Pemuda Desa Prawoto Teliti Jejak Arab Pegon di Masa Kolonial

Pemuda Desa Prawoto Teliti Jejak Arab Pegon di Masa Kolonial

infojateng.id - 16 November 2020
Pemuda Desa Prawoto Teliti Jejak Arab Pegon di Masa Kolonial
Penelitian jejak arab pegon di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo.  - ()
Penulis
|
Editor

PATI, infojateng.Id – Meski di tengah pandemi, namun para pemuda dan warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo tetap menujukkan kreatifitasnya. Mereka dengan semangat memilih melakukan penelusuran jejak Arab Pegon di Masa Kolonial.

Hal itu lantaran mereka meyakini jika Arab Pegon memiliki peranan yang begitu besar. Tak hanya sebagai salah satu metode dalam pembelajaran di pesantren, Arab Pegon rupanya juga pernah digunakan untuk catatan negara di masa kolonial.

Hal itu seperti ditemukan bukti adanya catatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sukolilo II yang kebetulan berada di Desa Prawoto. Dalam catatan itu diketahui menggunakan Arab Pegon dan cukup lawas. Yakni tercatat sekitar tahun 1936 atau sebelum kemerdekaan. Bahkan diperkirakan ada yang lebih tua lagi.

Hal tersebut dinilai cukup unik lantaran catatan negara justru menggunakan tulisan Arab Pegon bukan menggunakan huruf latin, maupun aksara Jawa. Diperkirakan selain di KUA yang ada di Prawoto, catatan nikah dengan Arab Pegon juga diketemukan di KUA lain. Bahkan di Jawa Barat juga diketemukan dengan tahun penerbitan yang hampir mirip.

Tak hanya persoalan catatan nikah, Ali Romdhoni, sejarawan asal Desa Prawoto justru mendapati manuskrip yang berisikan silsilah raja-raja Demak yang juga ditulis dengan Arab Pegon. Oleh karenanya dia menilai penting untuk menggali lebih dalam peranan Arab Pegon dengan sejarah bangsa.

Temuan catatan nikah dengan Arab Pegon di KUA Prawoto sendiri dikatakannya telah menjadi bukti baru. Dia yakin, Prawoto tak hanya desa kecil di pinggiran Kabupaten Pati namun pernah menjadi pusat pemerintahan.

“Bagaimana di satu kecamatan Sukolilo ada dua KUA. Padahal lazimnya hanya satu,”terangnya.

KUA Sukolilo II yang ada di Prawoto bahkan lebih tua dari KUA yang sekarang ini ada. Uniknya lagi, dalam catatan yang ditemukan, KUA tersebut tak hanya melayani warga Desa Prawoto dan sekitarnya, rupanya banyak berasal dari warga dengan lokasi yang cukup jauh.

Saat melakukan digitalisasi naskah lawas yang masih tersisa disana, ikatan remaja masjid wali Kauman Prawoto menemukan adanya catatan nikah tertulis domisili yang menunjukkan beberapa tempat dari luar Prawoto, seperti dari Kabupaten Kudus dan Grobogan. Catatan pernikahan mereka terdapat di Prawoto.

“Selain dari bukti catatan, kami juga menemukan adanya saksi yang berasal dari Kecamatan Undaan, Kudus hingga Kecamatan Purwodadi, Grobogan,” tambahnya.

Dia menyebut, setidaknya ada tiga catatan penting yang bisa digarisbawahi tentang keberadaan arsip lawas ini. Yakni pembuktian kedudukan Prawoto sebagai pusat pemerintahan, bukti Prawoto pada masa lampau didominasi oleh kaum santri, serta keistimewaan penggunaan huruf arab pegon yang pernah menjadi huruf administrasi negara pada masanya.(ijb)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X