Selama Pandem Penjualan Kopi Medani Meningkat 50 Persen, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Seorang warga saat menunjukkan Kopi Madani hasil produksinya beberapa waktu lalu.

PATI –Penjualan kopi khas Desa Medani, Kecamatan Cluwak mengalami peningkatan selama pandemo virus corona (covid-19). Bahkan, peningkatannya mencapai 50 persen.

Salah satu produsen Medani Susiantini mengatakan, selama beberapa bulan terakhir ini penjualannya justru meningkat hingga hampir 50 persen.

Bacaan Lainnya

Bila biasanya perminggu hanya mampu produksi sekitar 10 kilogram selama pandemic ini dia bisa memproduksi antara 15 hingga 20 kilogram.

“Permintaannya justru sangat baik. Mungkin karena banyak di rumah saja sehingga permintaan untuk membeli kopi jadi meningkat. Sehingga mereka bisa ngopi sendiri di rumah,” katanya.

Permintaan itu tak hanya datang dari sekitar Pati saja namun banyak juga datang dari kota besar seperti Jogjakarta dan Jakarta.

“Kalau sekitar Pati sendiri sudah cukup banyak. Seperti kirim ke Jepara, Rembang dan Kudus,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, untuk harganya cukup terjangkau. Kopi dengan berat 200 gram kami menjualnya hanya Rp 20 ribu. Itu untuk jenis jotos atau campuran petik merah.

“Apalagi Kopi khas Desa Madani dikenal memiliki ciri khas. Meski memiliki butir biji yang kecil namun rasa pahitnya cukup terasa. Selain itu ada rasa sedap yang jarang ditemukan di kopi jenis lainnya,” ungkapnya.

Selain membuka stand di rumahnya di Desa Medani, Kecamatan Cluwak, hingga saat ini dia mengaku mengandalkan penjualan secara daring. Dia berharap penjualan kopi dapat terus mengalami trend yang positif kedepannya.(IJB/IJL)

Semut Coffee

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *