Pemalang, infojateng.id – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro meminta para pendaki untuk menyiapkan peralatan dan perlengkapan sebelum melakukan pendakian.
Pasalnya, para pendaki yang hendak menaiki Gunung Slamet via jalur Dipajaya Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Harapan itu disampaikan bupati saat melaksanakan tinjauan Basecamp Pendakian Gunung Slamet bersama Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, Dandim 0711/Pemalang, Kapolres Pemalang dan Kajari Pemalang di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, baru-baru ini.
“Mudah-mudahan ada atensi dari semua pihak, peralatan, perlengkapan dan teknologi yang bisa kita tetapkan disini sehingga ini bisa menjadi keselamatan bagi para pendaki Gunung Slamet,” ujar Anom.
Dalam peninjauan tersebut, bupati juga menindaklanjuti informasi terkait korban pendakian tektok (pendakian cepat) atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan warga Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang, Kota Magelang yang hingga kini belum ditemukan saat melakukan pendakian di Gunung Slamet pada Sabtu (27/12/2025) malam.
“Saya berterima kasih atas kerjasama dan informasinya, mudah-mudah mas Syafiq Ali bisa segera ditemukan dan kembali bertemu dengan keluarganya,” harapnya.
Senada dengan bupati, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif berharap, adik kita Mas Ali secepatnya bisa ditemukan tentunya dengan kondisi yang sehat wal afiat.
“Terima kasih kepada tim relawan, jangan putus semangat, kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa mudah-mudahan segera diberikan jawaban yang terbaik,” ucap dandim.
Sebagai informasi, kejadian ini bermula pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, ketika dua pendaki, Himawan Choidar Bahran dan Syafiq Ridhan Ali Razan melakukan registrasi pendakian di Base Camp Dipajaya.
Keduanya tercatat melakukan pendakian tektok estimasi turun pada Minggu (28/12/2025) pukul 17.00 WIB.
Namun hingga Minggu malam pukul 21.00 WIB, kedua pendaki itu belum juga kembali.
Menyikapi kondisi tersebut, pengelola basecamp segera memberangkatkan dua personel untuk melakukan pengecekan ke jalur pendakian.
Upaya pencarian mendapatkan hasil, pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, tim basecamp menemukan Himawan mengalami cedera pada bagian kaki di sekitar Pos 9 jalur Dipajaya.
Saat ditemukan, Himawan tidak bersama rekannya, Syafiq Ridhan Ali Razan.
Berdasarkan keterangan dari Himawan, bahwa Syafiq Ridhan Ali Razan memutuskan untuk mencoba mencari bantuan, karena ia sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan akibat cedera yang dialaminya.
Himawan kemudian dievakuasi oleh tim SAR menuju basecamp dan tiba sekitar pukul 17.50 WIB, dan langsung mendapatkan penanganan dari tim kesehatan. (eko/redaksi)