Dinas Pertanian Pati Sukses Kendalikan Penyebaran PMK

infojateng.id - 24 Oktober 2022
Dinas Pertanian Pati Sukses Kendalikan Penyebaran PMK
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro didampingi Kepala Dispertan Pati Nikentri Meiningrum saat pendataan dan penandaan hewan ternak di kandang ternak milik Bapak Halimi di Desa Klecoregonang Kecamatan Winong, Kamis (20/10). - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Pati, infojateng.id – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati sukses mengendalikan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan terutama sapi. Hal itu tercapai karena proses vaksinasi yang cepat dan sosialisasi ke peternak terkait penanganan PMK berjalan dengan baik.

Berdasarkan data Dispertan, hingga awal September lalu, ada sebanyak 3.857 kasus PMK dengan kesembuhan mencapai 3.489 kasus. Selain itu, hanya ada 62 hewan mati akibat PMK dan 196 hewan yang dijual.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati Ir. Nikentri Meiningrum, M.Si melalui Kabid Peternakan Andi Hirawadi menjelaskan, sejak adanya virus PMK, pihaknya fokus pada penanganan PMK pada sapi dan kambing. Meski secara penyakit tidak menyebar ke manusia, namun kerugian yang dirasakan peternak akibat PMK sangat terasa.

“Untuk tahun ini, anggaran kita fokus ke sana (penanganan PMK, Red). Sebelumnya Pati mendapat 16 ribu dosis vaksin, kemudian pada Selasa (6/9), Pati kembali mendapat 20 ribu dosis vaksin. Selanjutnya, akhir September lalu Pati juga mendapat jatah vaksin 14.025,” urainya.

Andi menjelaskan, total vaksin yang diterima Dispertan Pati sebanyak 50.050 dosis. Sedangkan yang sudah terealisasi atau terdistribusi ke peternak hingga Oktober ini mencapai 32.816 dosis.

Pihaknya mengakui, belum semua populasi ternak di Pati mendapat vaksinasi, karena alokasi vaksin dari pemerintah pusat. Apalagi, jumlah atau populasi ternak di Pati sangat banyak.

“Populasi sapi terutama sapi potong di Pati masuk lima besar di Jateng. Jumlahnya hingga 116 ribu. Belum lagi, populasi kambing dan domba. Memang belum semua hewan ternak mendapat vaksinasi, namun hingga akhir Desember tahun ini kami maksimalkan distribusi jatah vaksin yang sudah didapat dari pemerintah pusat,” urainya.

Mengingat alokasi vaksin yang terbatas, Andi mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi difokuskan pada sapi betina. Karena, para peternak berharap sapi mereka bisa sehat hingga anakan sapi lahir. “Fokusnya di sapi betina. Selain itu, sapi yang berkategori rentan terserang PMK juga mendapat vaksinasi,” ungkapnya.

Menurutnya, usai vaksinasi, laporan kasus PMK berkurang drastis. “Selain karena vaksinasi, kasus PMK berkurang gratis juga karena masyarakat sudah bisa melakukan pencegahan dan penanganannya. Sebab, dari Dispertan sudah melakukan edukasi dan sosialisasi terutama kepada peternak yang padat populasi sapi,” urainya.

Jajaran Dispertan Pati juga membuka hotline bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait PMK. Yakni dengan menghubungi nomor 0821-3278-4786 atau bisa datang langsung ke kantor Dispertan di Jalan Diponegoro No 23, Pati.

Usai Vaksin, Hewan Ternak di Pati Gunakan Anting QR Code

Sementara itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro memantau langsung kegiatan penandaan dan pendataan hewan ternak menggunakan eartag (anting) Secure QR Code berbasis aplikasi Identik PKH, oleh Dispertan Pati. Acara ini didahului dengan pemberian vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kegiatan itu berlangsung di kandang ternak milik Bapak Halimi di Desa Klecoregonang Kecamatan Winong, Kamis (20/10).

Pemberian vaksin ini terus dilakukan agar tercipta kekebalan tubuh pada hewan ternak sehingga tidak terkena virus PMK lagi.

Penandaan ternak yang telah divaksin PMK ini merupakan program dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.

Penandaan dan pendataan pada ternak pascavaksinasi PMK ini, menurut Pj Bupati, dilaksanakan dengan memakai Eartag Secure QR Code yang terhubung dengan aplikasi “Identik PKH”, yang tersedia di Google PlayStore.

Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro bersama Kepala Dinas Pertanian Nikentri Meiningrum pun melihat langsung proses vaksinasi PMK dan pendataan ternak di Klecoregonang.

“Harapannya akan muncul kekebalan di tubuh ternak sehingga tidak terjangkit PMK. Mudah-mudahan ternak di Pati semua sehat,” harap Henggar.

Pj Bupati kemudian menyebut, dari 100 ribu lebih populasi ternak di Pati, hanya sekitar 3 ribu ternak yang terkena PMK. Itu pun sudah 90 persen sembuh.

“Sebenarnya hewan ternak di Pati, telah ditandai menggunakan Eartag QR Code secara bertahap. Itu sudah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Yang sudah ditandai sekitar 750 ternak,” pungkas Henggar.(redaksi)

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Cegah Anemia, Bagikan Obat Penambah Darah untuk Siswi

Cegah Anemia, Bagikan Obat Penambah Darah untuk Siswi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan   Laporan Khusus   Pendidikan
Penggemar Iwan Fals Batang Gelar Khitan Massal Gratis

Penggemar Iwan Fals Batang Gelar Khitan Massal Gratis

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Penambahan Dana Reward Kelurahan, Pj Bupati Batang Carikan Solusi

Penambahan Dana Reward Kelurahan, Pj Bupati Batang Carikan Solusi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Utamakan Warga Terdampak, KIT Batang Berikan Pelatihan Satpam Bersertifikat

Utamakan Warga Terdampak, KIT Batang Berikan Pelatihan Satpam Bersertifikat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Berita Hoaks Penculikan, Orang Tua Diminta Tetap Waspada

Berita Hoaks Penculikan, Orang Tua Diminta Tetap Waspada

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Haul Kyai Surgi, Pemkab Batang Akan Meriahkan Kirab Merah Putih

Haul Kyai Surgi, Pemkab Batang Akan Meriahkan Kirab Merah Putih

Eks Karesidenan Pekalongan   Hiburan   Info Jateng
Resmikan Gedung Satreskrim, Bupati Minta Polres Demak Tingkatkan Pelayanan

Resmikan Gedung Satreskrim, Bupati Minta Polres Demak Tingkatkan Pelayanan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Naik Perahu, Ketua Persit KCK Demak Kunjungi Anak Stunting

Naik Perahu, Ketua Persit KCK Demak Kunjungi Anak Stunting

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Pemkab Gelar Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Demak Tahun 2024

Pemkab Gelar Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD Demak Tahun 2024

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Uang Raib Digondol Maling, Nenek Sutama Terima Bantuan dari Kapolres Jepara

Uang Raib Digondol Maling, Nenek Sutama Terima Bantuan dari Kapolres Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Tilik Desa Batealit, Pj Bupati Dorong Pengembangan Wisata Situs Watu Bobot

Tilik Desa Batealit, Pj Bupati Dorong Pengembangan Wisata Situs Watu Bobot

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Potensi Desa
Tinjau Jalan Rusak, Penjabat Bupati Jepara Minta Dinas PUPR Segera Perbaiki

Tinjau Jalan Rusak, Penjabat Bupati Jepara Minta Dinas PUPR Segera Perbaiki

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Resmi Dikukuhkan, Pj Bupati Ajak KMJS Bangun Jepara

Resmi Dikukuhkan, Pj Bupati Ajak KMJS Bangun Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Serahkan SK Pensiun, Edy Supriyanta Ajak Pensiunan Cegah Stunting

Serahkan SK Pensiun, Edy Supriyanta Ajak Pensiunan Cegah Stunting

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kunjungi DKK, Pj Bupati Jepara Beri Arahan dan Motivasi

Kunjungi DKK, Pj Bupati Jepara Beri Arahan dan Motivasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Co-Founder Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Co-Founder Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Laporan Khusus
Beredar Isu Penculikan Anak di Medsos, Pj Bupati Batang Angkat Bicara

Beredar Isu Penculikan Anak di Medsos, Pj Bupati Batang Angkat Bicara

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Kenaikan Harga Beras Dipicu Cuaca Ekstrem

Kenaikan Harga Beras Dipicu Cuaca Ekstrem

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pj Bupati Batang Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Turunkan Angka Kemiskinan

Pj Bupati Batang Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Turunkan Angka Kemiskinan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Upaya Pemerintah Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2023

Upaya Pemerintah Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Tahun 2023

Info Nasional   Laporan Khusus
Close Ads X