PERUBAHAN iklim dan polusi udara yang semakin parah turut memicu munculnya berbagai penyakit kulit. Mulai dari iritasi ringan, eksim, hingga infeksi jamur dan bakteri kini banyak dilaporkan di fasilitas layanan kesehatan.
Dikutip dari laman pafiairbuaya.org, cuaca ekstrem, seperti suhu tinggi yang disertai kelembapan rendah atau hujan berkepanjangan, menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya secara alami. Ditambah paparan langsung terhadap debu, asap kendaraan, dan bahan kimia.
Gejala umum yang sering muncul antara lain gatal-gatal, ruam merah, kulit kering, dan pecah-pecah. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Langkah pencegahan yang disarankan meliputi penggunaan pelembap, menghindari paparan langsung sinar matahari, rajin mandi setelah beraktivitas di luar, serta menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. (*)