Tren Tingwe Kian Digandrungi saat Pandemi

Tren Tingwe Kian Digandrungi saat Pandemi

infojateng.id - 1 Februari 2021
Tren Tingwe Kian Digandrungi saat Pandemi
 - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Pati-Pemerintah pusat akan menaikkan cukai hasil tembakau atau cukai rokok sebesar 12,5%. Aturan ini akan efektif mulai 1 Februari 2020. Kenaikan tarif cukai rokok otomatis membuat harga rokok melambung tinggi.

Bagi perokok konvensional alternatifnya beralih merokok “tingwe” (ngelinting dewe). Bahkan merokok tingwe telah menjadi tren di kalangan anak muda. Jika budaya tingwe dulu kental dengan orang tua, kini anak muda tak malu nglinting tembakau sambil kongkow-kongkow.

Ada faktor menjadi penentu mengapa tingwe bisa menjadi tren di kalangan anak muda saat ini. Pertama, tentu adalah kehadiran tembakau gayo asal Aceh yang fenomenal itu. Tembakau berwarna hijau dengan aromanya khas itu tengah digandrungi di kalangan anak muda. Yang kedua tentu faktor harga.

Eko kunarso pemilik gerai Kaji Mbako, Wedarijaksa Pati.

Hal inilah yang kemudian membuat mereka mencoba beralih ke tingwe yang secara ekonomi terbilang jauh lebih murah.

“Dengan modal uang Rp 25 ribu, ahlul hisab (sebutan perokok) bisa “ngudud” dengan tembakau berkualitas sampai seminggu. Jika dibanding membeli rokok bungkusan di pasaran, tentunya jauh lebih hemat,” ujar Eko Kunarso pemilik Gerai Kaji Mbako.

Di gerai miliknya di Wedarijaksa, Pati, beragam tembakau terbaik dari penjuru nusantara ia datangkan. Mulai tembakau Temanggung, tembakau Madura, tembakau Lombok dan lain-lain. Selain itu aneka cengkeh dan rempah-rempah bahan campuran tingwe tersedia di gerai miliknya.

“Pecinta tingwe dapat mengeksplorasi berbagai macam tembakau dan rempah sehingga memiliki pengalaman rasa yang begitu banyak dan unik. Dan tipe tembakau apa yang cocok. Disitu seninya tingwe”. Ujarnya.

Ekokun sapaan akrabnya juga tak sungkan merekomendasi tembakau yang cocok untuk pecinta tingwe pemula yang mencoba beralih dari rokok konvensional ke tingwe, “tembakau dengan varian rasa greentea lebih smooth, ringan dan beraroma tidak terlalu keras, banyak yang cocok ,” katanya.

Ia juga menyediakan tembakau Pender jamak tembakau dari lombok yang harga perkilonya mencapai jutaan rupiah. Konsumennya tak hanya lokal Pati, di masa pandemi sekarang permintaan tembakau meningkat drastis. Tiap pekan ia mengirim paket tembakau ke luar jawa.(ija)

 

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X