Asyik Belajar IPS dengan Utang Seribu

infojateng.id - 15 November 2022
Asyik Belajar IPS dengan Utang Seribu
 - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Maulidin Nur Secha, S. Pd

Kepala Sekolah SDN Bendar

PENDIDIKAN merupakan wahana dan sarana dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk dapat bersaing dalam era globalisasi. Pendidikan di Indonesia diharapkan mampu untuk menyetak peserta didik yang unggul, berkomitmen kuat dan konsisten dalam memajukan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Proses pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari guru, peserta didik, keluarga, masyarakat dan pemerintah memiliki peran yang sama agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Pendidikan ini diwujudkan dan diimplementasikan dalam pembelajaran yang dikemas dalam sebuah kurikulum. Kurikulum yang berlaku pada sistem pendidikan nasional adalah kurikulum KTSP 2013 dan kurikulum merdeka.

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Permendikbud, No.67:2013). Diperjelas dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, proses pembelajaran terdiri dari lima pengalaman belajar pokok, yaitu (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengumpulkan informasi, (4) mengasosiasi dan (5) mengomunikasikan. Pengalaman belajar melalui pendekatan saintifik tersebut dapat mengaktifkan peserta didik apabila diterapkan dengan baik dan dipadukan dengan model atau media pembelajaran yang menarik dan inovatif.

Pembelajaran tematik dengan menggunakan pendekatan saintifik diharapkan mampu menciptakan peserta didik yang produktif, kreatif, dan inovatif. Namun, faktanya pembelajaran tematik di berbagai sekolah masih monoton. Kegiatan pembelajaran peserta didik yang sesuai dengan pendekatan saintifik hanya terpaku pada buku peserta didik dan buku pegangan peserta didik. Pembelajaran dirasa kurang menarik. Peserta didik hanya menyimak, mencatat dan mengerjakan perintah soal yang ada pada buku peserta didik. Peserta didik kurang termotivasi dalam pembelajaran sehingga peserta didik merasa cepat bosan. Guru kurang memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif. Hal ini berakibat hasil belajar mata pelajaran muatan pelajaran IPS pada tema peristiwa dalam kehidupan belum sesuai dengan yang diharapkan.

Materi pokok mata pelajaran muatan pelajaran IPS pada tema peristiwa dalam kehidupan adalah peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia. Materi tersebut menuntut peserta didik untuk memahami secara mendalam sehingga daya ingat peserta didik akan materi tersebut akan berlangsung lama. Guru kesulitan dalam memberikan pembelajaran IPS yang bermakna bagi peserta didik. Peserta didik kesulitan dalam memahami materi pokok pembelajaran IPS yang berakibat materi pelajaran yang diterima oleh peserta didik mudah hilang begitu saja setelah pembelajaran selesai.

Berdasarkan pengalaman pembelajaran tersebut telah memunculkan ide kreatif untuk mengajukan media pembelajaran yang inovatif. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif diharapkan dapat memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. Peserta didik diajak bermain sambil belajar sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan dan peserta didik dapat memahami materi peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia yang nantinya ditandai dengan hasil belajar peserta didik sesuai dengan yang diharapkan. Peneliti mengajukan media pembelajaran dengan memasukkan unsur budaya nusantara.

Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran, sehingga memungkinkan peserta didik dapat berinteraksi dengan media yang dipilih. Menurut Wina, S. (2011), media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Media digunakan dalam bidang pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ”tengah”, ”perantara” atau ”pengantar”. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Jadi, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti untuk pembelajaran IPS adalah Ular Tangga Sejarah Indonesia dan Budaya Nusantara (Utang Seribu).

Media pembelajaran Utang Seribu adalah suatu alat peraga yang pembuatannya terinspirasi dari permainan ular tangga. Penulis mendesain ulang perminan ular tangga dengan menambahkan aturan-aturan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Konsep dasar dalam papan ular tangga juga masih dipertahankan, seperti terdapat gambar ular dan tangga yang merupakan ciri khas dari permainan ini. Namun penulis menambahkan gambar provinsi pada kotak-kotak papan ular tangga.

Utang Seribu memiliki kelebihan dibandingkan dengan ular tangga biasa. Selain mengasyikan dalam penerapannya, juga dapat dijadikan untuk menyampaikan suatu materi. Peserta didik yang bermain juga dapat belajar pembelajaran IPS tema peristiwa dalam kehidupan. Terdapat aturan-aturan dimana peserta didik harus menjawab soal dan memberikan soal kepada peserta didik lain. Sehingga alat peraga ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam akan materi yang mereka pelajari. Berikut aturan main dari media pembelajaran Utang Seribu:

Guru membentuk 4 kelompok heterogen yang beranggotakan 5 peserta didik dan masing-masing kelompok mendapatkan bidak sesuai dengan warna kelompok. Setiap perwakilan kelompok hompimpa untuk menentukan urutan bermain Gerakan Utang Seribu.

Setiap peserta didik melemparkan dadu sesuai urutan. Setelah dadu dilmpar peserta didik menjalankan bidak sesuai hasil lemparan, kemudian menuliskan nama tarian sesuai provinsi yang ditempati bidak.

Apabila jawaban benar, peserta didik mengambil soal A (soal jalan), namun jika salah bidak kembali ke posisi awal sebelum dadu dilempar.

Peserta didik yang berhasil mengambil soal A harus mendiskusikan jawabannya dengan kelompok selama 1 menit. Apabila jawaban benar, bidak berhasil menempati provinsi tersebut dan mengambil soal B (pendirian kerajaan), namun jika salah bidak kembali ke posisi awal.

Peserta didik yang berhasil mengambil soal B harus mendiskusikan jawabannya dengan kelompok selama 1 menit. Apabila jawaban benar, peserta didik bersama kelompok berhak mendirikan kerajaan di provinsi yang ditempati bidak, namun jika salah bidak tidak kembali ke posisi awal. Penandaan kerajaan kelompok dengan segitiga berwarna yang ditempel pada gambar provinsi.

Bidak yang berada pada gambar provinsi yang terdapat tanda tangga, sebelum naik harus menuliskan nama tarian dari 2 provinsi yang dihubungkan oleh tangga. Apabila jawaban benar dan belum ada kerajaan yang berdiri, bidak dapat naik sesuai dengan arah tangga, menjawab soal A dan soal B untuk mendirikan kerajaan. Namun jika jawaban salah, bidak kembali ke posisi sebelumnya.

Bidak yang berada pada provinsi yang terdapat kepala ular, sebelum turun terlebih dahulu harus menuliskan nama tarian dari 2 provinsi yang dihubungkan oleh ular. Apabila jawaban benar dan belum terdapat kerajaan, bidak dapat turun mengikuti arah ular. Peserta didik menjawab soal A dan soal B untuk mendirikan kerajaan, namun apabila jawaban salahbidak tetap turun dan mundur 5 langkah.

Peserta didik tidak menjawab soal A dan soal B apabila menempati gambar provinsi yang terdapat kerajaan kelompok lain. Namun tetap menuliskan nama tarian dan menjawab soal yang diberikan oleh kelompok yang mendirikan kerajaan pada provinsi tersebut. Apabila jawaban benar, bidak boleh singgah, namun jika salah kembali ke posisi sebelumnya.

Bidak yang sudah turun karena menempati gambar provinsi yang terdapat kepala ular dan terdapat kerajaan pada provinsi tersebut, tetap menuliskan nama tarian dan menjawab pertanyaan dari kelompok yang mendirikan kerajaan. Apabila jawaban benar, bidak boleh singgah, namun apabila salah bidak mundur 5 langkah

Setelah semua melempar dan mengerjakan, kemudian kembali pada pelempar urutan pertama dengan wakil yang berbeda tiap kelompok.

Permainan berhenti apabila salah satu kelompok mencapai garis finish atau kartu soal (soal A dan soal B) telah habis.

Apabila permainan selesai terdapat soal yang belum terjawab, maka soal akan dijawab bersama-sama.

Peserta didik mendiskusikan lembar kerja kelompok yang dibagikan oleh guru.

Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Pemenang ditentukan dengan mangakumulasikan hasil diskusi dengan posisi bidak yang berada pada papan alat peraga Gerakan Utang Seribu.

Media pembelajaran Utang Seribu dapat meningkatkan hasil belajar muatan pelajaran IPS pada tema peristiwa dalam kehidupan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatkannya hasil belajar peserta didik sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti pada peserta didik kelas V SDN Pekuwon. Tingkat ketuntasan peserta didik dapat dilihat dari 20 peserta didik yang mendapat nilai 33-49 sebanyak 3 peserta didik, nilai 50-66 sebanyak 9 peserta didik , nilai 67-83 sebanyak 1 peserta didik, dan nilai 84-100 sebanyak 7 peserta didik. KKM muatan pelajaran IPS kelas V adalah 67. Artinya dari 20 peserta didik sebanyak 8 peserta didik yang tuntas dengan nilai di atas KKM, dan 12 peserta didik lainnya belum tuntas dengan nilai di bawah KKM. Setelah menerapkan media pembelajaran Utang Seribu diperoleh data sebagai berikut. Hasil belajar dari 20 peserta didik yang mendapat nilai 40-54 sebanyak 5 peserta didik, nilai 55-69 sebanyak 1 peserta didik, nilai 70-84 sebanyak 4 peserta didik, dan nilai 85-100 sebanyak 10 peserta didik, artinya dari 20, sebanyak 18 peserta didik yang tuntas dengan nilai di atas KKM, dan 2 peserta didik lainnya belum tuntas dengan nilai di bawah KKM.

Media Pembelajaran Ular Tangga ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar Peserta didik pada muatan pelajaran IPS tema tema peristiwa dalam kehidupan. Media permainan Utang Seribu dan Penggunaan media pembelajaran dalam kegaiatan pembelajaran lebih memudahkan siswa dalam memperoleh pemahaman dan memotivasi siswa untuk belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang baik. (*) 

 

 

 

 

 

 

 

1 Komentar pada “Asyik Belajar IPS dengan Utang Seribu”

  1. Sholikatun Nikmah berkata:

    Penuh kreatifitas.. apapun yang terjadi di sekitar kita perlu kita teliti dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dan di masyarakat.

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Laporan Khusus
Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Info Jateng
Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Info Jateng
Ketua DPRD Jepara Ajak Milenial Lawan Hoaks Jelang Pemilu

Ketua DPRD Jepara Ajak Milenial Lawan Hoaks Jelang Pemilu

Info Jateng
Gunakan Minibus, Komplotan Pencuri Gasak Hewan Ternak

Gunakan Minibus, Komplotan Pencuri Gasak Hewan Ternak

Eks Karesidenan Surakarta
Realisasi Nilai Investasi Kabupaten Batang Tahun 2022 Capai Rp5,878 Triliun

Realisasi Nilai Investasi Kabupaten Batang Tahun 2022 Capai Rp5,878 Triliun

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Kendal Dampingi Rombongan Universitas Indonesia Kunjungi KIK

Pemkab Kendal Dampingi Rombongan Universitas Indonesia Kunjungi KIK

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Dico Terima Kunjungan Akademik Universitas Indonesia

Bupati Dico Terima Kunjungan Akademik Universitas Indonesia

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Tuntaskan Kemiskinan, Bupati Demak Hadiri Rakor Bersama Gubernur Jateng

Tuntaskan Kemiskinan, Bupati Demak Hadiri Rakor Bersama Gubernur Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
BKPP Demak : Waspadai Calo yang Menjanjikan Jadi PNS dan P3K

BKPP Demak : Waspadai Calo yang Menjanjikan Jadi PNS dan P3K

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pemprov Jateng Tangani Kemiskinan Melalui Jalur Pendidikan

Pemprov Jateng Tangani Kemiskinan Melalui Jalur Pendidikan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
4 Arahan Ganjar untuk Tanggulangi Kemiskinan di WonoSraTen: Kontak Saya, Laporkan dan Usulkan

4 Arahan Ganjar untuk Tanggulangi Kemiskinan di WonoSraTen: Kontak Saya, Laporkan dan Usulkan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Dorong Kades dan Camat Aktif Lobi Perusahaan

Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Dorong Kades dan Camat Aktif Lobi Perusahaan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Gubernur Mengajar Jalan Lagi, Ganjar Bangga Pelajar Antusias Cegah Perundungan dan Radikalisme

Gubernur Mengajar Jalan Lagi, Ganjar Bangga Pelajar Antusias Cegah Perundungan dan Radikalisme

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pendidikan
Perusahaan di Jateng Diminta Bina UMKM dan Fasilitasi Pekerja Hamil

Perusahaan di Jateng Diminta Bina UMKM dan Fasilitasi Pekerja Hamil

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Siap-Siap, Polres Sragen Bakal Terapkan Tilang Pakai Drone

Siap-Siap, Polres Sragen Bakal Terapkan Tilang Pakai Drone

Eks Karesidenan Surakarta
Direktur Sucofindo Raih Gelar Doktor, Ganjar; Disertasinya Bagus, Tinggal Implementasinya

Direktur Sucofindo Raih Gelar Doktor, Ganjar; Disertasinya Bagus, Tinggal Implementasinya

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Gadaikan Mobil Rental untuk Judi Online, Tiga Tersangka Berhasil Dibekuk Polisi

Gadaikan Mobil Rental untuk Judi Online, Tiga Tersangka Berhasil Dibekuk Polisi

Eks Karesidenan Surakarta
Safari Kebangsaan, Ajak Kaum Milenial Tak Terlibat Dalam Money Politik

Safari Kebangsaan, Ajak Kaum Milenial Tak Terlibat Dalam Money Politik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kepala Dusun di Sragen Nyambi Penadah Curanmor

Kepala Dusun di Sragen Nyambi Penadah Curanmor

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Close Ads X