Demak, Infojateng.id – Banjir rob yang terus menggenangi jalur pantura khususnya di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sangat mengganggu aktifitas warga masyarakat yang melintas.
Lebih dari sepekan, air yang menggenangi jalan raya perbatasan Demak – Semarang menimbulkan kemacetan dari dua arah.
Berdasarkan informasi yang didapat menyebutkan, jalur Demak – Semarang, khususnya di depan PT Hartono Istana Teknologi (HIT) Sayung, air mencapai ketinggian 20-30 cm.
Akibatnya, arus lalu lintas dari Demak ke Semarang maupun sebaliknya mengalami ketersendatan dan penumpukan kendaraan.
Hanif, warga semarang yang bekerja di Demak setiap hari harus berjibaku dengan rob untuk bisa sampai di tempat kerja.
“Ini sudah sepekan lebih tiap pagi harus menerjang banjir dengan motor. Dan harus extra hati-hati, sebab motor bisa mogok di tengah genangan air,” kata Hanif, Selasa (15/10/2024).
Ia menambahkan, jika mencari alternatif rute agak jauh dan juga jalur alternatif tersebut juga padat dan tersendat pula.
Sementara warga Timbulsloko, Shobirin, mengaku ketinggian air di wilayahnya mencapai 1 meter lebih sehingga menggenangi pemukiman dan jalan desa.
Bahkan, kata dia, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan seperti jembatan kayu.
“Saat pagi, dapur tenggelam, anak-anak harus berangkat sekolah dengan perahu, sangat sulit,” ungkap Shobirin.
“Kami sangat butuh bantuan, terutama sembako. Banyak warga yang kehabisan beras, apalagi mereka yang berstatus janda, kasihan sekali,” imbuhnya.
Fenomena rob ini diperkirakan akan terus terjadi, beberapa hari ke depan. Rob muncul sekira pukul 03.00 WIB hingga pagi kurang lebih pukul 09.00 WIB. (eko/redaksi)