Banyutowo Diproyeksikan Jadi Kampung Nelayan Nasional

Banyutowo Diproyeksikan Jadi Kampung Nelayan Nasional

infojateng.id - 3 Oktober 2020
Banyutowo Diproyeksikan Jadi Kampung Nelayan Nasional
Sejumlah kapal-kapal nelayan yang bersandar di pantai TPI Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati baru-baru ini. - ()
Penulis
|
Editor

PATI – Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti dinilai potensial untuk dikembangkan sektor kelautannya. Desa tersebut telah dilirik untuk dikembangkan menjadi kampung nelayan. Tahun ini penataan kawasan tersebut mulai dilakukan.

Hal itu diungkapkan, Bupati Pati Haryanto melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Edy Martanto didampingi Kabid Perikanan Tangkap Soleh. ”Potensinya di sana bagus. Namun sekarang ini masih banyak kekurangannya karena itu perlu pembenahan,” terangnya baru-baru ini.

Pembangunan kampung nelayan ini masuk dalam program coorporite social responsibility (CSR) BUMN perbankan, dan juga difasilitasi oleh kementrian kelautan dan perikanan. Banyutowo diproyeksikan menjadi barometer setelah nelayan di Bendar, Juwana.

Sebelumnya dinas terkait menyodorkan tiga desa yang akan dikembangkan menjadi kampung nelayan dari CSR tersebut. Tiga desa itu Puncel, Bajomulyo, dan Banyutowo. Nama terakhir yang akhirnya dipilih.

”Lokasinya bagus. TPI di sana langsung menghadap pantai, masih banyak lahan kosong yang bisa dikembangkan untuk mendukung usaha perikanan di sana. Tidak hanya usaha perikanan, wisata bahari juga menjanjikan untuk dikembangkan. Selain itu lokasinya juga dinilai lebih aman saat musim baratan. Cocok untuk berlindung kapal-kapal nelayan,” imbuhnya.

Sayangnya hingga saat ini kondisi di Banyutowo belum bisa maksimal untuk mendukung kegiatan usaha perikanan. Mulai dari fasilitas dan sarana prasarana TPI yang kurang mendukung, hingga kolam tambat pelabuhan kapal yang dangkal.

Karena itu sejumlah penataan perlu dilakukan. Mulai dari melengkapi fasilitas TPI, sarana air bersih, perbaikan drainase, pengolahan sampah, hingga perbaikan dan pemantapan sarpras pendukung lainnya.

”Sudah ada tim teknis sendiri mulai penyusunan gambar hingga pengerjaan fisiknya. Termasuk besaran dana yang nantinya akan dikucurkan, murni dari pihak CSR. Yang disasar dalam kampung nelayan ini adalah dari 0 bibir pantai. Sedangkan 0 bibir pantai ke lautan ranahnya provinsi atau pusat. Kami tak punya kewenangan,” jelasnya.

Selain pembenahan sarana fisik, untuk mendukung kampung nelayan agar lebih berdaya saing dan maju, kedepan para nelayan juga akan mendapat suntikan kredit sebagai penunjang pembangunan kampung nelayan tersebut. (IJB/IJH)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X