Kegigihan Petani Melon Asal Grobogan Berharap Berkah di Tengah Pandemi

Kegigihan Petani Melon Asal Grobogan Berharap Berkah di Tengah Pandemi

infojateng.id - 11 Mei 2020
Kegigihan Petani Melon Asal Grobogan Berharap Berkah di Tengah Pandemi
Salah satu petani asal Desa Ngaringan menunjukkan hasil panen buah melon. - ()
Penulis
|
Editor

GROBOGAN– Meskipun saat ini negara sedang dilanda pandemi covid-19 tetapi insan pertanian tetap semangat mengolah, semangat tanam, dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah pandemi covid-19.

Seperti yang dilakukan kelompok tani Sido Makmur Desa Ngaringan Kecamatan Ngaringan yang tengah panen raya melon seluas 10 hektar belum lama ini.

Melalui panen ini mereka ingin menunjukkan semua insan pertanian merupakan pejuang pangan yang terus menerus secara mandiri maupun bantuan pemerintah, mampu menyediakan pangan pada kondisi darurat seperti sekarang. Penyediaan pangan dalam masa kritis ini adalah sebuah keniscayaan.

Salah satu petani melon di Desa Ngaringan Hardiono,54, mengaku meraih untung berlimpah meski pandemi covid-19. Hardiono menanam melon diatas lahan seluas 0,3 hektare dengan populasi tanam melon 8.000 batang dibanderol Rp 56.000.000 dengan sistem tebas. Sedangkan biaya produksi kurang lebih Rp. 20.000.000.

“Alhamdulillah cuacanya sangat mendukung dan tidak diserang hama dan penyakit, sehingga membuat perkembangan tanaman melon bagus,” kata Hardiono saat panen melon di lahannya.

Ia menambahkan, dari lahan tersebut sebagian ditanami melon jenis Action dan LA dengan luas 10 ha. Pada awalnya, sempat ada kekawatiran tidak laku terjual karena wabah covid-19, namun kekawatiran itu sirna dan terbayar saat panen, melon petani di kelompok taninya dihargai cukup tinggi. Terlebih dalam waktu kurang lebih 60 hari, tanaman melon sudah dapat dipanen.

“Kami selalu menjaga kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik, untuk mengantisipasi adanya hama dan penyakit tanaman yang selalu menyerang tanaman dan buah, saya melakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dan bijak,” tuturnya

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Nur Widiastuti mengatakan keberhasilan Hardiono dalam mengembangkan tanaman melon ini tidak lepas dari peran kelompok tani serta para penyuluh pertanian yang selalu memberikan bimbingan teknis bertani.

“Ini bisa menjadi contoh bagi petani yang lain di kabupaten Grobogan, kalau bisa para petani di wilayah kecamatan Ngaringan khusunya banyak belajar kepada Hardiono sehingga petani tidak hanya mengandalkan tanaman padi dan jagung saja tetapi bisa mencoba budidaya hortikultura misalnya melon,” kata Widi dikutip dari Dispertan Grobogan.

Selanjutnnya, Widi menambahkan Kabupaten Grobogan mampu menjadikan tanaman buah melon tumbuh subur, oleh sebab itu ia berharap tanaman buah melon bisa dikembangkan secara luas di kabupaten Grobogan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani terlebih pada masa pandemi covid-19.

“Pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen melon oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi covid-19,” tukas Widi. (IJL)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X