Penggunaan Metode Cooperative Learning dengan Teknik Jigsaw dalam Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar

infojateng.id - 2 Mei 2022
Penggunaan Metode Cooperative Learning dengan Teknik Jigsaw dalam Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar
Taufik Hermawan, S. Pd. - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

*Oleh Taufik Hermawan, S. Pd.
Guru BK SMKN 1 Tengaran
Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang

Kegiatan Belajar mengajar di kelas tentunya adalah suatu kegiatan yang sangat penting dilakukan peserta didik di sekolah. Bahkan kegiatan tersebut menjadi kegitan utama yang tentunya harus selalu diikuti oleh peserta didik. Selain sebagai sarana penyampaian materi dari seluruh mata pelajaran yang mereka dapatkan sesuai jenjang kelasnya, kegiatan pembelajaran di kelas adalah sebagai tolok ukur bagaimana keberhasilan dalam melakukan suatu pembelajaran itu berjalan dengan baik dan lancer. Tentunya juga banyak sekali aspek yang harus diperhatikan baik dari peserta didik itu sendiri maupun guru yang menyampaikan materi.

Peserta didik umunya dapat menguasai materi yang disampaikan dengan cara memperhatikan guru ketika menyampaikan materi, mempelajari buku atau modul yang sudah diberikan guru juga dengan berkonsentrasi pada saat pelajaran, sehingga apa yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik.

Kemampuan mengusai suatu pelajaran atau materi peserta didik tentunya berbeda-beda, cara belajar sispun tentunya juga pasti berbeda-beda ada yang dengan cara mandiri bisa menguasai, tapi tidak sedikit pula peserta didik yang perlu bantuan dari orang lain dalam usahanya mempelajari suatu materi. Dalam kegiatan pembelajaran dikelas diharapkan peserta didik dapat berkonsentrasi dengan baik sehingga apa yang disampaikan oleh guru juga dapat dipahami dengan baik. Konsentrasi belajar adalah kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Menurut Dimyati Mudjiono (2013 : 239).

Pada penelitian Fransiska Dwi Mayasari pada tahun 2017 yang berjudul Pengaruh Konsentrasi Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smk Negeri 1 Ngabang, berdasarkan kajian teori dan analisis data serta mengacu pada perumusan masalah yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa harus diupayakan dengan meningkatkan konsentrasi belajar siswa selama proses pembelajaran melalui kesiapan belajar, menanamkan minat dan motivasi belajar, mengembangkan pola belajar aktif dan sesekali menyegarkan pikiran. Hal ini mengingat bahwa tinggi rendahnya hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kemampuannya dalam melakukan konsentrasi belajar. Berdasarkan hasil temuan peneliti asumsikan bahwa dengan meningkatkan konsentrasi belajar siswa dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam merespon dan menginterprestasikan pelajaran yang sedang dipelajari sehingga akan berpengaruh pada hasil belajar siswa.

(2) Motivasi belajar siswa SMK Negeri 1 Ngabang meliputi : cita-cita, kemampuan, kondisi jasmani dan rohani siswa, kondisi lingkungan kelas, unsur-unsur yang dinamis dalam belajar dan upaya guru dalam membelajarkan siswa. Dan secara nyata motivasi belajar siswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar ini terbukti dengan adanya pengambilan data melalui angket yang disebar kemudian diolah dengan cara simultan.

(3) Secara simultan ketiga variabel mempunyai pengaruh positif terhadap variabel hasil belajar dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsentrasi belajar dan motivasi belajar yang baik dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh konsentrasi dan motivasi melainkan juga ditentukan oleh keterampilan intelek, keterampilan motorik, sikap, lingkungan, keadaan, kemampuan, kinerja guru dan fasilitas belajar yang dapat menunjang dalam proses pembelajaran.

Hasil asesmen yang sudah dilakukan atau diberikan kepada peserta didik kelas X TSM yaitu dengan AKPD, dari 36 peserta didik masih ada 29 anak yang mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi saat pelajaran di kelas. Kemudian dilakukan observasi kegiatan pembelajaran peserta didik saat di kelas, masih banyak peserta didik yang sibuk dengan aktivitas yang lain, mencuri curi kesempatan untuk bermain HP, pandangan mata justru melihat ke arah luar kelas atau tidak fokus ke guru yang menyampaikan materi. Didukung dengan hasil wawancara kepada guru yang mengajar di kelas tersebut juga menyampaikan hal yang sama, hampir setiap pelajaran pasti ketika siswa ditanya tidak paham karna tidak fokus, bahkan ditanya pertanyaannya apa terkadang peserta didik juga tidak memahami karena tidak berkonsentrasi dengan pelajaran di kelas.

Bimbingan dan Konseling di sekolahan menjadi salah satu sarana bagi peserta didik dalam rangka untuk diberikan layanan sehingga kebutuhan atau permasalahan yang dialami oleh peserta didik dapat teratasi. Berdasarkan latar belakang di atas layanan yang bisa diberikan ke peserta didik yaitu dengan layanan Bimbingan Klasikal kemudian menggunakan metode Cooperative Learning dengan tekniknya menggunakan Teknik Jigsaw.

Seperti apa itu metode Cooperative Learning dengan penggunaan Teknik Jigsaw? Nah, di dalam Bahasa Inggris, David dan Roger Johnson mendefinisikan Cooperative Learning sebagai “a teaching strategy in which small teams, each with students of different levels of ability, use a variety of learning activities to improve their understanding of a subject.” Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, Cooperative Learning atau pembelajaran kooperatif adalah sebuah strategi pembelajaran dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dimana setiap siswa memiliki tingkat kemampuan berbeda, dengan menggunakan berbagai macam aktivitas belajar untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi).

Menurut Asep Gojwan, cooperative learning atau model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang menekankan aktivitas kolaboratif siswa dalam belajar yang berbentuk kelompok kecil untuk mencapai tujuan yang sama dengan menggunakan berbagai macam aktivitas belajar guna meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dan memecahkan masalah secara kolektif. Tidak hanya mempelajari materi pembelajaran Bersama-saman, setiap anggota kelompok harus saling membantu anggota yang lain untuk belajar.

David & Johnson (1999:58) menyebutkan bahwa model pembelajaran ini memiliki 5 prinsip yang dianut, yaitu Positive interdependence (saling ketergantungan positif), Individual accountability (tanggung jawab perseorangan), Face to face interaction (tatap muka), Social Skill (keterampilan sosial), dan Group processing (proses kelompok).

Jadi, inti dari cooperative learning adalah sebuah konsep sinergi dimana energi atau tenaga yang terhimpun melalui kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan masyarakat (Sagala, 2002: 177). Dalam pembelajaran kooperatif, kelas dijadikan sebagai miniatur atau cerminan dari keadaan masyarakat luas dan juga sebuah laboratorium untuk belajar kehidupan nyata bagi siswa. Cooperative learning memanfaatkan fenomena kerjasama/gotong royong dalam pembelajaran yang menekankan terbentuknya hubungan antara siswa yang satu dengan yang lainnya, terbentuknya sikap dan perilaku yang demokratis serta tumbuhnya produktivitas kegiatan belajar siswa.

Stahl, dikutip oleh Tukiran Taniredja, dkk, menyebutkan model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa ciri khas atau karakteristik seperti di bawah ini:

Kegiatan belajar dilakukan bersama dengan teman.

Selama proses belajar, terjadi face to face interaction atau tatap muka dengan teman.

Siswa saling mendengarkan pendapat di antara anggota kelompok.

Siswa dapat belajar dari teman dalam kelompoknya.

Siswa dimasukkan dalam kelompok kecil untuk belajar bersama.

Siswa berkesempatan untuk aktif berbicara atau saling mengemukakan pendapat.
Pengambilan keputusan tergantung pada siswa sendiri.

Siswa dituntut untuk aktif dalam setiap kegiatan belajar pada kelompoknya.

Tujuan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning). Model pembelajaran cooperative learning atau model pembelajaran kooperatif dalam penerapannya di kelas memiliki beberapa tujuan seperti berikut ini:

Peningkatan kualitas hasil belajar dan pembentukan karakter siswa, terutama dalam bekerjasama atau berkolaborasi.

Menciptakan interaksi yang silih asah, sehingga sumber belajar siswa bukan hanya dari guru dan buku ajar, tetapi juga sesama siswa.

Meningkatkan hasil akademik siswa termasuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas – tugas akademiknya.

Melatih siswa untuk mampu menjadi narasumber bagi teman-temannya.

Memberikan peluang bagi siswa untuk dapat menerima keragaman dari teman – temannya, seperti perbedaan latar, suku, agama, kemampuan akademik dan tingkat sosial.

Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti berbagi tugas, aktif bertanya, mengemukakan pendapat dan lain sebagainya.

Model pembelajaran yang cocok untuk daring salah satunya adalah cooperative learning atau pembelajaran kooperatif. Meskipun siswa harus belajar dari rumah, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sehingga tetap dapat bersosialisasi.

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sangat melibatkan aktivitas seluruh siswa, bertanggungjawab atas materinya masing- masing, karena seluruh siswa memiliki tugas masing-masing sehingga siswa lebih aktif dan tidak bosan dalam proses pembelajaran. Siswa dalam kelompoknya saling membantu dan bekerja sama untuk mencari tugas soal yang diberikan sehingga siswa yang kemampuan rendah juga bisa terbantu oleh siswa yang pintar. Sehingga diharapkan dengan layanan ini nanti peserta didik bisa meningkatkan konsentrasinya dalam belajar.(*)

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Laporan Khusus
Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Info Jateng
Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Info Jateng
Ketua DPRD Jepara Ajak Milenial Lawan Hoaks Jelang Pemilu

Ketua DPRD Jepara Ajak Milenial Lawan Hoaks Jelang Pemilu

Info Jateng
Gunakan Minibus, Komplotan Pencuri Gasak Hewan Ternak

Gunakan Minibus, Komplotan Pencuri Gasak Hewan Ternak

Eks Karesidenan Surakarta
Realisasi Nilai Investasi Kabupaten Batang Tahun 2022 Capai Rp5,878 Triliun

Realisasi Nilai Investasi Kabupaten Batang Tahun 2022 Capai Rp5,878 Triliun

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Kendal Dampingi Rombongan Universitas Indonesia Kunjungi KIK

Pemkab Kendal Dampingi Rombongan Universitas Indonesia Kunjungi KIK

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Dico Terima Kunjungan Akademik Universitas Indonesia

Bupati Dico Terima Kunjungan Akademik Universitas Indonesia

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Tuntaskan Kemiskinan, Bupati Demak Hadiri Rakor Bersama Gubernur Jateng

Tuntaskan Kemiskinan, Bupati Demak Hadiri Rakor Bersama Gubernur Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
BKPP Demak : Waspadai Calo yang Menjanjikan Jadi PNS dan P3K

BKPP Demak : Waspadai Calo yang Menjanjikan Jadi PNS dan P3K

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pemprov Jateng Tangani Kemiskinan Melalui Jalur Pendidikan

Pemprov Jateng Tangani Kemiskinan Melalui Jalur Pendidikan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
4 Arahan Ganjar untuk Tanggulangi Kemiskinan di WonoSraTen: Kontak Saya, Laporkan dan Usulkan

4 Arahan Ganjar untuk Tanggulangi Kemiskinan di WonoSraTen: Kontak Saya, Laporkan dan Usulkan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Dorong Kades dan Camat Aktif Lobi Perusahaan

Tangani Kemiskinan Ekstrem, Ganjar Dorong Kades dan Camat Aktif Lobi Perusahaan

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Gubernur Mengajar Jalan Lagi, Ganjar Bangga Pelajar Antusias Cegah Perundungan dan Radikalisme

Gubernur Mengajar Jalan Lagi, Ganjar Bangga Pelajar Antusias Cegah Perundungan dan Radikalisme

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pendidikan
Perusahaan di Jateng Diminta Bina UMKM dan Fasilitasi Pekerja Hamil

Perusahaan di Jateng Diminta Bina UMKM dan Fasilitasi Pekerja Hamil

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Siap-Siap, Polres Sragen Bakal Terapkan Tilang Pakai Drone

Siap-Siap, Polres Sragen Bakal Terapkan Tilang Pakai Drone

Eks Karesidenan Surakarta
Direktur Sucofindo Raih Gelar Doktor, Ganjar; Disertasinya Bagus, Tinggal Implementasinya

Direktur Sucofindo Raih Gelar Doktor, Ganjar; Disertasinya Bagus, Tinggal Implementasinya

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Gadaikan Mobil Rental untuk Judi Online, Tiga Tersangka Berhasil Dibekuk Polisi

Gadaikan Mobil Rental untuk Judi Online, Tiga Tersangka Berhasil Dibekuk Polisi

Eks Karesidenan Surakarta
Safari Kebangsaan, Ajak Kaum Milenial Tak Terlibat Dalam Money Politik

Safari Kebangsaan, Ajak Kaum Milenial Tak Terlibat Dalam Money Politik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kepala Dusun di Sragen Nyambi Penadah Curanmor

Kepala Dusun di Sragen Nyambi Penadah Curanmor

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Close Ads X