Selama Pandemi Covid-19, Perlindungan dan Perhatian pada Anak Perlu Ditingkatkan

infojateng.id - 4 Januari 2021
Selama Pandemi Covid-19, Perlindungan dan Perhatian pada Anak Perlu Ditingkatkan
Arie Rukmanara, Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa dan Bali - ()
Penulis
|
Editor

SEMARANG –Kasus tindak asusila dan kekerasan terhadap anak meningkat selama masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu perlindungan dan perhatian terhadap anak perlu lebih ditingkatkan.

UNICEF dengan mitranya Yayasan Setara, Lembaga Perlindungan Anak Klaten, Sahabat Kapas Solo, dan Sahabat Difabel telah melakukan upaya meningkatkan keterampilamn dan kreativitas anak-anak serta meningkatkan pendampingan dan perlindungan terhadap anak-anak dari perundungan dan kekerasan.

Dari hasil Ngobrol Santai “Kidung Harapan Menembus Batas”, catatan akhir tahun pelaksanaan program kemanusiaan respon Covid-19 bidang perlindungan anak yang digelar oleh Yayasan Setara di Semarang yang merupakan mitra dari UNICEF, muncul temuan dari beberapa kasus yang membutuhkan penanganan khusus agar anak terlindungi.

Salah satu narasumber Rizky Rahayu Setyawan, seorang Pembimbing Kemasyarakatan BAPAS Cilacap menjelaskan jumlah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH — anak yang melakukan tindak kriminal) meningkat 10 persen dibandingkan sebelum terjadi pandemi.

“Anak bosan berada di rumah. Mereka kemudian berkumpul dengan teman-temannya. Ada yang terjerumus melakukan pencurian karena disuruh oleh orang yang lebih dewasa dengan iming-iming imbalan tertentu. Namun mayoritas mereka melakukan tindak asusila. Oleh karena itu agar anak tidak bosan di rumah karena belajar daring, itu adalah kewajiban orang tua agar tidak terjerumus pergaulan negatif,” kata Rizky.

Ia menceritakan, dalam mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum, ia berada di lapangan langsung bersentuhan dengan anak dengan segala masalahnya, termasuk keluarganya.

“Sementara di pengadilan, jaksa, dan pengacara hanya melakukan studi  berkas. Kami berusaha membantu anak-anak yang sebenarnya bisa diselamatkan. Mereka terjerumus melakukan tindakan melawan hukum. Dalam proses pengadilan, banyak yang merasa bersalah dan mengambil hikmahnya sebagai pelajaran. Kami juga mengajak orang tua mereka mendampingi proses anaknya di pengadilan,” tuturnya.

Anak-anak yang terjerumus itu perlu mendapat perlindungan agar bisa kembali menjadi baik. Namun bagi yang sudah punya bakat dan niat, kata Rizky, hukuman itu justru makin menambah mereka jadi lebih profesional. 

Nurlaila Yuka Mujrisa  dari  Sahabat Kapas Solo menuturkan, semula coaching clinic untuk mendampingi anak-anak yang berhadapan dengan hukum itu masih sebatas di Puspaga dan BAPAS di Jawa Tengah. “Namun kemudian berkembang hingga luar Jateng.  Aceh dan Papua pun bergabung,”kata Mujrisa. 

Sementara itu di Kabupaten Klaten, anak menjadi korban kekerasan seksual sebagai efek dari pandemi Covid-19. Ayah tirinya di-PHK sehingga menjadi sering di rumah saja bersama anak tirinya yang tidak sekolah karena belajar daring.

“Di sisi lain, di keluargaitu juga pemahaman kurang tepat tentang keluarga. Ada kesepakatan mereka bertiga, ayah tiri akan menikah dengan anaknya setelah lulus sekolah karena ibu kandungnya tidak bisa memberikan keturunan. Ketika ayah tiri dan anak tirinya berada di rumah berdua lantaran ibunya bekerja, maka terjadilah hubungan intim sehingga gadis itu mengandung,” kata Ofik Anggraeni, seorang pekerja sosial di Klaten.

Akan tetapi ketika kasus itu diproses hukum, si ibu gadis itu  ingin suaminya tidak dipenjara dan dipulangkan saja karena ia sebagai tulang puinggung keluarga. Ada dua kasus serupa yang terjadi di Klaten. Pelaku kekerasan seksual adalah ayah tiri yang terjadi pada bulan September dan Oktober 2020.

Sementara data dari Lembaga Perlindungan Anak Klaten, hingga akhir tahun 2020 ini ada 80 anak yang berhadapan dengan hukum.  “Banyak orang tua yang menyampaikan keluhan kepada kami sejak pandemi Covid-19 mulai. Ketika sekolah harus daring, anak-anak harus di rumah saja; ternyata anak-anak sulit membiasakan diri mengenakan masker. Mereka juga bermain layang-layang bersama rekan-rekannya di lapangan. Mereka juga belum terbiasa menjaga jarak dan mencuci tangan,” kata Gotik dari LPA Klaten.

Untuk menangani beberapa kasus serius yang berhubungan masalah psikis, maka konselornya harus ahli.  “Kami bekerjasama dengan Universitas Widya Dharma dan UIN Sunan Kalijaga. Bahkan konseling pun harus ada yang offline,” tuturnya.

Kali ini ketika status Gunung Merapi menjadi Siaga, maka warga di dekat puncak Merapi menghadapi masalah. Jika mereka tetap berada di kampungnya, mereka akan berhadapan dengan awan panas. Akan tetapi bila mereka harus mengungsi turun hingga tujuh kilometer, mereka akan menghadapi kemungkinan sebaran pandemi Covid-19.

Manajer Program Yayasan Setara  Yuli Sulistyanto menuturkan anak-anak rentan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Mereka kena dampak luar biasa bila kita tidak melakukan perlindungan. Upaya pencegahan lewat protokol kesehatan maupun  pendidikan. Perlindungan efektif jadi pegangan kita agar anak-anak tetap sehat,” katanya.

“Yayasan Setara dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Bappeda, Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, dan Dinas Sosial Jateng ,  LPA Klaten dan Sahabat Kapas selalu mengawal program-program yang kami jalankan. Jurnalis Sehabat Anak dan Komunitas Sahabat Difabel juga menjadi mitra kami,” ia menambahkan.

Dalam proses 9 bulan, sejak pandemi Covid-19 melanda,  semua anak-anak di keluarga dan masyarakat punya dukungan psikososial dan perlindungan anak. Selama pandemi Yayasan Setara berusaha memperkuat keterampilan anak-anak.

Anak-anak yang ikut kelas webinar yang digelar Yayasan Setara, mereka mampu berkampanye pada sebayanya. “Ada 92 konten kegiatan yang diikuti lebih dari 32.765 peserta. Isinya konten tentang kecakapan hidup, layanan pengasuhan, dan lainnya” kata Yuli.

Sementara untuk merespon kasus Covid-19 ada di Jateng, Yayasan Setara membuat Aplikasi Pemetaan Kelompok Rentan (Apemketan) Anak dan Perempuan.

Odi Sholahuddin dari Yayasan Setara menjelaskan, hingga November 2020 ada  253.000 yang mengisi aplikasi itu. Sebagian besar baru dari Kota Semarang dan Kabupaten Klaten. “Ini adalah aplikasi pertama di Indonesia untuk identifikasi kelompok rentan. Sebab baru akan ada respon jika tersedia data,” kata Odi.

Yayasan Setara merekomendasikan agar aplikasi itu dikembangkan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Jateng dan Pemerintah Provinsi Jateng mendorong pemerintah kabupaten/kota juga menggunakan aplikasi pendataan tersebut.  Karena aplikasi itu simple dan bisa dilakukan hingga tingkat kelurahan dan desa.

Di sisi lain dalam upaya perlindungan anak, di Jateng saat ini ada Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI)  di 9 kabupaten. Perlindungan perundungan di Kota Semarang dan Kabupaten Rembang. Keberadaan lembaga memiliki respon cepat untuk perlindungan anak.

Sementara itu Heksa Sari Ratna Dewi, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Jateng menjelaskan banyak kegiatan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

“Jaring pengaman ekonomi dan jaring pengaman sosial dari Dinas Sosial Jateng sebesar Rp 1,137 milyar. Dana itu untuk berbagai kegiatan mulai untuk posko dan bantuan sosial, alat perlindungan diri, pembelian viamin, dan lainnya,” ujarnya.

“Bagaimana caranya agar hak anak terpenuhi. Dengan media apapun dan terlindungi. Lewat program pemerintah dan OPD terkait dan lintas sektor,” ia menambahkan. 

Sementara UNICEF Indonesia Child Protection Specialist Naning Puji Julianingsih menerangkan, “Pandemi ini tidak ada resepnya kita harus melakukan apa. Namun pengalaman selama 9 bulan menjadikan kita manjadi  manusia survivor (penyintas) yang luar biasa.”

Arie Rukmanara, Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa dan Bali menjelaskan pandemi sesuatu yang akan berulang.  “Kita punya referensi dengan  menulis buku,  menulis berita, dan merawat anak-anaknya. Kata-kata di dalam buku itu menunjukkan bahwa masker bahan yang melindungi kita dari virus. Masker juga menurunkan polusi yang terhisap kita,” ujarnya.

Sementara menjaga jarak juga  melindungi anak-anak dari virus, dan juga menjaga privasi. Fisik anak-anak akan berbeda. “Ketika mereka naik kereta bukan hanya sampai ke tujuan, dengan menjaga jarak juga menghormati ruang privasi orang lain. Selain itu jangan berdempetan di tempat umum. Ini adalah simbol mereka yang punya niat buruk pada anak-anak. Selain itu menjaga jarak juga menjaga kepada mereka yang berniat buruk kepada anak-anak.  Watch your steps!!! Bila ada niat buruk, ada kami semua di sini sebagai orang tua yang melindungi anak-anak,” kata Arie.

Sebagai  kakak, sahabat, tidak berhenti berkreasi. Dengan mencuci tangan, itu berarti mematikan ribuan kuman dan bakteri. “Hari ini mencatat banyak kasus, yang kita lakukan jauh lebih besar dibanding potensi penularan. Hari ini ada puluhan ribu,sebenarnya bisa ada ratusan ribu,” katanya.

Anak-anak sebagai super spreader. Bila anak-anak melakukan 3 M, maka ia melindungi kakek,  nenek, ortu, dan tetangga. “Mereka justru menjadi bintang-bintang yang produktif di rumah, dan aktif berdiskusi. Mereka justru memerankan peran yang kita harapkan. Kebosanan mereka justru dikelola,” tuturnya.

Arie mengatakan pandemi akan berakhir. Vaksin akan datang tahap kedua. Belajar dari anak-anak, harus bersabar, jangan kendor, jangan  jadi super spreaders – justru jadi super heroes. (IJB)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

PP IKSAB TBS Adakan Halal Bi Halal

PP IKSAB TBS Adakan Halal Bi Halal

Komunitas
Lonjakan Pengunjung, Patroli Objek Wisata Diintensifkan

Lonjakan Pengunjung, Patroli Objek Wisata Diintensifkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Wisata
Ramai Pengunjung, Polisi Lakukan Pemantauan Objek Wisata Jepara

Ramai Pengunjung, Polisi Lakukan Pemantauan Objek Wisata Jepara

Eks Karesidenan Pati   Wisata
Jelang Proliga 2024, Gresik Petrokimia Mengandalkan Pedro Lilipaly Sebagai Juru Taktik

Jelang Proliga 2024, Gresik Petrokimia Mengandalkan Pedro Lilipaly Sebagai Juru Taktik

Info Jateng   Olahraga
Halalbihalal, Bupati Apresiasi Polres Blora dalam Pengamanan Idulftri 1445 dan Arus Mudik

Halalbihalal, Bupati Apresiasi Polres Blora dalam Pengamanan Idulftri 1445 dan Arus Mudik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Nelayan Batang Gelar Lomba Dayung, Ajang Bangun Kebersamaan dan Perkuat Rasa Persaudaraan

Nelayan Batang Gelar Lomba Dayung, Ajang Bangun Kebersamaan dan Perkuat Rasa Persaudaraan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
IGD RSUD Batang Siagakan Petugas Medis 24 Jam Selama Lebaran

IGD RSUD Batang Siagakan Petugas Medis 24 Jam Selama Lebaran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Gencarkan Patroli ke Objek Wisata, Polres Jepara Gelar Pengamanan Libur Lebaran 2024

Gencarkan Patroli ke Objek Wisata, Polres Jepara Gelar Pengamanan Libur Lebaran 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Nana Sudjana Gelar “Open House” Idulfitri, Romo Robertus : Ini Kesempatan Istimewa

Nana Sudjana Gelar “Open House” Idulfitri, Romo Robertus : Ini Kesempatan Istimewa

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Mudahkan Silaturahmi, Sekda Jateng Gelar Open House

Mudahkan Silaturahmi, Sekda Jateng Gelar Open House

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Buntut Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, PO. Rosalia Indah Berpeluang Kena Sanksi

Buntut Kecelakaan di Tol Semarang-Batang, PO. Rosalia Indah Berpeluang Kena Sanksi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Indonesia Berhasil Antar 4 Wakil di Perempatfinal Badminton Asia Championships 2024

Indonesia Berhasil Antar 4 Wakil di Perempatfinal Badminton Asia Championships 2024

Info Nasional   Olahraga
Kualitas Alat Belum Maksimal, Hilal di Batang Sulit Terpantau

Kualitas Alat Belum Maksimal, Hilal di Batang Sulit Terpantau

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Waspada Gangguan Keamanan, Patroli dan Penjagaan di Stasiun KA Cepu Diintensifkan

Waspada Gangguan Keamanan, Patroli dan Penjagaan di Stasiun KA Cepu Diintensifkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Apresiasi Petugas Kebersihan, Bupati Berikan Bingkisan Hingga Perjuangkan Jadi PPPK

Apresiasi Petugas Kebersihan, Bupati Berikan Bingkisan Hingga Perjuangkan Jadi PPPK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Polisi Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Ditinggal Mudik Pemiliknya

Polisi Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Ditinggal Mudik Pemiliknya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Cerianya Anak Yatim Piatu saat Diajak Polisi Jepara Belanja Baju Lebaran

Cerianya Anak Yatim Piatu saat Diajak Polisi Jepara Belanja Baju Lebaran

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
RSUD Batang Tetap Layani Pasien Selama Libur Lebaran

RSUD Batang Tetap Layani Pasien Selama Libur Lebaran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Polres Batang Imbau Warga Tak Main Petasan saat Malam Takbiran

Polres Batang Imbau Warga Tak Main Petasan saat Malam Takbiran

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Dukung Kelancaran Pemudik, Kwarcab Batang Siagakan Personel

Dukung Kelancaran Pemudik, Kwarcab Batang Siagakan Personel

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X