Cilacap, infojateng.id – Forum Guru Muhammadiyah Cilacap menggelar acara Bersih-bersih Pantai di Lingkungan Pantai Teluk Penyu Cilacap, Kamis (20/11/2025).
Acara diikuti oleh 7.000 peserta terdiri dari guru, staf, hingga para murid tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Cilacap.
Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memperingati Milad ke-113 Muhammadiyah tanggal 18 November 2025 lalu sekaligus menyongsong Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2025 mendatang.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cilacap, Joko Budi Santosa, yang juga merupakan ketua penyelenggara menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak agar mereka bisa lebih mencintai lingkungan dan kebersihan, serta mendorong anak-anak agar mengingat Hari Guru Nasional sehingga bisa lebih menghargai jasa para guru.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Muhammadiyah Cilacap, Habib Munawir Ghozali.
Sebuah kebanggaan bahwa Forum Guru Muhammadiyah bisa ikut serta berperan dan bertanggung jawab menjaga kebersihan Pantai Teluk Penyu.
Ia berharap acara seperti ini bisa terus berkembang dan senantiasa didukung seluruh pihak, tidak sekedar mengumpulkan sampah tetapi juga membangun kepedulian kolektif bahwa kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama.
“Bersih itu indah, bersih adalah anugerah. Aset yang sangat berharga ini harus senantiasa kita jaga sampai kapanpun,” ungkap Habib.
Sebagai salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Cilacap, Pantai Teluk Penyu menjadi daya tarik wisata, sumber kehidupan bagi para nelayan, dan ruang publik yang memberi manfaat luas bagi ekonomi maupun sosial budaya masyarakat.
Permasalahan sampah terutama sampah plastik saat ini telah menjadi isu serius di berbagai wilayah pesisir.
Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam biota laut, mengganggu aktivitas pariwisata, serta berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat.
“Terwujudnya lingkungan pantai yang bersih dan indah tidak akan berhasil secara maksimal apabila tidak didukung oleh kesadaran dan kepedulian seluruh komponen masyakat,” pungkas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, sekaligus membuka acara. (eko/redaksi)