Tim Pemprov Pantau Pelaksanaan Bankeu PKP

Tim Pemprov Pantau Pelaksanaan Bankeu PKP

infojateng.id - 9 November 2020
Tim Pemprov Pantau Pelaksanaan Bankeu PKP
Pendampingan Tim Monitoring Bankeu PKH Tahun 2020 ke Desa Banyuurip, Sukoharjo dan Langse belum lama ini. - ()
Penulis
|
Editor

PATI – Tim dari pemerintah provinsi Jawa Tengah memantau secara langsung pelaksanaan bantuan keuangan Pengembangan Kawasan Pedesaan (PKP) yang diterima tiga desa di Kecamatan Margorejo. Hasilnya, pelaksanaannya pun terbilang cukup lancar.

Tiga desa penerima bankeu itu diketahui Desa Sukoharjo, Banyuurip, dan Langse. Kesemuanya merupakan desa di Kecamatan Margorejo dengan lokasi berdekatan.

Kedatangan tim dari pemprov yang berasal dari Dispermadesdukcapil Jateng itu dilakukan pada Kamis (5/11/2020) kemarin. Mereka melakukan monitoring sejauh mana pelaksanaannya.

Selain pemeriksaan administrasi juga pengecekan di Badan Usaha Milik Bersama (Bumdesma) yang mengelola bankeu PKP tersebut.

“Hasilnya disebutkan cukup baik lantaran sudah terlaksana terkait pembelanjaan sesuai dengan RAB yang diusulkan dalam Proposal Pengajuan Bankeu PKP,”terang Wulandari Dyah Suryanti, Kabid Pengembangan Desa pada Dispermades Kabupaten Pati.

Bahkan rencananya, Bumdesma itu akan bekerjasama dengan Bumdes Langse dalam pengadaan telur. Yakni dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial di desa tersebut.

Dalam bankeu PKP tersebut, tiap desa mendapatkan alokasi sebesar Rp 50 juta dengan penyertaan modal masing-masing desa sebanyak 5 juta. Awalnya bankeu PKP tersebut memang difokuskan untuk pengembangan wisata edukasi. Namun lantara ada pandemi Covid19, pelaksanaannya kini lebih diutamakan dalam ketahanan pangan yakni penjaminan ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat

Ketiga desa itu sendiri telah membentuk Bumdesma Berkah Manunggal, untuk sementara dengan membuka usaha penyediaan kebutuhan pokok, sesuai anjuran dari provinsi. Harapannya Bumdesma tersebut nantinya bisa menjadi semacam suplyer.

Harga jual pada usaha tersebut diharapkan dapat lebih murah bila dibandingkan di pasaran, sehingga bisa menjadi tempat untuk kulakan usaha yang sudah ada di desa, dengan demikian usaha yang ada di Desa bisa saling berdampingan dan tumbuh bersama, guna mencukupi kebutuhan pokok dan yang banyak dibutuhkan masyarakat setempat utamanya pelaku UMKM.

Kelak bila pandemi covid-19 sudah berakhir, usaha Bumdesma Berkah Manunggal bisa dikembangkan sesuai dengan tujuan awal yaitu pengembangan wisata edukasi.

Kendala yang dihadapi saat ini dalam distribusi/pemasaran bahan pokok yang disediakan oleh Bumdesma adalah pemahaman pada masyarakat bahwa kebututuhan pokok ini harus membeli tidak gratis, sementara masyarakat sudah terlanjur dibiasakan mendapatkannya secara gratis.

“Waktu pelaksanaannya juga hampir bersamaan dengan program Bansos dari Provinsi. Padahal ini adalah salah satu jenis usaha BUMDesma, yang harus dibeli, bukan gratis,”imbuhnya.(IJB)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X