Cilacap, Infojateng.id — Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 180 becak listrik kepada para pengemudi becak di Kabupaten Cilacap bertempat di Pendopo Wijaya Kusuma Sakti, Jumat (5/12/2025).
Bantuan itu merupakan program dari Presiden Prabowo dan menjadi tahap awal penyaluran kendaraan ramah lingkungan bagi para pengemudi di daerah tersebut.
Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara oleh Wakil Ketua Umum Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S. Deyang bersama Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan empat perwakilan penerima.
Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat dan tokoh daerah, termasuk Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Sekretaris GSN Regina Claodya Valleryo, serta jajaran pejabat Pemkab Cilacap.
Dalam sambutannya, Nanik menyebut bantuan 180 unit becak listrik tersebut sebagai langkah awal. Ia memastikan jumlahnya akan bertambah pada tahap berikutnya.
Menurutnya, becak listrik senilai Rp 22 juta per unit yang didesain sendiri oleh Presiden dan diproduksi oleh PT. PINDAD ini bukan sekadar sarana transportasi baru. Melainkan wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pengemudi sekaligus mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan di Cilacap.
Sementara Bupati Syamsul Auliya Rachman menilai bantuan itu sebagai bukti perhatian langsung Presiden Prabowo kepada warga Cilacap.
Ia menjelaskan, berbagai program pemerintah pusat telah menyentuh masyarakat, mulai dari Makan Bergizi Gratis hingga Sekolah Rakyat.
“Dari 163 proyeksi yang berjalan, sudah 95 program terlaksana. Sekitar 60 persen warga Cilacap sudah merasakan manfaat Makan Bergizi Gratis,” kata Syamsul.
Bupati menambahkan, kehadiran becak listrik memberi dampak nyata bagi pengemudi, terutama mereka yang berusia lanjut sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
Untuk mendukung operasionalnya, Pemkab Cilacap juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan guna menyiapkan halte atau titik pengisian daya umum yang ditargetkan mulai didorong pada 2026.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi awal perubahan moda transportasi ramah lingkungan di Cilacap sekaligus memberikan peluang bagi para pengemudi untuk bekerja lebih efisien dan nyaman. (eko/redaksi)