Tekan Infeksi Dengue, Jateng Galakkan Pemanfaatan Aedes Aegypti Berwolbachia

infojateng.id - 1 Desember 2023
Tekan Infeksi Dengue, Jateng Galakkan Pemanfaatan Aedes Aegypti Berwolbachia
Sosialisasi Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Berwolbachia dalam Pengendalian Infeksi Dengue, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/11/2023). (Foto: Diskominfo Jateng) - (infojateng.id)
|
Editor

Semarang, Infojateng.id – Pemanfaatan teknologi nyamuk Aedes aegypti berwolbachia untuk menekan kasus infeksi dengue, terus digalakkan di Jawa Tengah.

Pasalnya, cara itu dinilai efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah wilayah.

Ahli Entomologi World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo menyampaikan, kasus DBD masih menjadi masalah kesehatan yang harus dituntaskan bersama di Indonesia.

Warsito menyebutkan, pada 2023, tercatat terdapat lebih dari 76 ribu kasus dengan kematian 571 kasus sejak Januari-November.

Hal itu dia kemukakan saat Sosialisasi Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Berwolbachia dalam Pengendalian Infeksi Dengue, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/11/2023).

“Angka tersebut menunjukkan penurunan di banding tahun sebelumnya, yang mencapai lebih dari 143 ribu kasus, dengan 1.236 kasus kematian,” papar Warsito.

Menurutnya, perlu inovasi untuk menekan penyebaran dengue di Indonesia. Sehingga, dapat menekan angka kematian sekaligus mempercepat target zero dengue dead pada 2030 mendatang.

Lebih lanjut ia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan kasus penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes aygepti itu, dengan menerapkan teknologi nyamuk yang mengandung wolbachia.

“Wolbachia merupakan bakteri alami yang banyak ditemui pada berbagai jenis serangga. Bakteri ini akan dimasukan dalam nyamuk Aedes aegypti, hingga menetas, dan menghasilkan nyamuk Aedes aegypti berwolbachia. Dengan demikian, populasi Aedes aegypti berkurang, dan berganti menjadi nyamuk Aedes aegypti berwolbachia yang tidak menyebarkan penyakit dengue pada manusia,” bebernya.

Warsito menekankan, wolbachia bukan merupakan hal baru, karena bakteri ini banyak ditemukan pada serangga dan kelompok hewan berbuku-buku. Bakteri wolbachia ini juga tidak bisa bertahan di udara, tanah, maupun air.

“Perlu diingat bahwa wolbachia ini bukan produk rekayasa genetik, ia banyak ditemukan di serangga dan kelompok hewan berbuku-buku. Namun, wolbachia ini tidak pernah ditemukan pada manusia dan mamalia, sehingga ini aman, dan masyarakat tidak perlu khawatir,” terangnya.

Diungkapkan, proyek nyamuk berwolbachia telah diterapkan di Yogyakarta dan Bantul.

Hasilnya, di lokasi yang telah disebar wolbachia, terbukti mampu menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen, dan menurunkan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menambahkan, Semarang menjadi salah satu kota yang menjadi pilot project penyebaran nyamuk berwolbachia.

Gerakan yang dinamai Wingko Semarang, akronim dari “Wolbachia Ing Kota Semarang”, telah diluncurkan pada Mei 2023 lalu, oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Kecamatan Tembalang, Semarang.

Hakim mengatakan, ada tiga kecamatan di Kota Semarang yang telah disebar nyamuk berwolbachia, yakni Tembalang, Banyumanik, dan Gunung Pati.

“September lalu kami telah merilis nyamuk berwolbachia di Kecamatan Gunungpati. Yang perlu diketahui, bakteri wolbachia ini hanya hidup di serangga, sehingga aman bagi lingkungan dan manusia, serta serangga lain, karena tidak ada perpindahan antarserangga,” jelas Hakim.

Dijelaskan, lanjut dia, nyamuk berwolbachia akan lebih efektif diterapkan pada wilayah padat penduduk, karena intervensi komunal.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi setidaknya enam bulan ke depan, untuk mengetahui keberhasilannya.

Tim Kerja Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Agus Andito menjelaskan, implementasi teknologi nyamuk berwolbachia itu sebagai pelengkap, bukan menggantikan upaya menekan kasus dengue yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Implementasi nyamuk wolbachia tidak menggantikan upaya yang sudah kita lakukan sebelumnya. Kami juga mengimbau untuk terus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN),” ujar Agus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, keberhasilan proyek ini sangat dipengaruhi oleh keterlibatan masyarakat, serta komitmen semua pihak, termasuk dalam menghadapi tantangan ketidakpercayaan masyarakat.

“Salah satu tantangan yang kita hadapi dalam keberhasilan proyek ini, yakni adanya hoaks yang dapat menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat. Masyarakat mungkin akan menolak karena belum memiliki pengetahuan mengenai program ini,” ujar Dyah.

Oleh karena itu, pihaknya berharap baik SKPD maupun organisasi publik, dari HAKLI, IDI, maupun PKK, untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, demi keberhasilan program, dan kasus DBD dapat terkendali. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Amankan Idul Fitri dan Pilkada, Pemkab Semarang Hibahkan Rp4,79 Miliar

Amankan Idul Fitri dan Pilkada, Pemkab Semarang Hibahkan Rp4,79 Miliar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Perluas Peluang Usaha, Ratusan Warga Ikuti Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital

Perluas Peluang Usaha, Ratusan Warga Ikuti Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Mandiri Sampah, 48 Desa Terima Penghargaan dari Pemprov Jateng

Mandiri Sampah, 48 Desa Terima Penghargaan dari Pemprov Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kejar Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 0%, Pemprov Jateng Terus Jalin Kolaborasi

Kejar Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 0%, Pemprov Jateng Terus Jalin Kolaborasi

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
OPD Dituntut Inovatif Dalam Pelayanan Publik

OPD Dituntut Inovatif Dalam Pelayanan Publik

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Bukan pada Infrastruktur, Titik Lemah Keamanan Informasi pada SDM Pengguna

Bukan pada Infrastruktur, Titik Lemah Keamanan Informasi pada SDM Pengguna

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
BPSDMP Yogyakarta Gelar Pelatihan Digital Talent Scholarship

BPSDMP Yogyakarta Gelar Pelatihan Digital Talent Scholarship

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Inovasi AISHA RSUD Gemolong Raih Top 10 Inovasi KIPP Jateng 2023

Inovasi AISHA RSUD Gemolong Raih Top 10 Inovasi KIPP Jateng 2023

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Bhabinkamtibmas di Jepara Ikut Bantu Petugas Puskesmas Atasi Kasus DBD

Bhabinkamtibmas di Jepara Ikut Bantu Petugas Puskesmas Atasi Kasus DBD

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Ratusan Arsip Sejarah Batik Lasem Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Ratusan Arsip Sejarah Batik Lasem Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Mahasiswa IAI AL Muhammad Cepu Diminta Ikut Merancang Program SSN

Mahasiswa IAI AL Muhammad Cepu Diminta Ikut Merancang Program SSN

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kejari Cilacap Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Tindak Pidana Umum

Kejari Cilacap Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Tindak Pidana Umum

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Pemkab Cilacap Luncurkan Program USAID Bebas TB

Pemkab Cilacap Luncurkan Program USAID Bebas TB

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Kesehatan
Cegah Demam Berdarah, Pemberantasan 3M Dinilai Lebih Efektif

Cegah Demam Berdarah, Pemberantasan 3M Dinilai Lebih Efektif

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
PSDKU UNDIP sebagai Jembatan Bangun Perhutanan Sosial di Batang

PSDKU UNDIP sebagai Jembatan Bangun Perhutanan Sosial di Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pascapemilu, Polres Jepara Minta Jaga Stabilitas Kamtibmas dan Waspadai Hoaks hingga Provokasi

Pascapemilu, Polres Jepara Minta Jaga Stabilitas Kamtibmas dan Waspadai Hoaks hingga Provokasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemilu
Pemprov Jateng Targetkan Nilai Investasi Naik 4 Persen di 2024

Pemprov Jateng Targetkan Nilai Investasi Naik 4 Persen di 2024

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Investasi   Pemerintahan
Rakerda DWP Jateng Bahas Peta Jalan Kegiatan 2024

Rakerda DWP Jateng Bahas Peta Jalan Kegiatan 2024

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Pj Gubernur Jateng Minta Kabupaten/ Kota Tetap Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Pj Gubernur Jateng Minta Kabupaten/ Kota Tetap Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Jateng Mulai Panen Raya, Pj Gubernur Jateng Berharap dapat Turunkan Harga Beras

Jateng Mulai Panen Raya, Pj Gubernur Jateng Berharap dapat Turunkan Harga Beras

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Close Ads X