KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus melalui Kepala Bidang Pariwisata, Murtikah menanggapi desakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus terkait koneksi akses jalur menuju wisata Puser Angin melalui Waduk Logung.
Menurut Tika, sapaan karib Murtikah, pihaknya masih perlu koordinasi dengan beberapa pihak, mulai dari pemerintah desa (Pemdes) sekitar maupun dari pihak Perhutani. Pasalnya, wilayah tersebut memang dikelilingi oleh beberapa Desa.
“Tentunya harus kita tata dulu, pengelolaannya itu oleh siapa. Karena wilayah tersebut dikelilingi oleh beberapa Desa. Logung itu tentunya ada 5 Desa, dan yang di Puser Angin itu kita lihat kalau tidak salah wilayahnya masuk di Desa Tanjung Rejo. Jadi jalurnya nanti bisa dari Klaling bisa dari Tanjung Rejo,” paparnya.
Lebih lanjut, Tika ingin memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan nantinya. Ia tidak menghendaki apabila wisata Puser Angin viral, masih terdapat kendala yang menyebabkan pelayanan yang tidak nyaman bagi wisatawan.
“Ini tentunya perlu duduk bareng. Sehingga bagaimana untuk membangun akses, yang akses tersebut dapat memberikan pelayanan kepada wisatawan dengan baik. Jangan sampai kalau Puser Angin ini sudah viral dan banyak dikunjungi wisatawan, masih ada pelayanan yang tidak nyaman,” tegasnya.
Wisata Puser Angin, Kudus.
Tika menegaskan jika pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Balai Besar wilayah Sungai (BBWS) terkait hal ini. Namun demikian, masih belum ada surat yang memberikan kewenangan untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) Kudus terkait dengan pengelolaannya.
“Setelah mendapat kewenangan, kita baru bisa mengkondisikan untuk mengelola jalur akses melalui Logung tersebut. Dan tentunya kita juga harus mengkomunikasikan dengan beberapa wilayah desa yang ada di sana,” tandasnya.
Sebelumnya telah diberitakan jika ketua DPRD Kudus, Masan telah menjalin komunikasi dengan pihak Disbudpar Kabupaten Kudus terkait dengan koneksi antara wisata Waduk Logung dengan Puser Angin. Ia mengimbau kepada Dinas terkait untuk menyediakan dua jalur yang nanti akan mengakomodir masyarakat untuk sampai pada lokasi wisata Puser Angin.
“Pengunjung yang tidak mampu menjangkau sini nanti parkirnya di Waduk Logung, nanti difasilitasi masuk sini dengan menggunakan perahu. Tapi bagi yang masuk ke sini dengan menggunakan motor trail ataupun jeep, bisa langsung masuk sini dengan menggunakan jalur yang ada saat ini,” jelasnya.
Jalur yang ada saat ini, lanjut Masan, memang tidak harus dibuat mulus, lantaran bagian dari wisata motor trail maupun jeep. Namun demikian, bagi pengunjung yang enggang menggunakan motor trail ataupun jeep, dapat mengakses indahnya pemandangan wisata Puser Angin melalui perahu.
“Tapi kelayakan jalannya juga harus diperhitungkan. Ini tadi juga sudah kami komunikasikan sedikit dengan Disbudpar, diharapkan ini nanti segera ada tindak lanjut dan tentunya nanti juga akan kita bicarakan dengan Plt bupati kudus,” pungkasnya. (IJD)