Infojateng.id- Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap orang tua, hal yang wajar kenapa orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi yang terbaik. Mendapatkan anak-anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mendapatkan anak yang cerdas, seorang ibu sudah harus mempersiapkan dari awal kehamilan hingga pertumbuhan anak selanjutnya, dengan memberikan asupan gizi yang terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan otak anak.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek merupakan 6 anak kelompok A Bustanul Athfal Aisyiyah Tirtosari Sawangan Kabupaten Magelang yang memiliki kemampuan koordinasi motorik rendah. Tindakan yang diberikan berupa kegiatan senam otak menggunakan 12 gerakan yaitu tombol bumi, tombol angkasa, tombol imbang, gerak silang, titik positif, putaran leher, olengan pinggul, membayangkan huruf x, coretan ganda, mengaktifkan tangan, pompa betis dan galah asin.
Menurut Santrock (dalam Sigit, dkk, 2011: 3) perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak mengatur setiap gerakan yang dilakukan oleh anak, semakin matangnya perkembangan sistem saraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak.
Koordinasi motorik termasuk dalam perkembangan motorik pada anak usia 4-6 tahun, namun terkadang terdapat anak-anak yang lambat bereaksi, koordinasi gerakannya juga tampak kacau sehingga sering disebut ceroboh. Salah satu penyebab koordinasi gerakan anak kurang baik yaitu karena anak kurang diberi kesempatan untuk berlatih menajamkan kemampuannya melakukan koordinasi gerakan (Hildayani 2008: 8.22).
Kurangnya kemampuan koordinasi motorik pada anak dapat menyebabkan terjadinya cerebral palsy atau gangguan fungsi motorik pada anak seperti kelayuhan, gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi gerak, getaran-getaran ritmis dan gangguan sensoris (Nurfadillah, 2013: 3).
Berdasar observasi awal dan keterangan guru kelas melalui wawancara, diketahui terdapat 6 anak (28%) dari 21 jumlah anak pada kelompok A Bustanul Athfal Aisyiyah Tirtosari Sawangan Kabupaten Magelang yang masih kesulitan dalam mengkoordinasikan kemampuan motoriknya seperti berjalan pada papan titian, berjalan melewati ban, naik turun tangga, menirukan gerakan pesawat terbang, kesulitan menangkap bola ketika serta bermain lempar tangkap bola. Hal tersebut menunjukkan kemampuan motorik tangan, kaki dan pengkoordinasian antara tangan dan kaki pada anak belum optimal.
Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai upaya mengatasi permasalahan kemampuan koordinasi motorik pada anak usia dini yang belum maksimal yaitu melalui kegiatan senam otak atau brain gym. Kegiatan senam otak banyak digunakan untuk meningkatkan kecerdasan anak atau meningkatkan kemampuan kognitif anak, namun selain itu senam otak juga dapat dijadikan upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengkoordinasikan motoriknya, meningkat rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan gerak atau motorik serta menggali kreativitas serta keterampilan pada anak usia dini (Soetjiningsih, 2006: 16).
Senam otak memfasilitasi agar bagian otak kanan dan otak kiri dapat bekerja secara seimbang. Gerakan senam otak pada cerebrum dapat menstimulasi fungsi cerebrum. Aplikasi gerakan senam otak pada cerebellum (otak tengah) terdiri dari gerakan keseimbangan, koordinasi gerak otot, keterampilan motorik halus (Dewi, 2011).
Gerakan-gerakan tersebut menurut Nikita (2012) dalam parentinguide.com, gerakan senam otak yaitu : earth buttons (tombol bumi), space buttons (tombol angkasa), balance buttons (tombol imbang), cross crawl (gerak silang), positive points (titik positif), neck roll (putaran leher), the rocker (olengan pinggul), thinking of x (membayangkan huruf x), double doodle (coretan ganda), arm activation (mengaktifkan tangan), alphabet 8 (abjad 8), gerakan 8 tidur, gerakan pasang telinga, gerakan luncuran gravitasi, gerakan putaran kepala, gerakan menguap berenergi, gerakan menuap air, gerakan burung hantu, gerakan pijatan saklar otak, gerakan pompa betis, gerakan galah asin dan gerakan dampu.
Berbagai manfaat itulah yang membuat senam otak bagus dilakukan oleh anak. Senam otak dapat dilakukan selama beberapa menit sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar di sekolah untuk menstimuli syaraf-syaraf otak agar dapat bekerja secara maksimal.
Sebelum diberikan senam otak pada kelompok A Bustanul Athfal Aisyiyah Tirtosari Sawangan Kabupaten Magelang didapatkan 6 subyek penelitian memiliki kemampuan koordinasi motorik yang masih rendah atau belum berkembang sesuai harapan.
Setelah diberikan kegiatan senam otak pada 6 subyek kelompok A Bustanul Athfal Aisyiyah Tirtosari Sawangan Kabupaten Magelang persentase kemampuan koordinasi motorik meningkat mencapai indikator keberhasilan tindakan yaitu sebesar 75%.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa senam otak (brain gym) dapat meningkatkan kemampuan koordinasi motorik pada anak usia dini.Anda juga bisa memperoleh informasi seputar gaya hidup dan kesehatan lainya di laman pafituban.org.(*)
*Oleh : Desi Ayu Melani, S.Pd
Guru TK Pertiwi Nambangan Kota Magelang