- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Sempat Mati Suri, Jepara Bangkitkan Lagi Futsal hingga Bakal Renovasi Venue

Keterangan Gambar : Bupati Witiarso Utomo saat bertemu dengan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Jepara yang digelar di Ruang Kerja Bupati, Selasa (7/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Kabupaten Jepara berkomitmen mendorong kebangkitan olahraga futsal yang belakangan ini seakan mati suri.
Hal ini mengemuka saat pertemuan antara Bupati
Witiarso Utomo dengan Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Jepara yang digelar di
Ruang Kerja Bupati, Selasa (7/4/2026).
Ketua AFK Jepara, Darmawan Bagus Susanto mengatakan
perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mendukung
program-program pengembangan futsal, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan
atlet.
Baca Lainnya :
- Miris! Anak Dibakar Saat Pesta Miras, Polresta Banyumas Ungkap Kasus Kekerasan 0
- Kapolres Tegal Gelar Esports Series 2026 Serentak, Wadah Kreativitas Generasi Muda0
- Siswa SMP di Sragen Tewas Usai Duel dengan Teman Sekelas0
- Polres Klaten Bangun Jembatan Presisi di Karangnongko Pascabencana0
- Jateng Gencarkan Imunisasi dan Deteksi Dini Campak hingga Desa, Ini Alasannya0
“Harapannya atlet bisa fokus pada pertandingan tanpa
harus memikirkan hal-hal teknis seperti akomodasi maupun venue,” ujar Darmawan.
Ada sejumlah program strategis yang disiapkan untuk
menghidupkan kembali ekosistem futsal di Kota Ukir. Dalam jangka pendek,
pihaknya menargetkan mengaktifkan kembali klub-klub futsal yang selama ini mati
suri.
“Untuk jangka menengah, kami akan menarik
pemain-pemain unggul untuk disatukan dalam satu tim terbaik. Sedangkan jangka
panjang, kami fokus pada pembuatan lisensi berstandar nasional untuk wasit
lokal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini
melalui sekolah. AFK Jepara mendorong agar sekolah-sekolah mengadakan kegiatan
ekstrakurikuler futsal guna menjaring bibit-bibit unggul sejak dini.
Selain itu, potensi sumber daya manusia juga menjadi
perhatian. Menurutnya, terdapat pelatih asal Jepara yang telah berkiprah di
level nasional, yang bisa ditarik kembali untuk memperkuat pembinaan futsal
daerah.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo,
menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan futsal di Jepara. Ia menegaskan
pemerintah daerah siap memfasilitasi peningkatan kualitas SDM melalui program
lisensi dan coaching clinic, khususnya bagi guru olahraga.
“Kita support terkait lisensi maupun coaching clinic,
terutama untuk guru olahraga. Ini penting untuk pembinaan yang berkelanjutan,”
ujar Witiarso.
Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga merencanakan
peningkatan infrastruktur olahraga. Pada tahun 2027, akan dilakukan renovasi
fasilitas guna menghadirkan venue futsal yang representatif.
“Kita usahakan Jepara bisa kembali berprestasi, tentu
bergantung pada pembinaan yang dilakukan,” imbuhnya.
Saat ini, tercatat sekitar 10 lapangan futsal di
Jepara. Ke depan, pemerintah juga akan mendorong sekolah-sekolah yang berada di
sekitar lapangan tersebut untuk membuka ekstrakurikuler futsal sebagai langkah
strategis menjaring talenta muda.
Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi antara AFK
Jepara dan Pemerintah Kabupaten untuk membangun kembali kejayaan futsal Jepara
di kancah regional maupun nasional. (eko/redaksi)











