Sukoharjo, infojateng.id – Tim KKN-T Inovasi IPB University menyelenggarakan sosialisasi juru sembelih halal di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (16/8).
Kegiatan ini melibatkan 30 orang dari anggota Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM), Pemuda Masjid, dan Karang Taruna Desa setempat.
Program sosialisasi ini dilatarbelakangi pentingnya pemahaman mengenai kesejahteraan hewan dalam proses penyembelihan, baik untuk kebutuhan sehari-hari, qurban, maupun keperluan lainnya. Kesejahteraan hewan tidak hanya menjadi tanggung jawab moral, tetapi juga merupakan bagian dari syariat Islam yang harus dipenuhi untuk memastikan kehalalan dan keberkahan daging yang dihasilkan.
Pada kegiatan sosialisasi ini, tim KKN-T Inovasi IPB mengahadirkan Dr. drh. Supratikno, Msi., PAVet., sebagai narasumber utama yang merupakan ahli dalam bidang anatomi, histologi, embriologi, dan penyembelihan halal dari IPB University.
Melalui zoom meeting Supratikno menyampaikan beberapa poin penting terkait pelaksanaan kesejahteraan hewan dalam penyembelihan. Salah satu poin utama yang dibahas adalah syarat layak penyembelihan, yang meliputi hewan halal, sehat, hidup, dan bukan hewan yang dilarang menurut undang-undang.
Dalam pelaksanaan kesejahteraan hewan pada penyembelihan, Supratikno menjelaskan lima prinsip kesejahteraan hewan: bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit, bebas dari rasa takut dan tertekan, serta bebas untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Ia juga menekankan pentingnya kompetensi petugas, peralatan yang sesuai, dan lingkungan atau desain tempat penyembelihan yang baik.
Selain itu, Supratikno membahas metode stunning yang diperbolehkan di Indonesia, seperti electric stunning dan concussive stunning, serta dampaknya terhadap kehalalan penyembelihan. Proses pemeriksaan fisik hewan sebelum dan sesudah penyembelihan juga dijelaskan, termasuk cara memastikan hewan layak sembelih dan memeriksa tanda-tanda kehidupan dan kematian.
Sebagai penutup, materi diisi dengan penyembelihan sesuai syariat Islam, termasuk cara menetapkan posisi dan lokasi sayatan penyembelihan, memposisikan diri dan pisau, serta memastikan semua saluran terpotong sempurna.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensi para peternak serta juru sembelih dalam menjalankan penyembelihan hewan sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan dan syariat Islam. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat Desa Pranan Sukoharjo dalam menjalankan penyembelihan dengan lebih baik dan sesuai aturan yang berlaku.(redaksi)