Magelang, Infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang kembali membuka Ruang Aspirasi Bupati di Kantor Kecamatan Pakis, baru-baru ini.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, jajaran Forkopimda Kabupaten Magelang, serta perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Bupati Grengseng Pamuji menyampaikan Ruang Aspirasi merupakan wadah untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menampung secara langsung berbagai masukan, opini, gagasan, dan kritik konstruktif untuk pembangunan Kabupaten Magelang.
“Melalui ruang aspirasi ini kami minta saran, masukan, dan mungkin kritik dari panjenengan semua sebagai bahan perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Grengseng.
Forum Ruang Aspirasi Bupati telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan dan berhasil memetakan beragam kebutuhan serta permasalahan di tiap wilayah, mulai dari permintaan infrastruktur, pengelolaan sampah, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga sektor pertanian.
Pada kesempatan itu, Grengseng juga menyampaikan permohonan maaf karena selama delapan bulan menjabat bersama Wakil Bupati Magelang, Sahid, belum semua janji politik dapat terealisasi akibat keterbatasan anggaran daerah.
Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Magelang telah menyalurkan berbagai program pro rakyat, di antaranya seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP negeri di wilayah setempat.
Sementara untuk sekolah swasta, madrasah, dan MI belum seluruhnya menerima bantuan tersebut.
“Semoga pada anggaran tahun 2026, bantuan seragam gratis ini bisa lebih merata bagi sekolah negeri dan swasta, baik SD maupun SMP,” harapnya.
Selain itu, Pemkab Magelang juga telah meluncurkan layanan Angkutan Aman — fasilitas antar jemput gratis bagi pelajar.
Saat ini, Dinas Perhubungan telah mengoperasikan sembilan rute dan direncanakan akan bertambah menjadi 12 rute pada tahun depan.
Program lain yang telah berjalan adalah layanan rawat inap gratis di rumah sakit milik Pemkab Magelang bagi warga ber-KTP Magelang.
Layanan ini sudah berlangsung selama dua bulan dan akan terus ditingkatkan agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
Di sektor pendidikan tinggi, Pemkab juga menyalurkan beasiswa bagi pemuda berprestasi.
Tahun 2025, bantuan tersebut diberikan kepada 600 mahasiswa, dan ditargetkan meningkat menjadi 1.000 penerima pada tahun 2026.
Sementara itu, Camat Pakis, Rahmat Pambudi, menyampaikan rasa bangga atas kehadiran langsung bupati dan jajaran Forkopimda di wilayahnya.
Ia menilai forum aspirasi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan birokrasi yang lebih dekat, responsif, dan solutif bagi masyarakat.
Rahmat menjelaskan, Kecamatan Pakis memiliki 20 desa dengan potensi besar di berbagai bidang, mulai dari pertanian hortikultura, perkebunan kopi, peternakan sapi potong, ayam petelur, domba, hingga kelinci.
Di sektor wisata, Pakis dikenal dengan destinasi Top Selfie, Grenden, Embung Gumelem, dan kawasan wisata Merbabu.
Produk unggulan UMKM juga turut menjadi kebanggaan Pakis, di antaranya pande besi yang telah menembus pasar ekspor, serta berbagai tradisi budaya seperti Nyadran Gunung Balak dan pementasan wayang.
Meski memiliki banyak potensi, Rahmat mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti ketergantungan pertanian pada cuaca, keterbatasan modal UMKM, tingginya angka pernikahan dini, anak tidak sekolah, serta kasus stunting yang masih berada di angka 16 persen.
“Semua ini membutuhkan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, kabupaten, dan masyarakat. Kami yakin, Ruang Aspirasi ini akan menjadi sarana untuk mempercepat pelayanan birokrasi yang efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Rahmat juga menyampaikan apresiasi atas berbagai layanan Pemkab, termasuk pelayanan kesehatan gratis dan layanan administrasi kependudukan yang kini semakin mudah dijangkau masyarakat. (eko/redaksi)