Puluhan Seniman Empat Bulan Tak Bisa Manggung saat Pandemi

  • Whatsapp
Puluhan seniman Pati saat beraudiensi di kantor DPRD Kabupaten Pati.

PATI – Selama masa pandemi virus corona (covid-19), puluhan seniman tak mendapat pemasukan lantaran tak bisa menggelar pertunjukkan. Karena itu, mereka mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Pati terkait persoalan tersebut.

Salah seorang pandemi Wibowo Asmara mengatakan, sudah empat bulan ini tak bisa manggung lantaran tidak diberikan izin. Bahkan tak sedikit rekan seniman yang harus menjual perabotan lantaran selama empat bulan terakhir ini tak juga mendapatkan penghasilan.

Bacaan Lainnya

“Mau bagaimana lagi. Empat bulan ini tak mendapatkan pekerjaan, padahal kebutuhan ekonomi jelas tuntutannya. Kami harus tetap berfikir untuk mengisi perut,” katanya.

Padahal saat ini diakuinya seharusnya di bulan Syawal, Apit dan Besar penanggalan Jawa seperti sekarang ini para pegiat seni tengah panen tanggapan. Bahkan saat Apit, setiap kelompok kesenian bahkan bisa pentas hingga 40 titik setiap bulannya. Namun saat ini mereka tak bisa manggung sekali pun satu kali.

“Kalau lama-lama seperti ini bukannya kami mau dibunuh?. Kami tidak punya pekerjaan lainnya. Kami akan terus berjuang agar diberikan izin,” ungkapnya.

Dia pun menyayangkan tidak diijinkannya pertunjukkan kesenian, sementara untuk pasar, dan mall tetap diberi izin untuk buka. Mereka pun menuntut agar kesenian dapat segera diberi izin. Diharapkan anggota dewan dapat menyampaikan tuntutannya kepada Gugus Tugas Penanganan Covid19.

“Kami pun siap menjalankan protokol kesehatan. Kami juga siap bekerjasama dan ikut mensosialisasikan terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan saat pentas. Kami sadar pandemi ini bukan lokal, namun kami berharap ada toleransi untuk kami pekerja seni,” imbuhnya.

Kordinator Komisi D Joni Kurnianto mengaku, turut prihatin atas kondisi yang dialami para pegiat seni di Pati. Dia juga mengamini jika tuntutan utama para pegiat seni tersebut agar pada bulan Juli mendatang mereka bisa segera ikut bekerja.

“Mereka bahkan sudah membuat suatu rancangan yang diadopsi dari Rembang terkait standard protokol kesehatan untuk Covid19,”terangnya.

Pihaknya pun mengaku menyambut baik atas hal tersebut. Oleh karenanya Komisi D akan melaporkan ke pimpinan dengan rekomendasi agar bisa bertemu Bupati Pati selaku ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid19.

“Karena baik dari Polres, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan yang mewadahi pegiat seni menyebut butuh konfirmasi dari Gugus Tugas untuk bisa memberikan izin. Kami akan berupaya mendorongnya,” imbuhnya.(IJB/IJL)

Celana Pendek Chinos

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *