Pati, Infojateng.id — Suasana haru dan penuh harapan terlihat di Pendopo Kabupaten Pati saat puluhan tukang becak lansia menerima bantuan becak listrik. Tidak hanya menjadi alat transportasi baru, becak listrik ini dianggap sebagai angin segar bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari kayuhan kaki.
Sebanyak 60 unit becak listrik diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pati, Sudewo, kepada para pengayuh becak. Bantuan ini merupakan program pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) dan difasilitasi Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).
Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses BP Taskin RI, Novrizal Tahar, menjelaskan bahwa becak listrik tersebut adalah inisiatif langsung Presiden.
“Becak listrik ini didesain khusus untuk pengemudi becak lansia, agar tenaga lebih hemat dan waktu kerja mereka bisa lebih panjang,” ujarnya.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Firman Dahlan, menambahkan bahwa model becak listrik ini merupakan desain khusus yang tidak dijumpai di daerah lain.
“Becak ini memang dirancang secara eksklusif oleh Pak Prabowo sebelum menjabat sebagai presiden,” ungkapnya.
Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap masyarakat Pati.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para pengayuh becak. Kami akan memantau penggunaannya agar dirawat dan dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Program becak listrik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah di sektor informal.
Pemerintah menargetkan 10.000 unit becak listrik tersalurkan hingga tahun 2025, dan meningkat menjadi 20.000 unit pada 2026, sebagai langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. (one/redaksi)