APTI Temanggung Minta Pemerintah Lindungi Tembakau sebagai Komoditas Strategis

infojateng.id - 28 Juni 2024
APTI Temanggung Minta Pemerintah Lindungi Tembakau sebagai Komoditas Strategis
*Dialog Terbuka Petani tembakau dengan Badan Legislatif DPR RI di Desa Bansari Prangkoan, Kamis (27/6) - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Temanggung, infojateng.id  – Saat ini petani tembakau di Temanggung, Jawa Tengah telah memasuki musim tanam. Hingga Mei, luas tanaman tembakau telah mencapai sekitar sembilan ribu hektare. Di tengah optimisme menanam tembakau, petani berharap pemerintah tetap menjamin keberlangsungan komoditas yang telah menjadi sumber penghidupan mereka.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) DPC Temanggung, Siyamin menekankan bahwa  tembakau adalah satu-satunya komoditas andalan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat Temanggung. Maka, sudah sejatinya pemerintah berkomitmen hadir dan berperan melindungi keberlangsungan tembakau.

“Pemerintah harus mampu memberikan perlindungan terhadap komoditas strategis ini. Mulai dari perlindungan terhadap tanamannya, petaninya hingga tata niaganya. Harus diingat, bahwa kontribusi tembakau ini bagi Jawa Tengah dan nasional tidak main-main. Tembakau menyumbang penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp 213,48 triliun,” ujarnya pasca Dialog Terbuka Petani tembakau dengan Badan Legislatif DPR RI di Desa Bansari Prangkoan, Bulu, Kamis (27/6).

Mengingat kontribusi tembakau yang signifikan tersebut, Siyamin juga berharap pemerintah melalui regulasi terkait dapat memberikan payung perlindungan dari kebijakan yang berdampak negatif kepada keberlangsungan pertanian tembakau dan komoditas tembakau.

Saat ini, petani tembakau terhimpit oleh berbagai macam peraturan, salah satunya Rancangan Peraturan Kesehatan (RPP Kesehatan). Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, RPP Kesehatan rencananya disahkan pada bulan Juni. RPP Kesehatan memuat sekitar 1.300 pasal, yang mana 30 pasal di antaranya merupakan pengetatan pada produk tembakau.

“Banyak tantangan yang harus dihadapi petani saat ini, salah satunya terkait peraturan RPP Kesehatan yang mempersempit ruang gerak petani tembakau dengan mendorong alih tanam tembakau dan tekanan kenaikan cukai yang berdampak pada serapan terhadap bahan baku. Sebagai elemen paling hulu, kami meminta agar petani selalu dilibatkan dalam setiap proses penyusunan peraturan. Apalagi jelas-jelas peraturan tersebut berdampak pada mata pencaharian kami,”jelasnya.

Siyamin juga mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya dapat bersikap adil pada petani tembakau yang seharusnya merasakan manfaat langsung dari distribusi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). “Harus diakui, distribusi DBHCHT  belum berkontribusi langsung kepada upaya penyelesaian permasalahan tembakau yang dihadapi petani tembakau yang nyaris berlangsung setiap tahun terjadi di Kabupaten Temanggung. Seharusnya alokasi pemanfaatan DBHCHT benar-benar tepat sasaran dan maksimal porsinya ditujukan untuk kebutuhan petani tembakau seperti untuk: bantuan alat, pupuk, dan hal-hal yang berdampak langsung pada produktivtas serta kesejahteraan petani tembakau,” tegasnya.

 

Kabupaten Temanggung mempunyai wilayah sebagian besar dataran tinggi kerena terletak di bagian dari Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Secara umum daerah tersebut memiliki suhu lebih rendah dan air lebih terbatas dibanding daerah-daerah yang letaknya lebih rendah, lebih-lebih pada musim kemarau. Tidak semua jenis tanaman dapat hidup dan berkembang dengan baik. Salah satu jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan hasil yang baik adalah tembakau. “Jadi, tembakau telah menjadi warisan, budaya, dan bagian dari keseharian masyarakat Temanggung yang memberikan manfaat luar biasa sehingga keberlangsungannya harus dilindungi,” sebut Siyamin.

Di Temanggung, produksi tembakau dilakukan pada bulan Maret – September mulai dari proses menanam benih hingga pasca musim tembakau. Tembakau adalah komoditas yang juga cocok ditanam di lahan yang cocok ditanami kopi. Pun, tembakau bisa ditanam dengan sistem tumpang sari dengan beberapa jenis tanaman lainnya seperti cabai dan sayuran yang pohonnya tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, menanam tembakau, secara otomatis petani turut menjadi produktif.  (redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

HUT Ke-77 Koperasi, Jadikan Koperasi Sebagai Wahana untuk Memperkuat Ekonomi Rakyat

HUT Ke-77 Koperasi, Jadikan Koperasi Sebagai Wahana untuk Memperkuat Ekonomi Rakyat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Ringankan Terdampak Gempa, Pemkab Batang Berikan Bantuan Stimulan

Ringankan Terdampak Gempa, Pemkab Batang Berikan Bantuan Stimulan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Senam Sehat Warga Rengging Dukung Ahmad Lutfi

Senam Sehat Warga Rengging Dukung Ahmad Lutfi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Bhayangkara Kartini Run, Gratis Keliling Obyek Sejarah di Jepara

Bhayangkara Kartini Run, Gratis Keliling Obyek Sejarah di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Banjir Dukungan, Kokok Berpeluang Besar Pimpin KONI Pati

Banjir Dukungan, Kokok Berpeluang Besar Pimpin KONI Pati

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Olahraga   Pemerintahan
KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa, 9 ABK Selamat

KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa, 9 ABK Selamat

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
39.953 Warga Temanggung Terima PKH dari Kemensos

39.953 Warga Temanggung Terima PKH dari Kemensos

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Jepara Loloskan 2 Siswa ke O2SN SD – SMP

Jepara Loloskan 2 Siswa ke O2SN SD – SMP

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Puluhan Tim Futsal di Jepara Siap Bertarung di Piala Kapolres Cup 2024

Puluhan Tim Futsal di Jepara Siap Bertarung di Piala Kapolres Cup 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Proliga 2024 Digelar di Jateng, Pj Gubernur: Kebanggaan bagi Masyarakat

Proliga 2024 Digelar di Jateng, Pj Gubernur: Kebanggaan bagi Masyarakat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Olahraga
Hari Ukir Nasional ke-3, Jepara Bakal Tampilkan Ragam Seni Budaya

Hari Ukir Nasional ke-3, Jepara Bakal Tampilkan Ragam Seni Budaya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Seni & Budaya
Legislatif, OPD, dan Penyedia Sepakat Hindari Benturan Kepentingan

Legislatif, OPD, dan Penyedia Sepakat Hindari Benturan Kepentingan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Jumat Curhat, Kapolres Jepara Sampaikan Pesan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024

Jumat Curhat, Kapolres Jepara Sampaikan Pesan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Siap-Siap! Polres Jepara akan Gelar Operasi Patuh Candi 2024, Catat Tanggalnya

Siap-Siap! Polres Jepara akan Gelar Operasi Patuh Candi 2024, Catat Tanggalnya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pj Gubernur Dampingi AHY Luncurkan Layanan Pertanahan Berbasis Elektronik di Jateng

Pj Gubernur Dampingi AHY Luncurkan Layanan Pertanahan Berbasis Elektronik di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Mudahkan Akses informasi Pemilu 2024, KPU Temanggung Sediakan Layanan WhatsApp Bot

Mudahkan Akses informasi Pemilu 2024, KPU Temanggung Sediakan Layanan WhatsApp Bot

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng   Pemilu
Rumdin Kendal Park, Wahana Bermain Seru, Edukatif, dan Interaktif

Rumdin Kendal Park, Wahana Bermain Seru, Edukatif, dan Interaktif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Peringati Hari Koperasi ke-77 Tingkat Jateng, Sujarwanto : Terus Tumbuh Sehat dan Kuat

Peringati Hari Koperasi ke-77 Tingkat Jateng, Sujarwanto : Terus Tumbuh Sehat dan Kuat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Warga Pulau Nyamuk Ikuti Pelatihan Batik, Buat Motif “Bikini Bottom”

Warga Pulau Nyamuk Ikuti Pelatihan Batik, Buat Motif “Bikini Bottom”

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pendaftaran Ditutup, Ribuan Peserta Siap Berlaga di Bhayangkara Kartini Run 2024

Pendaftaran Ditutup, Ribuan Peserta Siap Berlaga di Bhayangkara Kartini Run 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Close Ads X