Pentas Seni Terkendala Pandemi, Seniman ini Semarakkan HUT Kudus dengan Produksi Film

  • Whatsapp
Sejumlah seniman yang tergabung dalam komunitas Pimpimpoh saat sedang menjalani proses shooting film "Moriah" di bekas reruntuhan gedung Matahari Mall Kudus.

KUDUS – Sejumlah seniman dari berbagai literasi komunitas seni di Kota Kretek tak kehilangan kreativitas ditengah pandemi Covid-19 dengan membuat karya seni bertajuk Arts Exhibition “Moriah”. Moriah sendiri merupakan film dokumenter yang berisi teatrikal, pameran seni, pembacaan puisi, tari, hingga live street art performance.

Kata Moriah diambil dari istilah Gunung Muria, yang menjadi salah satu identitas Kabupaten Kudus, selain Menara Kudus tentunya.

Bacaan Lainnya

“Di film ini kami ingin memperkenalkan seni dan pentingnya sejarah dengan menelisik identitas Kota yang mulai bias sebab pemangkasan sejarah,” papar Afif Khoiruddin, selaku sutradara film.

Komunitas yang menamai diri mereka Pimpimpoh itu mengusung tema mengenalkan Kudus melalui kesenian. Hal ini sebagai bentuk upaya mereka dalam menyemarakkan HUT Kudus yang hanya tinggal menghitung hari.

Afif Khoiruddin mengungkapkan, pembuatan film dokumenter tersebut merupakan bentuk kreativitas mereka ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, pertunjukan seni di masa pandemi ini memang belum mendapatkan izin dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

“Yang pasti, dengan film ini kami ingin turut menyemarakkan HUT Kudus pekan depan dengan hasil karya seni kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Apip mengungkapkan jika Pimpimpoh mencoba mengkolaborasikan seni rupa, tari, puisi, dan sinematografi menjadi satu
kesatuan pementasan yang saling mengisi. Ia mengakui jika ide pembuatan film ini berawal dari kejenuhan di masa pandemi yang tak diperbolehkan adanya pertunjukan seni.

“Inisiatif untuk mendampingkan multidisiplin seni dalam karya Pimpimpoh kali ini memang berawal dari kebingungan, kejenuhan, kegelisahan, kemarahan, keisengan, dan keyakinan masing-masing individu disaat pandemi,” jelasnya.

Apip mengambil latar belakang tempat di bekas reruntuhan kebakaran Matahari Mall Kudus. Berawal dari keprihatinan terhadap bangunan mangkrak tersebut, ia lantas mencoba masuk untuk melihat kondisi bangunan sekitar.

Tak dinyana, dari bekas reruntuhan kebakaran tersebut justru malah menjadi sumber inspirasi baginya untuk mengambil setting tempat bagi film terbarunya itu.

“Kami sudah izin. Awalnya mencoba izin ke Pemkab, tapi ternyata bekas Matahari Mall itu sudah dilelang menjadi milik individu. Jadi kami langsung mengontak pemiliknya untuk meminta izin shooting film di sini,” katanya.

Film Moriah rencananya akan dilaunching pada 23 September mendatang, atau bertepatan dengan HUT Kudus. Pihak Pimpimpoh akan melaunching film tersebut di platform Youtube Wikipuisi.

“Launchingnya pekan depan di Youtube Wikipuisi, berbarengan dengan momen HUT Kudus,” pungkasnya. (IJD)

Celana Pendek Chinos

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *