Jepara, infojateng.id – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Jepara menempati peringkat ke-6 dengan perolehan 1 emas, 2 perak dan 6 perunggu dalam Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2025 cabang olahraga Panjat Tebing.
Ajang tersebut dilaksanakan di Wall Clambing Kampus II Universitas Wahid Hasyim, Gunung Pati, Semarang, pada 12 – 17 November 2025 yang lalu.
FPTI Kabupaten Jepara mengirimkan 17 perwakilan yang terdiri dari 3 Official dan 14 Atlet mengikuti 15 nomor yang dilombakan dari 20 nomor lomba yang dipertandingkan, antara lain: nomor Lead Perorang Putra, Lead Perorang Putri, Speed WR Perorangan Putra, Speed WR Perorangan Putri, Speed Klasik Perorangan Putra, Speed Klasik Perorangan Putri.
Kemudian Speed Asia K Putri, Boulder Perorangan Putra, Boulder Putri, Lead beregu/Tim Putra, Lead beregu/Tim Putri, Speed Relay Putra, Speed Klasik Tim Putri, Boulder tim Putra dan Boulder Tim Campuran.
Peringkat kesatu dalam BK Porprov Jateng 2025 diraih kontingen dari FTPI kabupaten Banyumas Dengan perolehan 5 emas, 5 perak dan 2 perunggu, disusul kabupaten Batang di peringkat kedua dengan perolehan 4 emas, 1 perak dan 4 perunggu.
Sementara peringkat ketiga ditempati Kabupaten Blora dengan 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu.
Peringkat kelima yang memperoleh 2 emas, 2 perak 4 perunggu adalah Kota Surakarta dan Kabupaten Grobogan dengan perolehan 2 emas, 2 perak 3 perunggu menempati peringkat kelima.
Ketua Umum FPTI Kabupaten Jepara Erlangga Arfian Nur menyampaikan terima kasih kepada seluruh Atlet dan official yang telah berjuang maksimal dalam Babak Kualifikasi Porpov tahun 2025.
“Terima kasih kepada seluruh tim baik atlet maupun official yang telah berjuang dalam babak kualifikasi Porpov tahun 2025”.
”Tak lupa terima kasih pula kepada KONI Jepara, orang tua atlet, dan seluruh warga Jepara atas doa dan dukungan kepada tim dalam menjalani babak kulaifikasi,” lanjutnya.
Erlangga berharap, agar seluruh atlet terus berlatih untuk mempersiapkan diri dalam ajang Porprov yang akan digelar pada tahun 2026. (eko/redaksi)