Jepara, infojateng.id – Untuk meningkatkan kemampuan personel dalam penggunaan senjata api (senpi), Polres Jepara menggelar latihan menembak pada Jumat (20/9/2024).
Latihan menembak yang digelar di Lapangan Tembak Bhayangkara Polres Jepara itu dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan diikuti Wakapolres Kompol Edy Sutrisno, pejabat utama, serta peserta sebanyak 157 personel Polres Jepara dan polsek jajaran.
Sebelum melaksanakan pelatihan, personel mendapatkan materi teknis singkat latihan menembak oleh Kasat Polair Polres Jepara AKP Syaifuddin dilanjutkan dengan doa bersama.
Saat dikonfirmasi, AKBP Wahyu mengatakan, latihan menembak ini bertujuan untuk melatih kembali kemampuan dan kemahiran personel dalam penggunaan senjata api.
“Kegiatan rutin kami gelar untuk meningkatkan kemampuan personel, khususnya dalam penggunaan senjata api,” ujar Wahyu.
Dikatakan, penggunaan senjata api merupakan upaya terakhir kepolisian di dalam menghadapi situasi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang banyak.
“Dengan latihan ini, kami berharap personel Polres Jepara semakin siap dan sigap dalam menjaga keamanan, serta ketertiban masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, latihan menembak juga digelar untuk meminimalisir adanya pelanggaran penggunaan senjata api saat bertugas.
“Pelatihan menembak juga dilakukan untuk mengingatkan personel dalam SOP penggunaan senjata api,” tegasnya.
Sementara itu, Kasihumas Iptu Dwi Prayitna menambahkan, bahwa latihan menembak sengaja digelar untuk mengasah kemampuan para personel dalam penggunaan senjata api genggam.
“Ini agenda rutin yang kami lakukan, karena kepolisian sangat memerlukan kemampuan dalam penggunaan senjata api untuk menunjang tugas penegakan hukum,” terang Iptu Dwi Prayitna.
Ia menambahkan, poin penting dari latihan menembak tak lain sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepolisian.
Dengan begitu polisi dapat semakin profesional dalam penegakan hukum serta mampu mengayomi dan melayani masyarakat.
“Penegakan hukum untuk kejahatan jalanan sangatlah penting, sehingga melalui pelatihan ini diharapkan aplikasi di lapangan tidak salah sasaran,” pungkasnya. (eko/redaksi)