Inilah Beras Premium Andalan Ganjar dari Klaten

infojateng.id - 30 Desember 2022
Inilah Beras Premium Andalan Ganjar dari Klaten
Bupati Sri Mulyani saat panen padi rojolele Srinuk di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo beberapa waktu lalu. (Foto: Media Indonesia) - (infojateng.id)
|
Editor

Semarang, Infojateng.idGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung upaya pengembangan varietas tanaman lokal. Varietas “Rojolele Srinuk” satu di antaranya. Beras premium asal Kecamatan Delanggu – Klaten ini, kini menjadi primadona petani karena kualitas unggul dan harga jual yang tinggi.

Ketua Sanggar Rojolele Delanggu Eksan Hartanto mengatakan, sekarang budidaya Rojolele Srinuk sedang moncer. Bagaimana tidak, satu kilogram beras varietas ini mampu mencapai harga Rp 13.500 sampai Rp 14.500.

Ia menyebut, Rojolele awalnya adalah varietas umum yang ditanam oleh petani di wilayah Delanggu. Namun karena masa tunggu panen yang mencapai 155 hari, petani memilih beralih ke varietas lain yang lebih singkat masa panennya. Meskipun diakui, varietas Rojolele memiliki keunggulan rasa dan tekstur yang pulen.

Kemudian, pada 2013-2019 Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memuliakan varietas ini. Dampaknya, varietas Rojolele lebih singkat masa panen dan tahan akan penyakit.

Selanjutnya, varietas yang telah dimuliakan Batan didaftarkan pada Kementerian Pertanian RI dengan nama Rojolele Srinuk. Lalu, petani berbondong-bondong menanam kembali padi jenis ini.

“Saat tanam dan panen Pak Ganjar berkunjung ke sini, itu menjadi mood booster bagi kami dan para petani penggarap. Dan lagi pada saat panen Pak Ganjar membeli 100 kilogram beras Rojolele Srinuk waktu 2020, setelah itu dimasak setelahnya memberi testimoni. Kan pengikutnya di media sosial banyak, hasilnya lumayan untuk penjualannya,” paparnya, dihubungi Kamis (29/12/2022).

Perlu diketahui di Desa Delanggu, terdapat 28 hektare area sawah dengan 40 petani penggarap. Sementara, hasil panen varietas ini mencapai 8 ton beras per bulan. Sementara di seluruh Kabupaten Klaten, Rojolele Srinuk telah ditanam di 24 Kecamatan dan menyebar ke 123 titik.

Kini, ia mengaku beras Rojolele Srinuk telah beredar di beberapa daerah. Selain pulau Jawa, produk petani Delanggu telah dinikmati hingga Bangka Belitung dan Ibukota DKI Jakarta.

Eksan menyebut, pemasaran produk ini eksklusif. Sebab, dengan harga perkilogram yang mencapai Rp 14.500 segmen pembelinya dari kalangan terbatas. Selain itu, petani pun lebih diuntungkan dengan harga beli yang tinggi.

“Kalau harga, konsumen tidak masalah dengan beras dari kami (Desa Delanggu). Hanya saja, beras varietas ini kan sempat tidak ditanam (karena alasan lama panen). Tetapi kan ada beras yang kemasannya saja ditulis Rojolele. Nah kami mencoba meyakinkan konsumen, bahwa ini (Rojolele Srinuk) merupakan Rojolele yang memang asli,” tuturnya.

Eksan mengatakan, pengembangan beras “Rojolele Srinuk” juga didukung oleh Pemkab Klaten. Mulai dari fasilitasi peningkatan SDM, pemberantasan hama hingga upaya penyerapan hasil tani dengan memberdayakan perumda untuk kemudian dibeli oleh para ASN di lingkup Pemkab Klaten.

Raja dan Thole-Thole

Berbicara soal Rojolele tidak bisa dipisahkan dari historis Klaten sebagai salah satu lumbung padi di kawasan Kasunanan Surakarta. Dikutip dari laman Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, beras varietas ini sudah ditanam sejak kekuasaan Sinuhun ke-7.

Mulanya, raja tertarik dengan tanaman padi jenis “wulu” yang tumbuh subur di kawasan Delanggu-Klaten. Sinuhun ke-7 lantas mengajak thole-thole (sebutan anak laki-laki) untuk ikut menanam.

Atas peristiwa itu, Sinuhun ke-7 menamakan padi jenis”wulu” dengan Rojolele, atau Raja bersama thole-thole menanam padi. Ini menyiratkan makna, raja dan rakyat kala itu kompak, untuk menjaga pasokan pangan.

Nah, sejak itulah Rojolele menjadi varietas yang melegenda dengan hasil nasi yang pulen dan wangi.

Namun seiring waktu, padi jenis ini mulai ditinggalkan karena umur tanam yang mencapai 150 hari dan gampang rebah karena batangnya yang tinggi menjulang.

Lalu, sejak 2013 hingga 2019 Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemuliaan terhadap padi jenis Rojolele. Dengan upaya ini, umur panen padi varietas ini lebih pendek hanya sekitar 110-120 hari, dan lebih tahan terhadap penyakit seperti wereng batang cokelat (WBC) serta tidak gampang rubuh terkena angin.

Sejak saat itulah, petani berduyun-duyun kembali menanam kembali Rojolele, yang kini diberi tambahan nama Srinuk. Srinuk berasal dari kata dewi kesuburan Dewi Sri dan Inuk yang berarti enak.

Tidak sekedar cerita, Rojolele Srinuk telah mendapatkan SK pelepasan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan nomor 481/HK.540/C/10/2019. Selain itu telah pula mendapat Hak Pelindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPT) Kementerian Pertanian RI nomor 00551/PPVT/S/2022.(eko/redaksi)

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Karyawan Temanggung TV Teken Kontrak Kerja

Karyawan Temanggung TV Teken Kontrak Kerja

Info Jateng
Peringati HUT ke-42, Satpam KIT Batang Berkualifikasi Garda Madya

Peringati HUT ke-42, Satpam KIT Batang Berkualifikasi Garda Madya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Cukupi Kebutuhan Makanan Masyarakat, Pj Bupati Batang Resmikan 3 Lumbung Pangan

Cukupi Kebutuhan Makanan Masyarakat, Pj Bupati Batang Resmikan 3 Lumbung Pangan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Latih Konsentrasi, Pramuka SMK Neswara Batang Berlatih Airsoftgun

Latih Konsentrasi, Pramuka SMK Neswara Batang Berlatih Airsoftgun

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Lapas Batang Bakal Sulap Lahan Asimilasi Jadi Tempat Nongkrong

Lapas Batang Bakal Sulap Lahan Asimilasi Jadi Tempat Nongkrong

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Musnahkan 9,7 Juta Rokok Ilegal, Ganjar Terbuka Bagi Pengusaha Untuk Urus Izin

Musnahkan 9,7 Juta Rokok Ilegal, Ganjar Terbuka Bagi Pengusaha Untuk Urus Izin

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus
Pemkab Kendal Launching Host to Host SP2D Online

Pemkab Kendal Launching Host to Host SP2D Online

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Gelar Festival Durian Kebongembong, Bupati Kendal Dukung Potensi Durian Lokal

Gelar Festival Durian Kebongembong, Bupati Kendal Dukung Potensi Durian Lokal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Eisti’anah Diskusi Bersama Sahabat Pencinta Alam Kabupaten Demak

Bupati Eisti’anah Diskusi Bersama Sahabat Pencinta Alam Kabupaten Demak

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Ganjar Satukan Viking dan Panser Biru, Gagas Turnamen Antarsuporter

Ganjar Satukan Viking dan Panser Biru, Gagas Turnamen Antarsuporter

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Malam-malam, Viking Geruduk Rumah Dinas Ganjar

Malam-malam, Viking Geruduk Rumah Dinas Ganjar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Motoran 5 Jam, Belasan Difabel Klaten Temui Ganjar

Motoran 5 Jam, Belasan Difabel Klaten Temui Ganjar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Megawati Hadiri Pelantikan Walkot Semarang, Ganjar; Ini Suntikan Semangat Kerja Bagi Kader

Megawati Hadiri Pelantikan Walkot Semarang, Ganjar; Ini Suntikan Semangat Kerja Bagi Kader

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Lantik Wali Kota Semarang, Ganjar Teringat Sosok Kunti dalam Epos Mahabharata

Lantik Wali Kota Semarang, Ganjar Teringat Sosok Kunti dalam Epos Mahabharata

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Ganjar dan Atiqoh Kompak Sambut Mega Hadiri Pelantikan Walikota Semarang

Ganjar dan Atiqoh Kompak Sambut Mega Hadiri Pelantikan Walikota Semarang

Laporan Khusus
Prodi PAI INISNU Adakan KKL di International Afkaaruna Islamic School Yogyakarta

Prodi PAI INISNU Adakan KKL di International Afkaaruna Islamic School Yogyakarta

Pendidikan
Rapat Kerja Tahunan INISNU, Bahas Penataan Manjerial hingga Persiapan Reakreditasi

Rapat Kerja Tahunan INISNU, Bahas Penataan Manjerial hingga Persiapan Reakreditasi

Pendidikan
Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Penghuni Rusunawa di Jepara Kini Miliki Rumah

Laporan Khusus
Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Dukung UMKM Naik Kelas, Ganjar Berikan 2.144 UKM Sertifikasi Halal

Info Jateng
Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Program Penurunan Stunting ‘Bapak Asuh’ di Blora Diapresiasi Ganjar

Info Jateng
Close Ads X