Cilacap, infojateng.id – Penanganan Tuberkulosis masih menjadi pioritas utama di Indonesia. Bahkan penanggulangan TBC sudah diatur dalam Peraturan Presiden RI no 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
Presiden Prabowo Subianto menjadikan Penuntasan TBC sebagai salah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau yang disebut Quick Win.
Penyataan ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Cilacap Sumbowo dalam acara Rakor Daerah Evaluasi capaian indikator penanggulangan TBC yang dilaksanakan secara hybrid.
Kegiatan dipusatkan di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap, Jumat (14/11/2025) yang dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala OPD, Camat dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan, serta diikuti secara daring oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa/Kelurahan dan Kepala Urusan Perencanaan Desa/Kelurahan, TP Posyandu kecamatan, dan undangan lainnya.
Penuntasan TBC tidak hanya sekedar pengobatan saja, tetapi banyak faktor yang berpengaruh untuk terjadinya penularan penyakit TBC diantaranya, lingkungan, perilaku maupun ekonomi yang juga harus diselesaikan.
Penuntasan TBC bukan hanya kewajiban Dinas Kesehatan saja, tetapi menjadi tugas tanggung jawab bersama multisektor dari Pemerintah Pusat sampai Pemerintah Daerah, tidak sekedar komitmen yang kuat tetapi harus ada aksi nyata dari semua multi sektor, tegas Sumbowo.
Untuk melaksanakan strategi penuntasan TBC di Kabupaten Cilacap, Pemkab Cilacap berkomitmen dan telah melakukan aksi nyata dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan dalam rangka penanggulangan TBC dengan melibatkan semua unsur hexahelix.
Oleh karena itu agar diketahui seberapa jauh keberhasilan pelaksanaan strategi ini, maka diadakan evaluasi atas pelaksanaan penuntasan TBC di Kabupaten Cilacap
Pada kesempatan tersebut hadir sebagai narasumber Dr. Ari Windy Hardanu memberikan materi Strategi Pengarusutamaan TBC dan Aktivasi Desa Siaga TBC.
Dia juga menekankan pendekatan terpadu untuk memberantas tuberculosis, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai sektor untuk menciptakan lingkungan yang peduli dan tanggap TBC. (eko/redaksi)