Purworejo, Infojateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menggelar latihan terpadu penanggulangan bencana tsunami di Aula BPBD setempat, Rabu (5/11/2025).
Upaya tersebut dilakukan karena Purworejo terletak di pesisir selatan Pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia.
Pelatihan itu diikuti oleh jajaran perwakilan dari Kodim 0708 Purworejo, Polres Purworejo, TNI AL, Basarnas, perangkat daerah terkait, relawan kebencanaan, serta unsur masyarakat.
“Kehadiran Bapak-Ibu ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama seluruh stakeholders, dalam mengelola dan menghadapi risiko bencana tsunami yang menjadi potensi di wilayah pesisir kita,” ujar Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Purworejo, Ahmad Jaenudin.
Ia menjelaskan, pelatihan sistem manajemen penanggulangan bencana terdiri dari dua fase, yaitu Tabletop Exercise dan Command Post Exercise.
Fase pertama, Table Top Exercise (TTX), merupakan latihan berbasis diskusi untuk menguji kebijakan, prosedur, dan alur pengambilan keputusan.
Dalam sesi ini, peserta diajak mendalami berbagai skenario bencana untuk memastikan setiap pihak memahami perannya masing-masing serta mengidentifikasi potensi kendala koordinasi di lapangan.
Fase kedua, lanjutnya, adalah Command Post Exercise (CPX). Fase ini merupakan latihan berbasis simulasi komando di pos penanganan bencana.
Melalui CPX, peserta dilatih untuk menguji mekanisme komunikasi, pelaporan, mobilisasi sumber daya, serta koordinasi antar-klaster dalam situasi darurat bencana.
“Inti dari latihan ini adalah bagaimana kita bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat, memastikan keselamatan petugas dan masyarakat, serta menjaga agar informasi mengalir efisien dari posko ke lapangan dan sebaliknya,” tambah Ahmad.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, menuturkan, kegiatan TTX dan CPX merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat menghadapi ancaman tsunami.
“Melalui latihan ini, kita ingin memastikan sistem komando dan koordinasi lintas sektor berjalan efektif. Diharapkan semua pihak dapat berpartisipasi aktif dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat kesiapsiagaan bencana di Purworejo,” ungkap Wasit.
Dengan adanya latihan terpadu ini, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap seluruh elemen, baik instansi pemerintah, TNI-Polri, relawan, maupun masyarakat, semakin tangguh dan terlatih dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya tsunami yang mengancam kawasan pesisir selatan. (eko/redaksi)