Pelaksanaan PS2H dengan Aplikasi SIBULAN Diapresiasi Kemenkes RI

  • Whatsapp
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr. Aziz Achyar saat menerima kunjungan monev Kemenkes RI.

KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan sejumlah inovasi dalam hal sistem Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati (PS2H). Yakni dengan pencatatan kelahiran dan kematian melalui pengembangan aplikasi SIBULAN (Sistem Informasi Jejaring Rujukan Ibu dan Bayi Unggulan). Hal itu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

“Dalam aplikasi bisa diakses oleh RS (bagian rekam medik, red) untuk menginput seluruh kematian yag terjadi di RS beserta penyebabnya sesuai ICD 10 sesuai permintaan Balitbang Kemenkes,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Anik Retnowati melalui Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi DKK Kudus, Muslimah.

Bacaan Lainnya

Untuk kematian masyarakat di rumah, lanjutnya, dilakukan pelaporan oleh petugas register/ perangkat desa ke Puskesmas. Kemudian dilakukan Autopsi verbal ke rumah penduduk yang meninggal. Selanjutnya ditentukan diagnosis penyebab kematian dan diinput ke dalam aplikasi Sibulan (PS2H).

Monev pelaksanaan program PS2H oleh Kemenkes RI.

“Hasil pencatatan Sibulan dianalisa dan disimpulkan penyebab kematian terbanyak di Kabupaten Kudus lengkap dengan diagnosanya. Data digunakan untuk perencanaan Program Kesehatan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepakaran Bidang Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. Dede Anwar Musadad merasa takjub atas terintegrasinya SIBULAN dengan dengan SIMILIKITI (sistem informasi kehamilan, kelahiran, kematian).

Lebih dari itu, link pelaporan dari Rumah Sakit nantinya juga akan terintegrasi kedalam aplikasi SIBULAN tersebut.

“Kami sudah melihat jalannya SIBULAN yang sudah diintegrasikan dengan SIMILIKITI, saya lihat sudah bagus, sudah terintegrasi. Kemudian link pelaporan dari rumah sakit juga sudah masuk kedalam SIBULAN. Jadi ini saya kira satu semangat integrasi data antara data puskesmas dan rumah sakit dan ini menjadi informasi yang menarik untuk perencanaan pembangunan,” urainya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus dr. Aziz Achyar saat menerima kunjungan monev Kemenkes RI.

Secara visual, pihaknya juga menilai hal itu sudah sangat bagus. Namun demikian, Dede menyampaikan jika masih ada beberapa poin yang masih harus ditingkatnkan lagi.

“Ini saya kira satu kemajuan, tadi saya sudah minta ke pak Kepala Dinas agar bagaimana ini walaupun kuantitas sudah tinggi, tetep ditingkatkan kualitasnya. Karena ada beberapa yang masih iildefine, jadi diagnosisnya itu masih kurang pas, masih perlu ditingkatkan lagi,” pungkasnya.(IJD/IJL)

Celana Pendek Chinos

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *