Blended Learning Ibarat Oase Guru Menghadapi Pendidikan di Masa Pandemi

infojateng.id - 14 November 2022
Blended Learning Ibarat Oase Guru Menghadapi Pendidikan di Masa Pandemi
Lilik Noviyanti, S.Pd - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

*Lilik Noviyanti, S.Pd
Guru SD Negeri Sejomulyo 02
(Ketika Pandemi mengajar di SD Negeri Growong Kidul 02)
Lilik287@gmail.com

INFOJATENG.ID – Pandemi global yang disebut Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 telah mempengaruhi berbagai lini kehidupan manusia. Demi mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti social distancing, physical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Khusus untuk sektor pendidikan, proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau dikenal dengan singkatan “PJJ”. Pembelajaran ini sesuai dengan anjuran Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) melalui pembelajaran jarak jauh atau lazim disebut Belajar Dari Rumah (BDR).
Metode dan media pelaksanaan BDR dengan PJJ yang dibagi kedalam dua pendekatan yaitu PJJ dalam jaringan (daring) dan PJJ luar jaringan (luring). Selain itu, guru dapat melakukan PJJ semi daring atau dikenal dengan istilah blended learning (Muhammad Hamid, 2020).

Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Peneliti melakukan diagnosis awal terhadap peserta didik untuk menentukan pendekatan yang paling pas dan tepat.

Berdasarkan hasil diagnosis awal meliputi kondisi kognitif dan non kognitif peserta didik, gaya belajar, dukungan orang tua, fasilitas yang dimiliki, lingkungan sekitar, serta pertimbangan kelebihan dan kekurangan setiap pendekatan dapat diketahui bahwa kondisi peserta didik kelas VI B SD Negeri Growong Kidul 02 lebih tepat jika melaksanakan Blended Learning selama proses PJJ.

Blended learning merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui perpaduan pembelajaran secara tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang dilakukan secara daring (Widiara, 2018: 51). Terdapat empat ruang belajar dalam blended learning yaitu sinkron langsung (melalui tatap muka langsung pada umumnya), sinkron virtual (tatap muka melalui dunia maya), asinkron mandiri (belajar mandiri dimanapun dan kapanpun), dan asinkron kolaboratif (belajar bersama orang lain dimanapun dan kapanpun). Dalam masa pandemi ini, hanya sinkron langsung yang tidak bisa diterapkan (Chaeruman, dan Santi Maudiarti: 2018).

Tujuan utama penerapan pembelajaran dengan metode blended learning yaitu penggabungan keunggulan pembelajaran online untuk meningkatkan pembelajaran mandiri secara aktif oleh peserta didik dan mengurangi kegiatan tatap muka di kelas. Dengan begitu pemahaman peserta didik tentang mata pelajaran akan meningkat (Khoiroh dkk., 2017: 99). Selaras dengan yang dikemukakan Usman (2018: 140) bahwa keunggulan blended learning yaitu pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Artinya pembelajaran secara mandiri dan tatap muka yang dikombinasikan dengan tepat dapat menjadi pembelajaran yang efektif dan efisien.

Proses penerapan pembelajaran dengan metode blended learning di kelas VI B SDN Growong Kidul 02 memperhatikan prinsip “5 M” yaitu memanusiakan hubungan, memahami konsep, memberdayakan konteks, memilih tantangan dan membangun keberlanjutan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).
Prinsip pertama diwujudkan dengan komunikasi antara peneliti, orang tua dan peserta didik. Peneliti melakukan komunikasi melalui aplikasi whatsapp. Kedua adalah memahami konsep. Artinya fokus utama komunikasi adalah menjelaskan kepada orang tua tentang konsep materi yang akan diajarkan selama satu semester terhitung dari bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2020.
Setelah memahami konsep, peneliti memberi kesempatan bagi orang tua untuk menjadi pemateri. Sebagai contoh pada materi tema lima muatan pelajaran kewarganegaraan membahas tentang keanekaragaman usaha di sekitar kita. Orang tua yang memiliki berbagai latar pekerjaan dapat menjadi pemateri untuk peserta didik. Inilah yang dimaksud dengan memberdayakan konteks.

Keempat, peneliti berkolaborasi dengan orang tua dan peserta didik untuk membuat jadwal belajar. Tahap ini dinamakan memilih tantangan. Setelah mencapai mufakat, akhirnya jadwal belajar peserta didik dibagi menjadi dua. Jadwal daring sinkron virtual dan jadwal luring melalui modul cetak berisi rangkuman materi dan tugas mandiri di rumah.

Selain itu, ada kalanya peneliti memberi variasi tugas secara daring asinkron yang dikumpulkan melalui email atau whatsapp. Misalnya peserta didik mengirimkan tugas video sedang menari Indang sebagai nilai keterampilan muatan SBdP pada tema dua.
Jadwal daring sinkron virtual dilakukan dengan tatap muka online melalui video call whatsapp. Pertemuan ini dilakukan peneliti secara bergiliran. Karena fasilitas video call whatsapp hanya dapat mengakomodasi empat orang, maka ada sepuluh sesi pertemuan peserta didik kelas VI B yang berjumlah tiga puluh orang. Sesi pertama dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pertimbangan bahwa setiap jam 07.00 WIB orang tua atau peserta didik mengambil modul ke sekolah terlebih dahulu.

Blended Learning ini dapat dikatakan berhasil meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa SD Negeri Growong Kidul 02. Berdasarkan hasil penelitian penulis, rata-rata pretest hasil belajar siswa adalah 66,36 dengan nilai minimum 50 dan nilai maksimum 83. Setelah metode Blended Learning diterapkan di kelas eksperimen maka rata-rata hasil belajar siswa menjadi 83,75 dengan nilai minimum 70 dan nilai maksimum 100.

Selain itu, Sebanyak 60% peserta didik kelas VI B SDN Growong Kidul 02 merasa puas. Data tersebut diambil oleh peneliti melalui fitur voice note dalam aplikasi whatsapp. Indikator kepuasan peserta didik meliputi rasa semangat ketika mengikuti proses pembelajaran daring maupun luring. Tugas-tugas diselesaikan oleh peserta didik dengan baik, tepat waktu dan senang hati. Selain itu, self assesment berupa tes lisan maupun tes tertulis menunjukkan peningkatan yang kentara dari waktu ke waktu.
Implikasi positif dari penerapan metode blended learning tidak lepas dari keberhasilan menanggulangi hambatan-hambatan yang mengganggu proses pembelajaran. Hambatan yang sering muncul adalah kestabilan sinyal peserta didik yang membuat proses daring sinkron tersendat beberapa saat. Kualitas sinyal yang tidak stabil dapat teratasi dengan sendirinya ketika peserta didik berganti posisi atau berganti jaringan seluler. Hambatan tersulit adalah hambatan yang berasal dari aspek kognitif peserta didik, misalnya kesulitan ketika memahami materi tertentu. Hambatan kognitif dapat diatasi dengan memberi tambahan waktu video call tersendiri bagi siswa yang capaian kognitifnya lemah.

Kini, dunia pendidikan terus berbenah diri untuk menyajikan pengalaman belajar terbaik demi peserta didik. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyerah dalam situasi pandemi Covid-19. Pandemi bukanlah suatu alasan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, bermutu, merdeka, dan bermakna dalam kehidupan.(*)

1 Komentar pada “Blended Learning Ibarat Oase Guru Menghadapi Pendidikan di Masa Pandemi”

  1. Sholikatun Nikmah berkata:

    Masa pandemi memang terbilang sangat mempengaruhi kehidupan dalam pendidikan, yang awalnya full learning and teaching hingga loss, kelambatan dalam bidang IT sangat urgen dalam mempengaruhi kecepatan informasi atau ilmu pengetahuan yang menyebabkan tingkat mutu pendidikan merosot tajam. Ini perlu percepatan tindak lanjut dari nol

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Karyawan Temanggung TV Teken Kontrak Kerja

Karyawan Temanggung TV Teken Kontrak Kerja

Info Jateng
Peringati HUT ke-42, Satpam KIT Batang Berkualifikasi Garda Madya

Peringati HUT ke-42, Satpam KIT Batang Berkualifikasi Garda Madya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Cukupi Kebutuhan Makanan Masyarakat, Pj Bupati Batang Resmikan 3 Lumbung Pangan

Cukupi Kebutuhan Makanan Masyarakat, Pj Bupati Batang Resmikan 3 Lumbung Pangan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Latih Konsentrasi, Pramuka SMK Neswara Batang Berlatih Airsoftgun

Latih Konsentrasi, Pramuka SMK Neswara Batang Berlatih Airsoftgun

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Lapas Batang Bakal Sulap Lahan Asimilasi Jadi Tempat Nongkrong

Lapas Batang Bakal Sulap Lahan Asimilasi Jadi Tempat Nongkrong

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Musnahkan 9,7 Juta Rokok Ilegal, Ganjar Terbuka Bagi Pengusaha Untuk Urus Izin

Musnahkan 9,7 Juta Rokok Ilegal, Ganjar Terbuka Bagi Pengusaha Untuk Urus Izin

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus
Pemkab Kendal Launching Host to Host SP2D Online

Pemkab Kendal Launching Host to Host SP2D Online

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Gelar Festival Durian Kebongembong, Bupati Kendal Dukung Potensi Durian Lokal

Gelar Festival Durian Kebongembong, Bupati Kendal Dukung Potensi Durian Lokal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Eisti’anah Diskusi Bersama Sahabat Pencinta Alam Kabupaten Demak

Bupati Eisti’anah Diskusi Bersama Sahabat Pencinta Alam Kabupaten Demak

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Ganjar Satukan Viking dan Panser Biru, Gagas Turnamen Antarsuporter

Ganjar Satukan Viking dan Panser Biru, Gagas Turnamen Antarsuporter

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Malam-malam, Viking Geruduk Rumah Dinas Ganjar

Malam-malam, Viking Geruduk Rumah Dinas Ganjar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Motoran 5 Jam, Belasan Difabel Klaten Temui Ganjar

Motoran 5 Jam, Belasan Difabel Klaten Temui Ganjar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Megawati Hadiri Pelantikan Walkot Semarang, Ganjar; Ini Suntikan Semangat Kerja Bagi Kader

Megawati Hadiri Pelantikan Walkot Semarang, Ganjar; Ini Suntikan Semangat Kerja Bagi Kader

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Lantik Wali Kota Semarang, Ganjar Teringat Sosok Kunti dalam Epos Mahabharata

Lantik Wali Kota Semarang, Ganjar Teringat Sosok Kunti dalam Epos Mahabharata

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Ganjar dan Atiqoh Kompak Sambut Mega Hadiri Pelantikan Walikota Semarang

Ganjar dan Atiqoh Kompak Sambut Mega Hadiri Pelantikan Walikota Semarang

Laporan Khusus
Prodi PAI INISNU Adakan KKL di International Afkaaruna Islamic School Yogyakarta

Prodi PAI INISNU Adakan KKL di International Afkaaruna Islamic School Yogyakarta

Pendidikan
Rapat Kerja Tahunan INISNU, Bahas Penataan Manjerial hingga Persiapan Reakreditasi

Rapat Kerja Tahunan INISNU, Bahas Penataan Manjerial hingga Persiapan Reakreditasi

Pendidikan
Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Laporan Khusus
Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Info Jateng
Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Info Jateng
Close Ads X