Elektrolisis Elektrolit KOH untuk Efisiensi Bahan Bakar Bensin dan Peningkatan Kualitas Emisi Kendaraan Bermotor

Elektrolisis Elektrolit KOH untuk Efisiensi Bahan Bakar Bensin dan Peningkatan Kualitas Emisi Kendaraan Bermotor

infojateng.id - 30 November 2020
Elektrolisis Elektrolit KOH untuk Efisiensi Bahan Bakar Bensin dan Peningkatan Kualitas Emisi Kendaraan Bermotor
Pelaksanaan penelitian oleh Latif Maulana dkk. - ()
Penulis
|
Editor

*Penulis : Latif Maulana dkk.

Pada era sekarang ini masalah kebutuhan bahan bakar menjadi masalah yang serius. Hal ini terjadi karena semakin menurunnya cadangan minyak bumi dunia. Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai cara untuk menghemat bahan bakar.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah menghemat bahan bakar menggunakan air. Bahan bakar dari air ini sesungguhnya adalah campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen yang dihasilkan dari sistem elektrolisis.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi KOH dan bentuk elektroda terhadap laju gas HHO serta mengetahui pengaruh adisi gas HHO terhadap kualitas emisi dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.

Pada penelitian ini dilakukan proses elektrolisis air menggunakan katalis KOH dengan variasi konsentrasi KOH sebesar 0,05 M, 0,1 M, dan 0,2 M dilanjutkan dengan memvariasi bentuk elektroda yaitu batang, kawat, dan lempeng. Hasil gas nya kemudian diadisikan ke mesin kendaraan bermotor guna mengetahui pengaruh terhadap nilai daya, efisiensi, dan emisi kendaraan bermotor menggunakan alat Dynotest dan Gas Analyser.

Hasil laju produksi gas HHO optimum diperoleh pada konsentrasi KOH 0,2 M dengan elektroda batang sebesar 1,62 ml/s. Hal ini dikarenakan konsenterasi larutan merupakan nilai kepekatan kandungan zat atau senyawa yang dilarutkan ke dalam air.

Semakin banyak zat atau senyawa yang dilarutkan ke dalam air maka akan semakin pekat larutan tersebut. Semakin pekat larutan KOH maka akan membuat besarnya hambatan listrik pada larutan akan semakin kecil dan akan mendekati nol sehingga menyebabkan produksi gas HHO banyak.

Sedangkan hasil uji daya mesin, efisiensi, dan uji emisi kendaraan bermotor masing-masing mengalami peningkatan setelah penambahan gas HHO yaitu masing-masing sebesar 4,68% pada rpm 6000, 10,87% pada rpm 4000, dan 34,97% pada rpm 4000. Dengan adanya penambahan gas HHO ini maka terjadi penambahan kadar oksigen pada pembakaran sehingga dapat menutupi kekurangan oksigen jadi gas CO dan HC yang terbentuk semakin rendah.

Hal ini menunjukkan bahwa pembakaran dalam ruang bakar mesin berlangsung mendekati pembakaran sempurna sehingga bahan bakar yang masuk ke ruang bakar dapat terbakar seluruhnya.(*)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X