Peringati Harganas, Pemprov Jateng “Kick Off” Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

infojateng.id - 13 Juni 2024
Peringati Harganas, Pemprov Jateng “Kick Off” Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Plh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Sumarno dalam acara kick off intervensi serentak pencegahan stunting 2024, di GOR Satria Purwokerto, Rabu (12/6/2024). Dok. Diskominfo Jateng - (infojateng.id)
|
Editor

Semarang, Infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah serius menangani problem stunting, guna mewujudkan generasi emas 2045.

Kesungguhan ini, diwujudkan dalam kick off intervensi serentak pencegahan stunting 2024, di GOR Satria Purwokerto, Rabu (12/6/2024).

Dipimpin Plh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Sumarno, kick off intervensi serentak pencegahan stunting ditandai dengan pemukulan kentongan.

Acara tersebut, sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional ke-31, tingkat provinsi, yang dihadiri stakeholder terkait dari 14 kabupaten/kota yang berasal dari eks keresidenan Kedu, Pekalongan, dan Banyumas.

Menurut Sumarno, keluarga adalah sekolah pertama untuk membentuk sumber daya manusia.

“Kita kalau ingin menuju Indonesia Emas 2045, kuncinya berkaitan langsung dengan (kualitas) SDM,” tutur Sumarno.

Ia mengatakan, Harganas ke-31 menjadi pengingat bagi semua pemangku kebijakan, turut menuntaskan sejumlah masalah terkait pembangunan keluarga berkualitas. Di antaranya, isu stunting, kemiskinan, dan pengangguran.

Khusus masalah stunting, Sumarno mengajak seluruh pihak mempercepat gerak penanganan.

Dalam tataran peraturan, Pemprov Jateng telah merilis Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 440/0002416. Beleid tertanggal 19 Maret 2024 itu mengamanatkan percepatan penurunan stunting.

Ditambahkan, satu bentuk nyata dari edaran tersebut, adalah dengan intervensi serentak pencegahan stunting.

Melalui gerakan tersebut, input data anak yang bermasalah pada tinggi badan dan gizi lebih cepat, sehingga segera tertangani.

“Hasil evaluasi yang dilakukan, posyandu, PKK masih mengalami keterlambatan input data. Padahal, data penting untuk pengambilan kebijakan dasar. Dengan kick off ini kita melaksanakan intervensi dengan data, supaya hasilnya bisa segera diketahui,” ujarnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jateng Yuni Rahayuningtyas mengatakan, intervensi serentak pencegahan stunting melibatkan kader posyandu juga PKK.

Secara spesifik, lanjut Yuni, sasaran program ini adalah anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan calon pengantin.

“Mereka akan diukur massa tubuh, tinggi, risiko anemia, kualitas pemberian gizi, guna mendapatkan data valid,” kata Yuni.

Dijelaskan, intervensi itu dilakukan merata di 49.967 Posyandu yang ada di Jateng. Tidak hanya kader posyandu dan PKK, program tersebut juga melibatkan lurah/kades, hingga Babinsa dan Bhabinkamtimas.

“Jika dalam pencatatan ada anak, ibu hamil, dan catin mengalami masalah gizi, harus dikonsulkan ke tenaga kesehatan, supaya diverifikasi apa masalahnya. Setelah itu akan diintervensi sesuai masalah apakah hanya edukasi, Pemberian Makanan Tambahan atau tindakan lain yang diresep (rekomendasi) dokter,” jelasnya.

Yuni menjelaskan, intervensi akan terus dipantau. Tidak hanya pada Juni, nantinya program ini akan berlanjut di bulan-bulan selanjutnya. Dengan demikian, data yang diperoleh selalu update dan berkualitas.

“Kalau tiap bulan bisa dipantau pertumbuhan anak, jadi bukan hanya Juni. Bulan Juni hanya momentum menggerakkan masyarakat, sehingga seluruh anak,  ibu hamil, dan catin harus datang ke Posyandu,” pungkasnya.

Sementara Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Jawa Tengah Indah Sumarno tak menampik, dengan program tersebut, PKK dengan sumber daya manusia kader yang luar biasa, mempunyai tugas berat.

Mereka mesti mendata dan mengukur calon sasaran, baik remaja, anak di bawah lima tahun, ibu hamil, hingga calon pengantin.

Selanjutnya, ketika menemukan potensi stunting, mesti segera melakukan intervensi pencegahan stunting.

Menurut Indah, para kader harus bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan, untuk membuka layanan posyandu dengan sebaik-baiknya, memberikan layanan kepada masyarakat, maupun mendorong pembiasaan hidup bersih dan sehat.

Dengan begitu, diharapkan nantinya program intervensi pencegahan stunting bisa tercapai.

“Dari PKK, kita menggerakkan semua kader untuk bersama-sama secara guyub, mendukung program tersebut,” tandas Indah. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Penuh Keistimewaan, Kokok Resmi Daftar Ketua KONI Pati Tepat 10 Muharrom

Penuh Keistimewaan, Kokok Resmi Daftar Ketua KONI Pati Tepat 10 Muharrom

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Olahraga   Politik
APTRI Blora Rencanakan Pengembangan 100 Ha Lahan dan Varietas Tebu Mustika A

APTRI Blora Rencanakan Pengembangan 100 Ha Lahan dan Varietas Tebu Mustika A

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Jepara Proyeksikan Pendapatan Rp2,4 Triliun pada 2025

Pemkab Jepara Proyeksikan Pendapatan Rp2,4 Triliun pada 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Polres Blora Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2024

Polres Blora Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Lantik Pejabat Baru, Pj Bupati Minta Bekerjasama Membangun Kabupaten Batang

Lantik Pejabat Baru, Pj Bupati Minta Bekerjasama Membangun Kabupaten Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Pemprov Sambut Baik Empat Raperda Baru Inisiasi DPRD Jateng

Pemprov Sambut Baik Empat Raperda Baru Inisiasi DPRD Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
DKD Batang Permudah Akses, Seniman Batang Bakal Makin Eksis

DKD Batang Permudah Akses, Seniman Batang Bakal Makin Eksis

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Seni & Budaya
Inovasi “SiLebah Emas”, Cara DLHK Jateng Pangkas Proses Ajukan Hibah

Inovasi “SiLebah Emas”, Cara DLHK Jateng Pangkas Proses Ajukan Hibah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Launching Aplikasi SAMUDRA, Pj Bupati Jepara Harap Seluruh OPD Terintegrasi

Launching Aplikasi SAMUDRA, Pj Bupati Jepara Harap Seluruh OPD Terintegrasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Beasiswa Agribisnis PSDKU Undip Buka Peluang Petani Milenial

Beasiswa Agribisnis PSDKU Undip Buka Peluang Petani Milenial

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tingkatkan Kualitas dan Profesionalitas Wartawan, PWI Blora Gelar Pra UKW

Tingkatkan Kualitas dan Profesionalitas Wartawan, PWI Blora Gelar Pra UKW

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pamong Budaya BPK Wilayah X DIY: Kota Modern Harus Ada Museum

Pamong Budaya BPK Wilayah X DIY: Kota Modern Harus Ada Museum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Seni & Budaya
Bakal Dibangun Tanggul, Petambak Desa Kedungmutih Gelar Selamatan

Bakal Dibangun Tanggul, Petambak Desa Kedungmutih Gelar Selamatan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Operasi Patuh Candi 2024 Mulai Digelar Hari Ini, Kapolres Jepara: Patuhi Aturan Berkendara

Operasi Patuh Candi 2024 Mulai Digelar Hari Ini, Kapolres Jepara: Patuhi Aturan Berkendara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Polres Jepara Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2024

Polres Jepara Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Putri Otonomi Indonesia 2024 Asal Klaten Jadi Menteri Sehari

Putri Otonomi Indonesia 2024 Asal Klaten Jadi Menteri Sehari

Info Jateng   Laporan Khusus   Sosok Inspiratif
Optimalkan Tata Kelola Parkir, Dishub Temanggung Luncurkan “SIP_Pantes”

Optimalkan Tata Kelola Parkir, Dishub Temanggung Luncurkan “SIP_Pantes”

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Bagikan Sertifikat Tanah, AHY : Bisa untuk Modal Usaha

Bagikan Sertifikat Tanah, AHY : Bisa untuk Modal Usaha

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
PT Nestle Bandaraya Batang Didorong Serap Banyak Tenaga Kerja Jateng

PT Nestle Bandaraya Batang Didorong Serap Banyak Tenaga Kerja Jateng

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Olahraga
Pj Bupati Jepara Hadiri Festival Budaya dan Seni Kelurahan Panggang

Pj Bupati Jepara Hadiri Festival Budaya dan Seni Kelurahan Panggang

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Seni & Budaya
Close Ads X