Jawa Tengah Siap Jadi Penyangga Pangan Nasional

infojateng.id - 2 Januari 2026
Jawa Tengah Siap Jadi Penyangga Pangan Nasional
 - ()
|
Editor

Semarang, infojateng.id Produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil memenuhi target nasional yangao ditetapkan pemerintah pusat.

Capaian tersebut menjadi fondasi awal untuk memperkuat swasembada pangan daerah sekaligus meneguhkan peran Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional pada 2026.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah per Desember 2025, produksi padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Dengan luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare, Jawa Tengah menempati posisi tiga besar kontributor beras nasional.

Sementara itu, produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua secara nasional.

Untuk komoditas kedelai, produksi tercatat sebesar 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare dan menjadi kontributor terbesar nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa capaian tersebut telah memenuhi target nasional dan menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.

“Dari target nasional 11 juta ton, wilayah Jawa Tengah telah memenuhi sekitar 9 juta ton. Artinya, kebutuhan pangan Jawa Tengah, khususnya beras, berkontribusi sekitar 17,5 persen terhadap kebutuhan nasional,” ujar Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, capaian tahun 2025 menjadi pijakan penting untuk menghadapi tantangan tahun berikutnya.

Berdasarkan peta jalan pembangunan daerah, 2026 ditetapkan sebagai tahun swasembada pangan Jawa Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai penumpu pangan nasional.

“Kita harapkan pada 2026 produktivitas pangan Jawa Tengah dapat terus meningkat,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggenjot pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian sejak 2025.

Selain itu, Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan hijau.

“Luas wilayah Jawa Tengah sekitar 3,3 juta hektare, dan sekitar 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian. Ini harus kita pertahankan. Revitalisasi dan perlindungan lahan hijau telah saya koordinasikan dengan Menteri ATR/BPN agar tidak terjadi perubahan peruntukan,” ujarnya.

Dari sisi ketersediaan pangan, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, memastikan stok pangan di wilayahnya dalam kondisi aman hingga Juni 2026.

Data Bulog mencatat stok beras di Jawa Tengah saat ini mencapai 339.094 ton.

“Jumlah tersebut mencukupi hingga Juni 2026. Sementara realisasi pengadaan setara beras sepanjang 2025 mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target,” kata Sri Muniati.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun stabilitas harga pangan.

“Ketersediaan sangat cukup dan harga relatif stabil,” ujarnya.

Namun demikian, Sri Muniati menekankan bahwa penyerapan hasil panen membutuhkan sinergi lintas sektor.

Menurutnya, Bulog tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah dan aparat terkait.

“Kami berharap koordinasi antara Bulog, dinas-dinas di Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan TNI dan Polri terus diperkuat agar produksi dan panen petani dapat diserap secara maksimal oleh Jawa Tengah sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Gubernur untuk memperkuat kapasitas internal daerah dalam pengelolaan pangan.

Penguatan tersebut dilakukan tidak hanya melalui Bulog, tetapi juga dengan melibatkan BUMD provinsi, BUMD kabupaten/kota, serta penggilingan padi skala kecil.

“Kami tidak melarang pengiriman pangan keluar Jawa Tengah, tetapi memperkuat kapasitas di dalam daerah. Salah satunya melalui program subsidi bunga pinjaman bagi penggilingan kecil agar memiliki permodalan yang lebih kuat. Program ini kami siapkan untuk 2026,” jelas Dyah.

Dengan capaian produksi yang solid, penguatan infrastruktur, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis mampu meningkatkan kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Kesehatan
Pemprov Jateng Kirim Ratusan Juta Rupiah Logistik ke Empat Daerah Banjir

Pemprov Jateng Kirim Ratusan Juta Rupiah Logistik ke Empat Daerah Banjir

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kurang Dari 6 Jam, Pencuri Studio Foto Ditangkap Polisi

Kurang Dari 6 Jam, Pencuri Studio Foto Ditangkap Polisi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kombinasi Duo Matador di Lini Serang Diharap Bisa Pertahankan Persijap di Kasta Tertinggi

Kombinasi Duo Matador di Lini Serang Diharap Bisa Pertahankan Persijap di Kasta Tertinggi

Info Jateng   Olahraga
Keluarga Awak KM Rizki Mina 3 Terima Santunan dari PMI Batang

Keluarga Awak KM Rizki Mina 3 Terima Santunan dari PMI Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir, Ribuan Warga Batang Terdampak

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir, Ribuan Warga Batang Terdampak

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tebing Longsor Timpa Empat Rumah Warga

Tebing Longsor Timpa Empat Rumah Warga

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Veronica di Mapolres Batang

Tradisi Pedang Pora Sambut AKBP Veronica di Mapolres Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jasad Syafiq Ali Ditemukan Utuh Setelah 15 Hari, Tak Disentuh Binatang Buas

Jasad Syafiq Ali Ditemukan Utuh Setelah 15 Hari, Tak Disentuh Binatang Buas

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Tinjau Longsor di Desa Tempur, BNPB Fokus Benahi Infrastruktur dan Akses Warga

Tinjau Longsor di Desa Tempur, BNPB Fokus Benahi Infrastruktur dan Akses Warga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Festival Buah Eksotik Jepara 2026 Pamerkan Potensi Agrobisnis Lokal

Festival Buah Eksotik Jepara 2026 Pamerkan Potensi Agrobisnis Lokal

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gandeng PMI Pati, Majelis Taklim Annisa’ Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir 

Gandeng PMI Pati, Majelis Taklim Annisa’ Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir 

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Ketua PMI Pati Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Warga

Ketua PMI Pati Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Logistik dan Layanan Kesehatan Warga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan   Pemerintahan
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Hampir Rampung, Progres 88 Persen

Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Hampir Rampung, Progres 88 Persen

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026, Vietnam Disebut Berpeluang Pertahankan Gelar

Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026, Vietnam Disebut Berpeluang Pertahankan Gelar

Info Jateng   Olahraga
Pemprov Jateng Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati hingga 20 Januari

Pemprov Jateng Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati hingga 20 Januari

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Polisi Berjibaku Ringankan Beban Korban Tanah Longsor

Polisi Berjibaku Ringankan Beban Korban Tanah Longsor

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Perangkat Daerah Baru dan Semangat Agile Governance

Perangkat Daerah Baru dan Semangat Agile Governance

Info Jateng   Sudut Pandang
Kalapas Pati Dukung Ketahanan Pangan, Hadiri Panen Raya Udang di Nusakambangan

Kalapas Pati Dukung Ketahanan Pangan, Hadiri Panen Raya Udang di Nusakambangan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Bulog Salurkan Satu Ton Beras Bantu Korban Bencana Banjir Jepara

Bulog Salurkan Satu Ton Beras Bantu Korban Bencana Banjir Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X