solo Basahan, pengantin akan mengenakan dodot atau kampuh, berupa kain panjang yang dibentuk menyerupai pakaian dengan bantuan jarum dan tali.

Sedangkan pakaian untuk pengantin wanita bagian bahunya terbuka, seperti kemben, dan untuk pengantin pria terbuka pada bagian perut ke atas.

Busana pernikahan adat Solo, terdapat berbagai atribut yang berguna sebagai pelengkap. Di antaranya pada atribut busana pernikahan pria ada blangkon, merupakan penutup kepala. Blangkon dibentuk dari lilitan kain batik hingga mirip seperti topi.

Menariknya, dalam masyarakat Jawa, blangkon memuat makna filosofis, yaitu berupa pengharapan dan nilai-nilai hidup. Lalu, ada beskap, yang merupakan atasan pada busana. Sejenis jas, namun tidak berkerah lipat. Terdapat kancing yang dikaitkan menyamping.

Kemudian, untuk busana pernikahan wanita, atasan yang digunakan disebut dengan kebaya. Umumnya, menggunakan kebaya dengan warna gelap yang berbahan beludru. Namun, saat ini telah banyak inovasi yang menyebabkan busana pengantin Gaya Surakarta mendapat pengaruh dari budaya modern. Sehingga, model dan warna kebaya yang digunakan pun lebih beragam.

Di samping itu, kedua mempelai pengantin mengenakan kain batik yang sama. Motif yang digunakan, yakni Sido Mulyo, Sido Asih, dan Sido Mukti. Bagian depannya dibuat wiru atau lipatan-lipatan.

Jumlah wiru biasanya ganjil, misalnya 9, 11, maupun 13. Wiru sendiri merupakan akronim dari wiwiren aja nganti kleru, jika diartikan mengandung makna agar diolah sedemikian, supaya menciptakan suasana yang harmonis.

Perkembangan busana pernikahan Gaya Surakarta ini merupakan pengaruh dari budaya keraton. Selanjutnya, di tahun 1921, ketika Raja Hamengku Buwono ke VIII berkuasa, budaya tersebut menembus keluar tembok keraton dan mulai diikuti oleh masyarakat sekitar.

Hingga kini, budaya ini masih terus diterapkan dalam upacara pernikahan di Kota Solo. Sebagai generasi penerus, kita harus menjaga budaya ini agar tetap ada dan lestari. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Rekapitulasi di Kecamatan Tulis Capai Enam Desa, Banyak Sanggahan dari Saksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemilu
TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

TMMD, Upaya Kodim Dukung Pemerataan Pembangunan di Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Tekan Harga Beras, Pemkot dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Pemkab Rembang Perkuat Kemitraan Pelaku UMKM dan Usaha Skala Besar

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
TMMD Reguler 119 Sragen Bukti Kolaborasi Kuat Pemerintah, TNI dan Masyarakat

TMMD Reguler 119 Sragen Bukti Kolaborasi Kuat Pemerintah, TNI dan Masyarakat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
TMMD di Bakalan Bangun Jalan Beton 550 Meter

TMMD di Bakalan Bangun Jalan Beton 550 Meter

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Tetap Independen dan Profesional

Hadiri Puncak HPN 2024, Nana Sudjana Berharap Pers Jateng Tetap Independen dan Profesional

Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus
Pemkab Gelar MTQ 2024, Ajang Cari Bibit Qori dan Qoriah Terbaik

Pemkab Gelar MTQ 2024, Ajang Cari Bibit Qori dan Qoriah Terbaik

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Harga Beras Melonjak, Pedagang di Pasar Batang Ngeluh Untungnya Tipis

Harga Beras Melonjak, Pedagang di Pasar Batang Ngeluh Untungnya Tipis

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Sub-PIN Polio Putaran Kedua, Perkuat Imunitas Anak

Sub-PIN Polio Putaran Kedua, Perkuat Imunitas Anak

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Bakesbangpol Batang Gelar Seleksi Paskibraka, 401 Peserta Melangkah Tahap Tes Kesehatan

Bakesbangpol Batang Gelar Seleksi Paskibraka, 401 Peserta Melangkah Tahap Tes Kesehatan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Revisi RTRW, Upaya Menyelaraskan Dinamika Pembangunan

Revisi RTRW, Upaya Menyelaraskan Dinamika Pembangunan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
TMMD Sejahterakan Masyarakat, Pj. Bupati: Mari Terus Kita Laksanakan

TMMD Sejahterakan Masyarakat, Pj. Bupati: Mari Terus Kita Laksanakan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Berlaku di Semua Unit Kerja, Surat Tanpa Kertas Harus Hemat Anggaran ATK

Berlaku di Semua Unit Kerja, Surat Tanpa Kertas Harus Hemat Anggaran ATK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Tingkatkan Ekspor, Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Pelabuhan Kendal

Tingkatkan Ekspor, Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Pelabuhan Kendal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
TMMD Sengkuyung Resmi Dibuka, Pj. Bupati dan Forkopimda Bagikan Cokelat

TMMD Sengkuyung Resmi Dibuka, Pj. Bupati dan Forkopimda Bagikan Cokelat

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Harga Beras Naik, Bulog Salurkan 200 hingga 500 Ton Beras per Hari

Harga Beras Naik, Bulog Salurkan 200 hingga 500 Ton Beras per Hari

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus   Pemerintahan
Haji Suwarto Digadang-gadang Maju Pilkada Pati

Haji Suwarto Digadang-gadang Maju Pilkada Pati

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Info Nasional   Laporan Khusus   Politik
Buka POPDA Kendal 2024, Bupati Dico Minta Junjung Sportivitas

Buka POPDA Kendal 2024, Bupati Dico Minta Junjung Sportivitas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Olahraga
Ubah Strategi, Jateng Percepat Tanggulangi Stunting

Ubah Strategi, Jateng Percepat Tanggulangi Stunting

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X